<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Ibu Erupsi Dini Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik 800 Meter</title><description>Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara erupsi lagi, Kamis (9/1/2025) pukul 01.34 WIT.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/09/340/3102717/gunung-ibu-erupsi-dini-hari-ini-semburkan-abu-vulkanik-800-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/09/340/3102717/gunung-ibu-erupsi-dini-hari-ini-semburkan-abu-vulkanik-800-meter"/><item><title>Gunung Ibu Erupsi Dini Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik 800 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/09/340/3102717/gunung-ibu-erupsi-dini-hari-ini-semburkan-abu-vulkanik-800-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/09/340/3102717/gunung-ibu-erupsi-dini-hari-ini-semburkan-abu-vulkanik-800-meter</guid><pubDate>Kamis 09 Januari 2025 00:37 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/09/340/3102717/gunung_ibu_erupsi_lagi-ZIQL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ibu erupsi lagi (Foto : Isitmewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/09/340/3102717/gunung_ibu_erupsi_lagi-ZIQL_large.jpg</image><title>Gunung Ibu erupsi lagi (Foto : Isitmewa)</title></images><description>JAKARTA - Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara erupsi lagi, Kamis (9/1/2025) pukul 01.34 WIT. Tercatat kolom letusan dengan ketinggian 800 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Kamis, 09 Januari 2025, pukul 01:34 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 800 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2125 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; tulis keterangan resmi PVMBG.&#13;
&#13;
PVMBG juga mencatat kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 79 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dilaporkan, saat ini Gunung Ibu berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi bahwa masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dan perluasan sektoral berjarak 5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.&#13;
&#13;
Petugas PVMBG mengimbau jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara erupsi lagi, Kamis (9/1/2025) pukul 01.34 WIT. Tercatat kolom letusan dengan ketinggian 800 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Kamis, 09 Januari 2025, pukul 01:34 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 800 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2125 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; tulis keterangan resmi PVMBG.&#13;
&#13;
PVMBG juga mencatat kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 79 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dilaporkan, saat ini Gunung Ibu berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi bahwa masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dan perluasan sektoral berjarak 5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.&#13;
&#13;
Petugas PVMBG mengimbau jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
