<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Gunung&amp;nbsp;Semeru Meletus&amp;nbsp;Pagi Ini, Awas Lahar dan Awan Panas </title><description>Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/28/519/3099353/breaking-news-gunung-nbsp-semeru-meletus-nbsp-pagi-ini-awas-lahar-dan-awan-panas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/28/519/3099353/breaking-news-gunung-nbsp-semeru-meletus-nbsp-pagi-ini-awas-lahar-dan-awan-panas"/><item><title>Breaking News! Gunung&amp;nbsp;Semeru Meletus&amp;nbsp;Pagi Ini, Awas Lahar dan Awan Panas </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/28/519/3099353/breaking-news-gunung-nbsp-semeru-meletus-nbsp-pagi-ini-awas-lahar-dan-awan-panas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/28/519/3099353/breaking-news-gunung-nbsp-semeru-meletus-nbsp-pagi-ini-awas-lahar-dan-awan-panas</guid><pubDate>Sabtu 28 Desember 2024 06:53 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/28/519/3099353/gunung-wERC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Breaking News! Gunung&amp;nbsp;Semeru Meletus&amp;nbsp;Pagi Ini, Awas Lahar dan Awan Panas </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/28/519/3099353/gunung-wERC_large.jpg</image><title>Breaking News! Gunung&amp;nbsp;Semeru Meletus&amp;nbsp;Pagi Ini, Awas Lahar dan Awan Panas </title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Gunung&amp;nbsp;Semeru di Jawa Timur kembali meletus &amp;nbsp;pagi ini&amp;nbsp;pukul 05.21 WIB, Sabtu (28/12/2024).&amp;nbsp;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung&amp;nbsp;Semeru&amp;nbsp;meluncurkan abu vulkanik 700 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Gunung&amp;nbsp;Semeru&amp;nbsp;yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus waspada atau level II.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung&amp;nbsp;Semeru pada hari Sabtu, 28 Desember 2024, pukul 05:21 WIB dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 700 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4376 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Liswanto dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Masih kata Liswanto,&amp;nbsp;kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Liswanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).&#13;
&#13;
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api&amp;nbsp;Semeru&amp;nbsp;karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api&amp;nbsp;Semeru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Gunung&amp;nbsp;Semeru di Jawa Timur kembali meletus &amp;nbsp;pagi ini&amp;nbsp;pukul 05.21 WIB, Sabtu (28/12/2024).&amp;nbsp;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung&amp;nbsp;Semeru&amp;nbsp;meluncurkan abu vulkanik 700 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Gunung&amp;nbsp;Semeru&amp;nbsp;yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus waspada atau level II.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung&amp;nbsp;Semeru pada hari Sabtu, 28 Desember 2024, pukul 05:21 WIB dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 700 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4376 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Liswanto dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Masih kata Liswanto,&amp;nbsp;kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Liswanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).&#13;
&#13;
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api&amp;nbsp;Semeru&amp;nbsp;karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api&amp;nbsp;Semeru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
