<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Luncurkan 16 Kali Guguran Lava, Disertai 196 Gempa</title><description>Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi meluncurkan sebanyak 16 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/26/510/3098806/gunung-merapi-luncurkan-16-kali-guguran-lava-disertai-196-gempa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/26/510/3098806/gunung-merapi-luncurkan-16-kali-guguran-lava-disertai-196-gempa"/><item><title>Gunung Merapi Luncurkan 16 Kali Guguran Lava, Disertai 196 Gempa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/26/510/3098806/gunung-merapi-luncurkan-16-kali-guguran-lava-disertai-196-gempa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/26/510/3098806/gunung-merapi-luncurkan-16-kali-guguran-lava-disertai-196-gempa</guid><pubDate>Kamis 26 Desember 2024 06:33 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/26/510/3098806/situasi_terkini_gunung_merapi-hnKD_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Situasi Terkini Gunung Merapi. Foto: Dok IST.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/26/510/3098806/situasi_terkini_gunung_merapi-hnKD_large.jpeg</image><title>Situasi Terkini Gunung Merapi. Foto: Dok IST.</title></images><description>JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi meluncurkan sebanyak 16 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teramati 16 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1800 meter,&amp;quot; tulis BPPTKG dalam keterangannya, Kamis (26/12/2024).&#13;
&#13;
Hingga saat ini, Gunung Merapi yang berada Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih berada pada status Level Siaga (Level 3) yang telah berlaku sejak 5 November.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain guguran lava, BPPTKG melaporkan pengamatan visual dari Pos Babadan menunjukkan Gunung Merapi tertutup kabut dengan intensitas 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah terpantau bertekanan lemah dengan warna putih, berintensitas sedang, dan mencapai ketinggian 15-50 meter di atas puncak kawah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Aktivitas kegempaan juga menunjukkan intensitas tinggi, dengan 196 kali gempa guguran, 119 gempa hybrid/fase banyak, 22 gempa vulkanik dangkal, dan 2 gempa tektonik jauh. Selain itu, data deformasi dari EDM di Pos Babadan menunjukkan laju penurunan sebesar -0,05 cm/hari dalam tiga hari terakhir.&#13;
&#13;
Dalam rekomendasinya, BPPTKG mengimbau masyarakat terhadap potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,&amp;quot; tulisnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara, BPPTKG melaporkan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya&amp;nbsp;&#13;
&#13;
BPPTKG juga meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,&amp;quot; imbauanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi meluncurkan sebanyak 16 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teramati 16 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1800 meter,&amp;quot; tulis BPPTKG dalam keterangannya, Kamis (26/12/2024).&#13;
&#13;
Hingga saat ini, Gunung Merapi yang berada Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih berada pada status Level Siaga (Level 3) yang telah berlaku sejak 5 November.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain guguran lava, BPPTKG melaporkan pengamatan visual dari Pos Babadan menunjukkan Gunung Merapi tertutup kabut dengan intensitas 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah terpantau bertekanan lemah dengan warna putih, berintensitas sedang, dan mencapai ketinggian 15-50 meter di atas puncak kawah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Aktivitas kegempaan juga menunjukkan intensitas tinggi, dengan 196 kali gempa guguran, 119 gempa hybrid/fase banyak, 22 gempa vulkanik dangkal, dan 2 gempa tektonik jauh. Selain itu, data deformasi dari EDM di Pos Babadan menunjukkan laju penurunan sebesar -0,05 cm/hari dalam tiga hari terakhir.&#13;
&#13;
Dalam rekomendasinya, BPPTKG mengimbau masyarakat terhadap potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,&amp;quot; tulisnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara, BPPTKG melaporkan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya&amp;nbsp;&#13;
&#13;
BPPTKG juga meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,&amp;quot; imbauanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
