<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Didemosi 5 Tahun, Aiptu Armadi dan Bripka Wahyu Tri Ajukan Banding</title><description>Dua Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, yakni Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom, dan Bripka Wahyu Tri Haryanto dijatuhi sanksi demosi selama lima tahun oleh Majelis Komisi Kode Etik Profesi (KKEP).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/06/337/3101961/didemosi-5-tahun-aiptu-armadi-dan-bripka-wahyu-tri-ajukan-banding</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/06/337/3101961/didemosi-5-tahun-aiptu-armadi-dan-bripka-wahyu-tri-ajukan-banding"/><item><title>Didemosi 5 Tahun, Aiptu Armadi dan Bripka Wahyu Tri Ajukan Banding</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/06/337/3101961/didemosi-5-tahun-aiptu-armadi-dan-bripka-wahyu-tri-ajukan-banding</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/06/337/3101961/didemosi-5-tahun-aiptu-armadi-dan-bripka-wahyu-tri-ajukan-banding</guid><pubDate>Senin 06 Januari 2025 19:59 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/06/337/3101961/ilustrasi_sidang_banding-AMvy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Sidang Banding. Foto: Dok Okezone. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/06/337/3101961/ilustrasi_sidang_banding-AMvy_large.jpg</image><title>Ilustrasi Sidang Banding. Foto: Dok Okezone. </title></images><description>JAKARTA - Dua Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, yakni Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom, dan Bripka Wahyu Tri Haryanto dijatuhi sanksi demosi selama lima tahun oleh Majelis Komisi Kode Etik Profesi (KKEP).&#13;
&#13;
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Adrimurlan Chaniago mengungkap bahwa mereka terbukti terlibat dalam pemerasan penonton DWP asal Malaysia. Namun, keduanya mengajukan banding atas putusan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mutasi bersifat demosi selama 5 tahun di luar fungsi penegakan hukum (reserse),&amp;quot; kata Erdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Atas putusan tersebut, kedua pelanggar menyatakan banding,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Erdi menjelaskan, selain sanksi demosi, dua anggota Korps Bhayangkara itu juga dijatuhi sanksi etika, yaitu perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan secara tertulis kepada pimpinan Polri,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Keduanya juga diwajibkan untuk mengikuti pembinaan rohani, mental, dan pengetahuan profesi selama satu bulan. Sementara itu, sanksi administratif berupa penempatan khusus (patsus) selama 30 hari terhitung mulai 27 Desember 2024-25 Januari 2025 di Ruang Patsus Biro Provos Divpropam Polri.&#13;
&#13;
Adapun kedua anggota Korps Bhayangkara itu dijerat Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri Juncto Pasal 5 Ayat (1) Huruf B, Pasal 5 Ayat (1) Huruf C, Pasal 10 Ayat (1) Huruf F Perpol Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi Dan Komisi Kode Etik Polri.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dua Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, yakni Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom, dan Bripka Wahyu Tri Haryanto dijatuhi sanksi demosi selama lima tahun oleh Majelis Komisi Kode Etik Profesi (KKEP).&#13;
&#13;
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Adrimurlan Chaniago mengungkap bahwa mereka terbukti terlibat dalam pemerasan penonton DWP asal Malaysia. Namun, keduanya mengajukan banding atas putusan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mutasi bersifat demosi selama 5 tahun di luar fungsi penegakan hukum (reserse),&amp;quot; kata Erdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Atas putusan tersebut, kedua pelanggar menyatakan banding,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Erdi menjelaskan, selain sanksi demosi, dua anggota Korps Bhayangkara itu juga dijatuhi sanksi etika, yaitu perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan secara tertulis kepada pimpinan Polri,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Keduanya juga diwajibkan untuk mengikuti pembinaan rohani, mental, dan pengetahuan profesi selama satu bulan. Sementara itu, sanksi administratif berupa penempatan khusus (patsus) selama 30 hari terhitung mulai 27 Desember 2024-25 Januari 2025 di Ruang Patsus Biro Provos Divpropam Polri.&#13;
&#13;
Adapun kedua anggota Korps Bhayangkara itu dijerat Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri Juncto Pasal 5 Ayat (1) Huruf B, Pasal 5 Ayat (1) Huruf C, Pasal 10 Ayat (1) Huruf F Perpol Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi Dan Komisi Kode Etik Polri.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
