<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Bongkar 2 Kasus TPPO Paling Menonjol Sepanjang 2024, Jaringan Jerman dan Australia&amp;nbsp;</title><description>Satuan tugas (satgas) tindak pidana perdagangan orang (TPPO), berhasil mengungkap dua kasus paling menonjol sepanjang 2024, yakni jaringan Jerman dan Australia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/31/337/3100248/polri-bongkar-2-kasus-tppo-paling-menonjol-sepanjang-2024-jaringan-jerman-dan-australia-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/31/337/3100248/polri-bongkar-2-kasus-tppo-paling-menonjol-sepanjang-2024-jaringan-jerman-dan-australia-nbsp"/><item><title>Polri Bongkar 2 Kasus TPPO Paling Menonjol Sepanjang 2024, Jaringan Jerman dan Australia&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/31/337/3100248/polri-bongkar-2-kasus-tppo-paling-menonjol-sepanjang-2024-jaringan-jerman-dan-australia-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/31/337/3100248/polri-bongkar-2-kasus-tppo-paling-menonjol-sepanjang-2024-jaringan-jerman-dan-australia-nbsp</guid><pubDate>Selasa 31 Desember 2024 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/31/337/3100248/kapolri_jenderal_listyo_sigit_prabowo-y4Vv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/31/337/3100248/kapolri_jenderal_listyo_sigit_prabowo-y4Vv_large.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
&#13;
JAKARTA - Satuan tugas (satgas) tindak pidana perdagangan orang (TPPO), berhasil mengungkap dua kasus paling menonjol sepanjang 2024, yakni jaringan Jerman dan Australia.&#13;
&#13;
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap, hal itu merupakan implementasi keseriusan Korps Bhayangkara dalam upaya pemberantasan kejahatan TPPO.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yaitu TPPO jaringan Jerman dengan 5 tersangka dan 110 korban serta TPPO jaringan Australia dengan 2 tersangka dan 50 korban,&amp;quot; kata Sigit dalam rilis akhir tahun (RAT) 2024 Polri di Rupatama Mabes Polri, Selasa (31/12/2024).&#13;
&#13;
Sigit berharap, melalui upaya dalam pemberantasan TPPO yang didukung oleh stakeholder terkait, mampu mengurangi dan menutup celah-celah jalur ilegal, yang dijadikan jalur penyelundupan orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dapat mengurangi pendapatan negara, serta menjadi jalur penyelundupan berbagai jenis barang ilegal lainnya seperti salah satunya narkoba yang dapat merusak generasi penerus bangsa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sigit mengatakan, Pasca-pembentukan Satgas TPPO Polri, terdapat kenaikan jumlah kasus yang diselesaikan sepanjang 2024, yakni sebanyak 621 perkara. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di mana sepanjang tahun 2024 kami berhasil menyelesaikan 621 perkara atau naik 331 perkara (114%), jika dibandingkan tahun 2023 sebanyak 290 perkara,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sigit menjelaskan, bertambahnya jumlah perkara yang diselesaikan itu bergerak simultan dengan penurunan jumlah korban TPPO.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peningkatan jumlah penyelesaian perkara ini tentunya juga berpengaruh pada menurunnya angka korban TPPO, di mana pada tahun 2024 terdapat 1.794 korban atau menurun 1.306 orang (42%) dibandingkan tahun 2023 sebanyak 3.104 orang,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
&#13;
JAKARTA - Satuan tugas (satgas) tindak pidana perdagangan orang (TPPO), berhasil mengungkap dua kasus paling menonjol sepanjang 2024, yakni jaringan Jerman dan Australia.&#13;
&#13;
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap, hal itu merupakan implementasi keseriusan Korps Bhayangkara dalam upaya pemberantasan kejahatan TPPO.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yaitu TPPO jaringan Jerman dengan 5 tersangka dan 110 korban serta TPPO jaringan Australia dengan 2 tersangka dan 50 korban,&amp;quot; kata Sigit dalam rilis akhir tahun (RAT) 2024 Polri di Rupatama Mabes Polri, Selasa (31/12/2024).&#13;
&#13;
Sigit berharap, melalui upaya dalam pemberantasan TPPO yang didukung oleh stakeholder terkait, mampu mengurangi dan menutup celah-celah jalur ilegal, yang dijadikan jalur penyelundupan orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dapat mengurangi pendapatan negara, serta menjadi jalur penyelundupan berbagai jenis barang ilegal lainnya seperti salah satunya narkoba yang dapat merusak generasi penerus bangsa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sigit mengatakan, Pasca-pembentukan Satgas TPPO Polri, terdapat kenaikan jumlah kasus yang diselesaikan sepanjang 2024, yakni sebanyak 621 perkara. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di mana sepanjang tahun 2024 kami berhasil menyelesaikan 621 perkara atau naik 331 perkara (114%), jika dibandingkan tahun 2023 sebanyak 290 perkara,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sigit menjelaskan, bertambahnya jumlah perkara yang diselesaikan itu bergerak simultan dengan penurunan jumlah korban TPPO.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peningkatan jumlah penyelesaian perkara ini tentunya juga berpengaruh pada menurunnya angka korban TPPO, di mana pada tahun 2024 terdapat 1.794 korban atau menurun 1.306 orang (42%) dibandingkan tahun 2023 sebanyak 3.104 orang,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
