<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kecewa Audiensi Pasar Tumpah Dihadiri 2 Anggota DPRD Bogor, Warga Beri Tenggat Seminggu</title><description>Hasan, salah satu warga Ciwaringin lainnya, juga menjelaskan pihaknya tidak melarang pedagang berjualan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/04/338/3101360/kecewa-audiensi-pasar-tumpah-dihadiri-2-anggota-dprd-bogor-warga-beri-tenggat-seminggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/04/338/3101360/kecewa-audiensi-pasar-tumpah-dihadiri-2-anggota-dprd-bogor-warga-beri-tenggat-seminggu"/><item><title>Kecewa Audiensi Pasar Tumpah Dihadiri 2 Anggota DPRD Bogor, Warga Beri Tenggat Seminggu</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/04/338/3101360/kecewa-audiensi-pasar-tumpah-dihadiri-2-anggota-dprd-bogor-warga-beri-tenggat-seminggu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/04/338/3101360/kecewa-audiensi-pasar-tumpah-dihadiri-2-anggota-dprd-bogor-warga-beri-tenggat-seminggu</guid><pubDate>Sabtu 04 Januari 2025 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/04/338/3101360/pasar-mTy2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kecewa Audiensi soal Pasar Tumpah Dihadiri 2 DPRD Bogor, Warga Beri Tenggat Seminggu</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/04/338/3101360/pasar-mTy2_large.jpg</image><title>Kecewa Audiensi soal Pasar Tumpah Dihadiri 2 DPRD Bogor, Warga Beri Tenggat Seminggu</title></images><description>BOGOR - Warga Kelurahan Ciwaringin mengaku kecewa dengan anggota DPRD Kota Bogor yang tidak hadir di DPRD Kota Bogor, pada Jumat, 3 Januari 2025. Audiensi dengan anggota dewan tersebut untuk membahas permasalahan pasar tumpah.&#13;
&#13;
Salah satu warga RT3/11 Kelurahan Ciwarigin, Ilham Rahmadanu, menyesalkan keberadaan anggota DPRD yang tidak hadir tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mana caleg-caleg yang dulu ke tempat kami, janji ini dan itu pas kampanye. Sekarang malah cuma dua orang yang hadir audiensi dengan kami,&amp;quot; kata Ilham, Sabtu (4/1/2025).&#13;
&#13;
Ilham lantas menyampaikan keluhannya terkait keberadaan pasar tumpah di Jalan Merdeka, Kota Bogor tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sebagai warga ini tidak melarang masyarakat yang berjualan, tetapi apakah semua ini sesuai peraturan? Bapak-bapak membuat peraturan harusnya ta bagaimana kami warga dan sekitar yang menggunakan jalan itu bisa nyaman,&amp;quot; sesalnya,&#13;
&#13;
Hasan, salah satu warga Ciwaringin lainnya, juga menjelaskan pihaknya tidak melarang pedagang berjualan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Silahkan mereka berjualan untuk keluarga, tetapi sebagai pemerintah daerah yang membuat undang-undang, harusnya buat tang layak buat kami. Motor saja susah, apalagi mobil,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia juga lantas mempertanyakan soal keabsahan paguyuban pedagang pasar yang menolak pengusuran pasar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bisa bapak cek siapa saja ketua paguyuban itu. Beneran pedagang atau tidak,&amp;quot; ungkap Hasan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasan lantas memberi waktu kepada DPRD Bogor untuk memberikan solusi terkait pasar tumpah itu dalam waktu satu minggu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bisa tidak Satpol PP itu bertindak tegas dalan tempo waktu satu minggu ini, kalau tidak jangan salahkan masyarakat nantinya,&amp;quot; tutup Hasan.&#13;
&#13;
Sementara itu, Fajar rahmarianto menjelaskan saat kehadiran beberapa anggota DPRD ke kawasan pasar tumpah itu mendengarkan aspirasi orang yang diduga preman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu semua preman yang menghadirkan preman, kami tau. Jangan sampai ada oknum-oknum yang jadi mem-backing preman. Malahan ada yang menggoblok-goblokkan warga,&amp;quot; tegas Fajar.&#13;
</description><content:encoded>BOGOR - Warga Kelurahan Ciwaringin mengaku kecewa dengan anggota DPRD Kota Bogor yang tidak hadir di DPRD Kota Bogor, pada Jumat, 3 Januari 2025. Audiensi dengan anggota dewan tersebut untuk membahas permasalahan pasar tumpah.&#13;
&#13;
Salah satu warga RT3/11 Kelurahan Ciwarigin, Ilham Rahmadanu, menyesalkan keberadaan anggota DPRD yang tidak hadir tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mana caleg-caleg yang dulu ke tempat kami, janji ini dan itu pas kampanye. Sekarang malah cuma dua orang yang hadir audiensi dengan kami,&amp;quot; kata Ilham, Sabtu (4/1/2025).&#13;
&#13;
Ilham lantas menyampaikan keluhannya terkait keberadaan pasar tumpah di Jalan Merdeka, Kota Bogor tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sebagai warga ini tidak melarang masyarakat yang berjualan, tetapi apakah semua ini sesuai peraturan? Bapak-bapak membuat peraturan harusnya ta bagaimana kami warga dan sekitar yang menggunakan jalan itu bisa nyaman,&amp;quot; sesalnya,&#13;
&#13;
Hasan, salah satu warga Ciwaringin lainnya, juga menjelaskan pihaknya tidak melarang pedagang berjualan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Silahkan mereka berjualan untuk keluarga, tetapi sebagai pemerintah daerah yang membuat undang-undang, harusnya buat tang layak buat kami. Motor saja susah, apalagi mobil,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia juga lantas mempertanyakan soal keabsahan paguyuban pedagang pasar yang menolak pengusuran pasar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bisa bapak cek siapa saja ketua paguyuban itu. Beneran pedagang atau tidak,&amp;quot; ungkap Hasan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasan lantas memberi waktu kepada DPRD Bogor untuk memberikan solusi terkait pasar tumpah itu dalam waktu satu minggu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bisa tidak Satpol PP itu bertindak tegas dalan tempo waktu satu minggu ini, kalau tidak jangan salahkan masyarakat nantinya,&amp;quot; tutup Hasan.&#13;
&#13;
Sementara itu, Fajar rahmarianto menjelaskan saat kehadiran beberapa anggota DPRD ke kawasan pasar tumpah itu mendengarkan aspirasi orang yang diduga preman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu semua preman yang menghadirkan preman, kami tau. Jangan sampai ada oknum-oknum yang jadi mem-backing preman. Malahan ada yang menggoblok-goblokkan warga,&amp;quot; tegas Fajar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
