<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Santri di Lampung Dianiaya Pengurus Pondok Pesantren, Tubuhnya Diikat</title><description>Seorang anak berinisial A di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dianiaya oleh pengasuh pondok pesantren. Korban dianiaya pelaku berinisial H tersebut dengan kondisi tubuh diikat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/07/340/3101995/santri-di-lampung-dianiaya-pengurus-pondok-pesantren-tubuhnya-diikat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/07/340/3101995/santri-di-lampung-dianiaya-pengurus-pondok-pesantren-tubuhnya-diikat"/><item><title>Santri di Lampung Dianiaya Pengurus Pondok Pesantren, Tubuhnya Diikat</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/07/340/3101995/santri-di-lampung-dianiaya-pengurus-pondok-pesantren-tubuhnya-diikat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/07/340/3101995/santri-di-lampung-dianiaya-pengurus-pondok-pesantren-tubuhnya-diikat</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2025 01:03 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/06/340/3101995/santri_di_lampung_dianiaya_pengasuh_pondok_pesantren-3WA0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Santri di Lampung dianiaya pengasuh Pondok Pesantren (Foto : Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/06/340/3101995/santri_di_lampung_dianiaya_pengasuh_pondok_pesantren-3WA0_large.jpg</image><title>Santri di Lampung dianiaya pengasuh Pondok Pesantren (Foto : Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>PESAWARAN - Seorang anak berinisial A di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dianiaya oleh pengasuh pondok pesantren. Korban dianiaya pelaku berinisial H tersebut dengan kondisi tubuh diikat.&#13;
&#13;
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka pada tubuh dan wajahnya akibat penganiayaan dari pelaku. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 4 Januari 2025, sekira pukul 14.00 WIB.&#13;
&#13;
Informasi yang diperoleh Okezone, wajah korban mengalami memar dan bengkak pada bagian mata kiri. Kemudian pada bagian punggung serta kaki terlihat bagian kulit terkelupas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ayah Korban Tidak Terima&#13;
&#13;
Ayah korban pun tidak terima dengan penganiayaan tersebut dan melaporkan perbuatan H ke Mapolres Pesawaran.&#13;
&#13;
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Pesawaran Iptu Defrat Aolia Afrat membenarkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Benar, kami mendapatkan laporan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pengurus salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pesawaran. Laporan tersebut kami terima pada Sabtu malam lalu,&amp;quot; ujarnya, Senin (6/1/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban Diikat&#13;
&#13;
Defrat menyatakan, dari hasil keterangan korban, dikatakan pelaku melakukan penganiayaan dengan cara memukuli dengan sebelumnya tubuh korban diikat tali.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi pengakuannya, dia diikat tali kemudian dipukuli. Selanjutnya dibenturkan kepalanya di lantai dan di sundut pisau yang telah dipanaskan,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Menurut Defrat, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait peristiwa penganiayaan yang dialami korban.&#13;
</description><content:encoded>PESAWARAN - Seorang anak berinisial A di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dianiaya oleh pengasuh pondok pesantren. Korban dianiaya pelaku berinisial H tersebut dengan kondisi tubuh diikat.&#13;
&#13;
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka pada tubuh dan wajahnya akibat penganiayaan dari pelaku. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 4 Januari 2025, sekira pukul 14.00 WIB.&#13;
&#13;
Informasi yang diperoleh Okezone, wajah korban mengalami memar dan bengkak pada bagian mata kiri. Kemudian pada bagian punggung serta kaki terlihat bagian kulit terkelupas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ayah Korban Tidak Terima&#13;
&#13;
Ayah korban pun tidak terima dengan penganiayaan tersebut dan melaporkan perbuatan H ke Mapolres Pesawaran.&#13;
&#13;
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Pesawaran Iptu Defrat Aolia Afrat membenarkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Benar, kami mendapatkan laporan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pengurus salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pesawaran. Laporan tersebut kami terima pada Sabtu malam lalu,&amp;quot; ujarnya, Senin (6/1/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban Diikat&#13;
&#13;
Defrat menyatakan, dari hasil keterangan korban, dikatakan pelaku melakukan penganiayaan dengan cara memukuli dengan sebelumnya tubuh korban diikat tali.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi pengakuannya, dia diikat tali kemudian dipukuli. Selanjutnya dibenturkan kepalanya di lantai dan di sundut pisau yang telah dipanaskan,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Menurut Defrat, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait peristiwa penganiayaan yang dialami korban.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
