<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahok dari Dulu Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD: Rakyat Cuma Jadi Penonton</title><description>Mantan Gubernur Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara tegas menolak wacana kepala daerah dipilih DPRD.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/31/337/3100331/ahok-dari-dulu-tolak-kepala-daerah-dipilih-dprd-rakyat-cuma-jadi-penonton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/31/337/3100331/ahok-dari-dulu-tolak-kepala-daerah-dipilih-dprd-rakyat-cuma-jadi-penonton"/><item><title>Ahok dari Dulu Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD: Rakyat Cuma Jadi Penonton</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/31/337/3100331/ahok-dari-dulu-tolak-kepala-daerah-dipilih-dprd-rakyat-cuma-jadi-penonton</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/31/337/3100331/ahok-dari-dulu-tolak-kepala-daerah-dipilih-dprd-rakyat-cuma-jadi-penonton</guid><pubDate>Selasa 31 Desember 2024 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/31/337/3100331/ahok_tolak_kepala_daerah_dipilih_dprd-yh2o_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahok tolak Kepala Daerah dipilih DPRD (Foto : Okezone/Refi Sandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/31/337/3100331/ahok_tolak_kepala_daerah_dipilih_dprd-yh2o_large.jpg</image><title>Ahok tolak Kepala Daerah dipilih DPRD (Foto : Okezone/Refi Sandi)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Gubernur Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara tegas menolak wacana kepala daerah dipilih DPRD. Hal itu disampaikan usai menghadiri acara Bentang Harapan &amp;#39;JakAsa&amp;#39; di Balaikota Jakarta, Selasa (31/12/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kan dari dulu saya tolak,&amp;quot; kata Ahok.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rakyat Cuma Jadi Penonton&#13;
&#13;
Ahok pun menyinggung zaman order baru dimana rakyat hanya menjadi penonton saat penunjukkan kepala daerah. Ia juga menyoroti potensi praktik deal-dealan menggunakan uang terjadi apabila kepala daerah dipilih DPRD.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya dong. Alasan paling penting kan kita mengalami zaman orde baru. Hasilnya apa? Rakyat kan cuma jadi penonton, enggak peduli. Kita cuma deal-dealan sesama ketua umum partai,&amp;quot; kata Ahok.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Deal-dealan antar anggota DPRD, sambungnya, juga bisa pakai duit juga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Oknum DPRD dibagi, diatur atau diancam untuk pilih orang tertentu yang sudah ditentukan. Kita pernah ngalamin kok, zaman orde baru kok. Mungkin kalian masih kecil pada waktu itu ya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Gubernur Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara tegas menolak wacana kepala daerah dipilih DPRD. Hal itu disampaikan usai menghadiri acara Bentang Harapan &amp;#39;JakAsa&amp;#39; di Balaikota Jakarta, Selasa (31/12/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kan dari dulu saya tolak,&amp;quot; kata Ahok.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rakyat Cuma Jadi Penonton&#13;
&#13;
Ahok pun menyinggung zaman order baru dimana rakyat hanya menjadi penonton saat penunjukkan kepala daerah. Ia juga menyoroti potensi praktik deal-dealan menggunakan uang terjadi apabila kepala daerah dipilih DPRD.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya dong. Alasan paling penting kan kita mengalami zaman orde baru. Hasilnya apa? Rakyat kan cuma jadi penonton, enggak peduli. Kita cuma deal-dealan sesama ketua umum partai,&amp;quot; kata Ahok.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Deal-dealan antar anggota DPRD, sambungnya, juga bisa pakai duit juga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Oknum DPRD dibagi, diatur atau diancam untuk pilih orang tertentu yang sudah ditentukan. Kita pernah ngalamin kok, zaman orde baru kok. Mungkin kalian masih kecil pada waktu itu ya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
