<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Pulang 3 Hari, Gadis Ini Disekap dan Diperkosa Kekasihnya&amp;nbsp;</title><description>Seorang anak baru gede (ABG) warga Kecamatan Banyuasin, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, berinisial RU (14) mendatangi Polrestabes Palembang usai menjadi korban tindak asusila yang dilakukan pacarnya berinisial KG.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/08/610/3102578/tak-pulang-3-hari-gadis-ini-disekap-dan-diperkosa-kekasihnya-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/08/610/3102578/tak-pulang-3-hari-gadis-ini-disekap-dan-diperkosa-kekasihnya-nbsp"/><item><title>Tak Pulang 3 Hari, Gadis Ini Disekap dan Diperkosa Kekasihnya&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/08/610/3102578/tak-pulang-3-hari-gadis-ini-disekap-dan-diperkosa-kekasihnya-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/08/610/3102578/tak-pulang-3-hari-gadis-ini-disekap-dan-diperkosa-kekasihnya-nbsp</guid><pubDate>Rabu 08 Januari 2025 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dede Febriansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/08/610/3102578/kasus_penyekapan-TY6z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus penyekapan (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/08/610/3102578/kasus_penyekapan-TY6z_large.jpg</image><title>Kasus penyekapan (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
PALEMBANG - Seorang anak baru gede (ABG) warga Kecamatan Banyuasin, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, berinisial RU (14) mendatangi Polrestabes Palembang usai menjadi korban tindak asusila yang dilakukan pacarnya berinisial KG.&#13;
&#13;
Ditemani kakak iparnya berinisial SS untuk membuat laporan, terungkap jika gadis ABG tersebut sudah disekap beberapa hari oleh pacarnya dan dirudapaksa.&#13;
&#13;
Ditemui usai membuat laporan, SS mengatakan, bahwa peristiwa yang dialami RU terjadi di rumah pacarnya yang berada di Jalan Rawa Laut, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Palembang, Rabu (1/1/2025) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya malam itu, korban adik ipar saya ini pergi tidak tahu ke mana. Ternyata sampai pagi tidak pulang-pulang ke rumah,&amp;quot; ujar SS, Rabu (8/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lantaran khawatir dengan keberadaan adik iparnya tersebut, SS menjelaskan jika pihak keluarga pun mencoba untuk mencari dan menghubungi korban.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama tiga hari dia tidak ada kabar, ditelpon tidak diangkat, dikirim pesan juga tidak membalas,&amp;quot; jelasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah dilakukan pencarian kemana-mana, lanjut SS, tiba-tiba korban RU pulang sendiri ke rumah dengan diantarkan oleh ojek online.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat pulang kerumah langsung kami tanyakan, ternyata dia dari rumah pacarnya. Dia mengaku sudah disekap dan disetubuhi oleh pacarnya,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dijelaskan SS, korban adik iparnya tersebut ternyata keluar dari rumah mereka untuk pergi ke rumah terlapor KG, dengan dijemput ojek online yang dipesankan oleh pacarnya KG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lalu setibanya di rumah KG, handphone korban disandera dan KG menyekap serta merudapaksa korban.&#13;
&#13;
Mengetahui peristiwa yang dialami oleh korban, SS pun bersama keluarga korban mencoba untuk menghubungi terlapor KG dan mendatangi rumahnya, untuk menyelesaikan permasalahan itu dengan cara kekeluargaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, pihak keluarga terlapor malah tak menanggapi dan tak ada itikad baik. sudah juga ketemu sama KG, tapi tidak ditanggapi, dia tidak ke rumah kami. Selama empat hari ini kami tunggu-tunggu, dia tidak ke rumah untuk bertanggungjawab,&amp;quot; terangnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak terima atas perbuatan terlapor, pihak keluarga korban pun membuat laporan polisi ke SPKT Polrestabes Palembang, dengan harapan agar terlapor dapat diamankan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kini laporan keluarga korban sudah diterima oleh petugas piket SPKT Polrestabes Palembang dengan nomor LP/B/56/1/2025/SPKT/Polrestabes/Palembang/Polda Sumsel.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan tersebut yang termasuk dalam tindak pidana kejahatan perlindungan anak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporannya sudah kami terima, saat ini laporan itu sudah diserahkan ke penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang, guna penyelidikan lebih lanjut,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
PALEMBANG - Seorang anak baru gede (ABG) warga Kecamatan Banyuasin, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, berinisial RU (14) mendatangi Polrestabes Palembang usai menjadi korban tindak asusila yang dilakukan pacarnya berinisial KG.&#13;
&#13;
Ditemani kakak iparnya berinisial SS untuk membuat laporan, terungkap jika gadis ABG tersebut sudah disekap beberapa hari oleh pacarnya dan dirudapaksa.&#13;
&#13;
Ditemui usai membuat laporan, SS mengatakan, bahwa peristiwa yang dialami RU terjadi di rumah pacarnya yang berada di Jalan Rawa Laut, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Palembang, Rabu (1/1/2025) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya malam itu, korban adik ipar saya ini pergi tidak tahu ke mana. Ternyata sampai pagi tidak pulang-pulang ke rumah,&amp;quot; ujar SS, Rabu (8/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lantaran khawatir dengan keberadaan adik iparnya tersebut, SS menjelaskan jika pihak keluarga pun mencoba untuk mencari dan menghubungi korban.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama tiga hari dia tidak ada kabar, ditelpon tidak diangkat, dikirim pesan juga tidak membalas,&amp;quot; jelasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah dilakukan pencarian kemana-mana, lanjut SS, tiba-tiba korban RU pulang sendiri ke rumah dengan diantarkan oleh ojek online.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat pulang kerumah langsung kami tanyakan, ternyata dia dari rumah pacarnya. Dia mengaku sudah disekap dan disetubuhi oleh pacarnya,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dijelaskan SS, korban adik iparnya tersebut ternyata keluar dari rumah mereka untuk pergi ke rumah terlapor KG, dengan dijemput ojek online yang dipesankan oleh pacarnya KG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lalu setibanya di rumah KG, handphone korban disandera dan KG menyekap serta merudapaksa korban.&#13;
&#13;
Mengetahui peristiwa yang dialami oleh korban, SS pun bersama keluarga korban mencoba untuk menghubungi terlapor KG dan mendatangi rumahnya, untuk menyelesaikan permasalahan itu dengan cara kekeluargaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, pihak keluarga terlapor malah tak menanggapi dan tak ada itikad baik. sudah juga ketemu sama KG, tapi tidak ditanggapi, dia tidak ke rumah kami. Selama empat hari ini kami tunggu-tunggu, dia tidak ke rumah untuk bertanggungjawab,&amp;quot; terangnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak terima atas perbuatan terlapor, pihak keluarga korban pun membuat laporan polisi ke SPKT Polrestabes Palembang, dengan harapan agar terlapor dapat diamankan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kini laporan keluarga korban sudah diterima oleh petugas piket SPKT Polrestabes Palembang dengan nomor LP/B/56/1/2025/SPKT/Polrestabes/Palembang/Polda Sumsel.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan tersebut yang termasuk dalam tindak pidana kejahatan perlindungan anak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporannya sudah kami terima, saat ini laporan itu sudah diserahkan ke penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang, guna penyelidikan lebih lanjut,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
