<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putusan Pengadilan Kerap Tak Menunjukkan Keadilan, Pakar Hukum Pidana: Negara Tidak Boleh Membiarkan</title><description>Pakar Hukum Pidana, Teuku Nasrullah menyoroti putusan pengadilan yang kerap kali tidak menunjukkan sebuah keadilan bagi masyarakat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/02/337/3100926/putusan-pengadilan-kerap-tak-menunjukkan-keadilan-pakar-hukum-pidana-negara-tidak-boleh-membiarkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/02/337/3100926/putusan-pengadilan-kerap-tak-menunjukkan-keadilan-pakar-hukum-pidana-negara-tidak-boleh-membiarkan"/><item><title>Putusan Pengadilan Kerap Tak Menunjukkan Keadilan, Pakar Hukum Pidana: Negara Tidak Boleh Membiarkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/02/337/3100926/putusan-pengadilan-kerap-tak-menunjukkan-keadilan-pakar-hukum-pidana-negara-tidak-boleh-membiarkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/02/337/3100926/putusan-pengadilan-kerap-tak-menunjukkan-keadilan-pakar-hukum-pidana-negara-tidak-boleh-membiarkan</guid><pubDate>Kamis 02 Januari 2025 23:51 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/02/337/3100926/korupsi-8noF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pakar Hukum Pidana, Teuku Nasrullah (Foto: Tangkapan layar iNews TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/02/337/3100926/korupsi-8noF_large.jpg</image><title>Pakar Hukum Pidana, Teuku Nasrullah (Foto: Tangkapan layar iNews TV)</title></images><description>JAKARTA - Pakar Hukum Pidana, Teuku Nasrullah menyoroti putusan pengadilan yang kerap kali tidak menunjukkan sebuah keadilan bagi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam program Interupsi iNews TV bertajuk &amp;#39;Vonis Koruptor 50 Tahun, Mungkinkah?&amp;#39; pada Kamis (2/1/2025) malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Putusan pengadilan tidak menunjukkan keadilan bagi masyarakat beda-beda belum lagi sebuah kasus korupsi Rp100 miliar antara polisi, jaksa, KPK, beda-beda perlakuannya di dalam proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan,&amp;quot; kata Nasrullah.&#13;
&#13;
Nasrullah secara tegas meminta disparitas rasa keadilan itu tidak boleh terjadi di masyarakat. Ia meminta negara mengambil peran dan tidak membiarkan rasa keadilan yang berbeda terus terjadi di Tanah Air.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menimbulkan disparitas rasa keadilan terhadap masyarakat tidak boleh itu terjadi, negara tidak boleh membiarkan ada rasa keadilan yang berbeda,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya kasus dugaan korupsi yang hanya mendapatkan vonis beberapa tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasus tersebut diduga yakni Harvey Moeis terkait kasus korupsi pengelolaan tata niaga timah karena dianggap terlalu ringan. Harvey divonis 6,5 tahun penjara padahal dirinya merugikan negara hampir Rp300 triliun.&#13;
&#13;
Prabowo berharap Harvey Moeis mendapatkan vonis yang sesuai karena telah merugikan negara hingga ratusan miliar. &amp;quot;Vonisnya ya 50 tahun kira-kira gitu,&amp;quot; kata Prabowo dalam arahannya Musrenbangnas RPJMN 2025-2029, Senin 30 Desember 2024.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pakar Hukum Pidana, Teuku Nasrullah menyoroti putusan pengadilan yang kerap kali tidak menunjukkan sebuah keadilan bagi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam program Interupsi iNews TV bertajuk &amp;#39;Vonis Koruptor 50 Tahun, Mungkinkah?&amp;#39; pada Kamis (2/1/2025) malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Putusan pengadilan tidak menunjukkan keadilan bagi masyarakat beda-beda belum lagi sebuah kasus korupsi Rp100 miliar antara polisi, jaksa, KPK, beda-beda perlakuannya di dalam proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan,&amp;quot; kata Nasrullah.&#13;
&#13;
Nasrullah secara tegas meminta disparitas rasa keadilan itu tidak boleh terjadi di masyarakat. Ia meminta negara mengambil peran dan tidak membiarkan rasa keadilan yang berbeda terus terjadi di Tanah Air.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menimbulkan disparitas rasa keadilan terhadap masyarakat tidak boleh itu terjadi, negara tidak boleh membiarkan ada rasa keadilan yang berbeda,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya kasus dugaan korupsi yang hanya mendapatkan vonis beberapa tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasus tersebut diduga yakni Harvey Moeis terkait kasus korupsi pengelolaan tata niaga timah karena dianggap terlalu ringan. Harvey divonis 6,5 tahun penjara padahal dirinya merugikan negara hampir Rp300 triliun.&#13;
&#13;
Prabowo berharap Harvey Moeis mendapatkan vonis yang sesuai karena telah merugikan negara hingga ratusan miliar. &amp;quot;Vonisnya ya 50 tahun kira-kira gitu,&amp;quot; kata Prabowo dalam arahannya Musrenbangnas RPJMN 2025-2029, Senin 30 Desember 2024.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
