<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Tolak PPN Naik 12%, Polisi Klaim Tak Ada Mahasiswa yang Diamankan&amp;nbsp;</title><description>Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro menyebut pihaknya tak ada Mahasiswa yang diamankan usai menggelar aksi tolak PPN naik 12%,&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/27/338/3099309/demo-tolak-ppn-naik-12-polisi-klaim-tak-ada-mahasiswa-yang-diamankan-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/27/338/3099309/demo-tolak-ppn-naik-12-polisi-klaim-tak-ada-mahasiswa-yang-diamankan-nbsp"/><item><title>Demo Tolak PPN Naik 12%, Polisi Klaim Tak Ada Mahasiswa yang Diamankan&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/27/338/3099309/demo-tolak-ppn-naik-12-polisi-klaim-tak-ada-mahasiswa-yang-diamankan-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/27/338/3099309/demo-tolak-ppn-naik-12-polisi-klaim-tak-ada-mahasiswa-yang-diamankan-nbsp</guid><pubDate>Jum'at 27 Desember 2024 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/27/338/3099309/aksi_unjuk_rasa-g8rX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi unjuk rasa (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/27/338/3099309/aksi_unjuk_rasa-g8rX_large.jpg</image><title>Aksi unjuk rasa (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
&#13;
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro menyebut pihaknya tak ada Mahasiswa yang diamankan usai menggelar aksi tolak PPN naik 12%, di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024). Dalam aksi ini polisi membubarkan peserta aksi dengan menggunakan kendaraan Water Cannon.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada yang diamankan, kami berusaha se soft mungkin untuk bisa melakukan negosiasi terus-terus, membubarkan secara halus, namun demikian dari massa terus berusaha untuk tetap melaksanakan aksi,&amp;quot; kata Susatyo kepada wartawan di Kawasan Monas, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
Adapun Susatyo menjelaskan, alasan pihaknya menurunkan kendaraan Water Cannon, karena mahasiswa enggan membubarkan dari lokasi aksi, padahal waktu penyampaian pendapat telah selesai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada pukul 18.00 WIB kami sudah memberikan imbauan secara terus menerus pada korlap untuk bisa membubarkan dengan tertib,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun demikian imbauan-imbauan kami justru dari pihak massa satu kelompok membubarkan diri dan satu kelompok lagi justru melakukan perlawanan terhadap perintah dari pada petugas, membakar ban, kemudian melakukan pelemparan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan, dalam aksi ini anaknya buahnya mengalami luka pada bagian kepala akibat pelemparan dari kelompok mahasiswa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini sedang ditangani oleh medis karena terluka akibat lemparan di bagian kepala,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, pada aksi sore ini, peserta aksi BEM SI terlihat membawa poster atau spanduk yang memuat penolakan terhadap kenaikan PPN yang akan diberlakukan pada tahun 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bumi dipijak rakyat dipajak, #tolakppn12%,&amp;quot; tulis poster yang dibawa peserta aksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mau bangun pagi, mau bangun siang rezeki kita tetap dipatok PPN 12%,&amp;quot; tulis poster lain&#13;
&#13;
Sebelumnya, peserta aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga telah datang lebih dahulu sekitar pukul 15.36 WIB.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
&#13;
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro menyebut pihaknya tak ada Mahasiswa yang diamankan usai menggelar aksi tolak PPN naik 12%, di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024). Dalam aksi ini polisi membubarkan peserta aksi dengan menggunakan kendaraan Water Cannon.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada yang diamankan, kami berusaha se soft mungkin untuk bisa melakukan negosiasi terus-terus, membubarkan secara halus, namun demikian dari massa terus berusaha untuk tetap melaksanakan aksi,&amp;quot; kata Susatyo kepada wartawan di Kawasan Monas, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
Adapun Susatyo menjelaskan, alasan pihaknya menurunkan kendaraan Water Cannon, karena mahasiswa enggan membubarkan dari lokasi aksi, padahal waktu penyampaian pendapat telah selesai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada pukul 18.00 WIB kami sudah memberikan imbauan secara terus menerus pada korlap untuk bisa membubarkan dengan tertib,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun demikian imbauan-imbauan kami justru dari pihak massa satu kelompok membubarkan diri dan satu kelompok lagi justru melakukan perlawanan terhadap perintah dari pada petugas, membakar ban, kemudian melakukan pelemparan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan, dalam aksi ini anaknya buahnya mengalami luka pada bagian kepala akibat pelemparan dari kelompok mahasiswa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini sedang ditangani oleh medis karena terluka akibat lemparan di bagian kepala,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, pada aksi sore ini, peserta aksi BEM SI terlihat membawa poster atau spanduk yang memuat penolakan terhadap kenaikan PPN yang akan diberlakukan pada tahun 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bumi dipijak rakyat dipajak, #tolakppn12%,&amp;quot; tulis poster yang dibawa peserta aksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mau bangun pagi, mau bangun siang rezeki kita tetap dipatok PPN 12%,&amp;quot; tulis poster lain&#13;
&#13;
Sebelumnya, peserta aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga telah datang lebih dahulu sekitar pukul 15.36 WIB.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
