<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Klaim Berhasil Kurangi Hujan di Jakarta, Pj Gubernur Dorong Pengembangan Operasi Modifikasi Cuaca&amp;nbsp;</title><description>Teguh Setyabudi mengatakan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap 3 yang digelar selama periode 25-31 Desember 2024 berhasil mengurangi intensitas hujan secara signifikan di wilayah ibu kota hingga malam pergantian Tahun Baru 2025.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/01/338/3100585/klaim-berhasil-kurangi-hujan-di-jakarta-pj-gubernur-dorong-pengembangan-operasi-modifikasi-cuaca-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/01/338/3100585/klaim-berhasil-kurangi-hujan-di-jakarta-pj-gubernur-dorong-pengembangan-operasi-modifikasi-cuaca-nbsp"/><item><title>Klaim Berhasil Kurangi Hujan di Jakarta, Pj Gubernur Dorong Pengembangan Operasi Modifikasi Cuaca&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/01/338/3100585/klaim-berhasil-kurangi-hujan-di-jakarta-pj-gubernur-dorong-pengembangan-operasi-modifikasi-cuaca-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/01/338/3100585/klaim-berhasil-kurangi-hujan-di-jakarta-pj-gubernur-dorong-pengembangan-operasi-modifikasi-cuaca-nbsp</guid><pubDate>Rabu 01 Januari 2025 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/01/338/3100585/pj_gubernur_jakarta_teguh_setyabudi-nasz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/01/338/3100585/pj_gubernur_jakarta_teguh_setyabudi-nasz_large.jpg</image><title>Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah Daerah Jakarta terus berupaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir di Jakarta. Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi mengatakan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap 3 yang digelar selama periode 25-31 Desember 2024 berhasil mengurangi intensitas hujan secara signifikan di wilayah ibu kota hingga malam pergantian Tahun Baru 2025.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Selama enam hari pelaksanaan, OMC melibatkan total 10 sorti penerbangan dengan durasi 19 jam 36 menit. Sebanyak 8.000 kilogram bahan semai NaCl digunakan untuk penyemaian awan. Meskipun tidak ada kegiatan penerbangan pada tanggal 27 Desember, hasil yang dicapai selama periode ini menunjukkan penurunan signifikan dalam curah hujan,&amp;quot; ujar Teguh di Jakarta, Rabu (1/1/2025).&#13;
&#13;
Teguh menerangkan, data hujan aktual yang diperoleh dari satelit Global Stellite Mapping of Precipitation (GSMaP) menunjukkan curah hujan di Jakarta selama periode OMC berkisar antara 0 hingga 40 mm/hari, dengan puncak curah hujan mencapai 40 mm/hari pada tanggal 25 Desember.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Sebelum pelaksanaan OMC, curah hujan tercatat 17,8 milimeter pada 24 Desember 2024. Selama OMC, curah hujan maksimum tercatat sebesar 68 milimeter, tanpa adanya curah hujan yang melebihi 100 milimeter,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Teguh menjelaskan hasil analisis OMC menunjukkan keberhasilan dalam mengurangi intensitas hujan sebesar 38 persen dari prediksi berdasarkan data GSMap, serta 28 persen dari prediksi Global Forecast System (GFS) terhadap data penakar curah hujan aktual. Menurutnya, hal ini merupakan pencapaian yang signifikan dalam upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Kegiatan OMC ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan ketahanan dan keselamatan masyarakat terhadap bencana alam. Harapannya, keberhasilan ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi modifikasi cuaca yang lebih efektif di masa depan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah Daerah Jakarta terus berupaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir di Jakarta. Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi mengatakan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap 3 yang digelar selama periode 25-31 Desember 2024 berhasil mengurangi intensitas hujan secara signifikan di wilayah ibu kota hingga malam pergantian Tahun Baru 2025.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Selama enam hari pelaksanaan, OMC melibatkan total 10 sorti penerbangan dengan durasi 19 jam 36 menit. Sebanyak 8.000 kilogram bahan semai NaCl digunakan untuk penyemaian awan. Meskipun tidak ada kegiatan penerbangan pada tanggal 27 Desember, hasil yang dicapai selama periode ini menunjukkan penurunan signifikan dalam curah hujan,&amp;quot; ujar Teguh di Jakarta, Rabu (1/1/2025).&#13;
&#13;
Teguh menerangkan, data hujan aktual yang diperoleh dari satelit Global Stellite Mapping of Precipitation (GSMaP) menunjukkan curah hujan di Jakarta selama periode OMC berkisar antara 0 hingga 40 mm/hari, dengan puncak curah hujan mencapai 40 mm/hari pada tanggal 25 Desember.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Sebelum pelaksanaan OMC, curah hujan tercatat 17,8 milimeter pada 24 Desember 2024. Selama OMC, curah hujan maksimum tercatat sebesar 68 milimeter, tanpa adanya curah hujan yang melebihi 100 milimeter,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Teguh menjelaskan hasil analisis OMC menunjukkan keberhasilan dalam mengurangi intensitas hujan sebesar 38 persen dari prediksi berdasarkan data GSMap, serta 28 persen dari prediksi Global Forecast System (GFS) terhadap data penakar curah hujan aktual. Menurutnya, hal ini merupakan pencapaian yang signifikan dalam upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Kegiatan OMC ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan ketahanan dan keselamatan masyarakat terhadap bencana alam. Harapannya, keberhasilan ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi modifikasi cuaca yang lebih efektif di masa depan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
