<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Propam Gali Motif Pemerasan WN Malaysia karena Libatkan Polda hingga Polsek</title><description>Kepala Divisi Propam Polri Irjen Abdul Karim menegaskan, pihaknya bakal menggali motif pemerasan warga negara (WN) Malaysia oleh 18 anggota kepolisian.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/26/337/3098856/propam-gali-motif-pemerasan-wn-malaysia-karena-libatkan-polda-hingga-polsek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/26/337/3098856/propam-gali-motif-pemerasan-wn-malaysia-karena-libatkan-polda-hingga-polsek"/><item><title>Propam Gali Motif Pemerasan WN Malaysia karena Libatkan Polda hingga Polsek</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/26/337/3098856/propam-gali-motif-pemerasan-wn-malaysia-karena-libatkan-polda-hingga-polsek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/26/337/3098856/propam-gali-motif-pemerasan-wn-malaysia-karena-libatkan-polda-hingga-polsek</guid><pubDate>Kamis 26 Desember 2024 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/26/337/3098856/propam_polri_gali_motif_pemerasan_pada_wn_malaysia-iIyv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Propam Polri gali motif pemerasan pada WN Malaysia (Foto : Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/26/337/3098856/propam_polri_gali_motif_pemerasan_pada_wn_malaysia-iIyv_large.jpg</image><title>Propam Polri gali motif pemerasan pada WN Malaysia (Foto : Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Divisi Propam Polri Irjen Abdul Karim menegaskan, pihaknya bakal menggali motif pemerasan warga negara (WN) Malaysia oleh 18 anggota kepolisian.&#13;
&#13;
Berikut sejumlah fakta terkait kasus pemerasan tersebut:&#13;
&#13;
1. Libatkan Polda hingga Polsek&#13;
&#13;
Hal itu perlu dilakukan, karena pemerasan kepada penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 itu, melibatkan anggota dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Kemayoran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau terkait dengan motif masih kita dalami ya, artinya ini cukup harus kita gali ya, karena ini kan menyangkut beberapa satuan kerja mulai dari Polsek, Polres dan Polda juga,&amp;quot; kata Karim kepada wartawan dikutip Kamis (26/12/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Belum Merinci Identitas Pelaku&#13;
&#13;
Namun, Karim belum merinci soal identitas ke-18 anggota yang melakukan pemerasan tersebut. Namun dia memastikan belasan personel Polri itu tak terkoordinasi menjadi satu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kita pastikan begini, dari 18 ini kan meliputi Polsek, Polres, dan Polda. Tentunya ini berbeda, tidak terkoordinasi jadi satu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Sudah Diapsus-kan&#13;
&#13;
Karim menegaskan bahwa ke-18 anggota telah ditahan atau tempat khusus (patsus) di Divisi Propam Polri guna pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan, Propam juga telah merencanakan jadwal sidang komisi kode etik Polri (KKEP) pekan depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tetapi, sambungnya, Polri belum memproses terkait tindak pidana pemerasan, melainkan fokus menyelesaikan etik terlebih dahulu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait proses pidana sementara ini kita fokus ke etik dulu, karena kan kita akan melakukan percepatan dalam rangka sidang etik ini,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Divisi Propam Polri Irjen Abdul Karim menegaskan, pihaknya bakal menggali motif pemerasan warga negara (WN) Malaysia oleh 18 anggota kepolisian.&#13;
&#13;
Berikut sejumlah fakta terkait kasus pemerasan tersebut:&#13;
&#13;
1. Libatkan Polda hingga Polsek&#13;
&#13;
Hal itu perlu dilakukan, karena pemerasan kepada penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 itu, melibatkan anggota dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Kemayoran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau terkait dengan motif masih kita dalami ya, artinya ini cukup harus kita gali ya, karena ini kan menyangkut beberapa satuan kerja mulai dari Polsek, Polres dan Polda juga,&amp;quot; kata Karim kepada wartawan dikutip Kamis (26/12/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Belum Merinci Identitas Pelaku&#13;
&#13;
Namun, Karim belum merinci soal identitas ke-18 anggota yang melakukan pemerasan tersebut. Namun dia memastikan belasan personel Polri itu tak terkoordinasi menjadi satu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kita pastikan begini, dari 18 ini kan meliputi Polsek, Polres, dan Polda. Tentunya ini berbeda, tidak terkoordinasi jadi satu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Sudah Diapsus-kan&#13;
&#13;
Karim menegaskan bahwa ke-18 anggota telah ditahan atau tempat khusus (patsus) di Divisi Propam Polri guna pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan, Propam juga telah merencanakan jadwal sidang komisi kode etik Polri (KKEP) pekan depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tetapi, sambungnya, Polri belum memproses terkait tindak pidana pemerasan, melainkan fokus menyelesaikan etik terlebih dahulu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait proses pidana sementara ini kita fokus ke etik dulu, karena kan kita akan melakukan percepatan dalam rangka sidang etik ini,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
