<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Sebut Korban Cabul Guru Ngaji di Tangerang Kebanyakan Cowok</title><description>Polisi masih mendalami kasus pelecehan yang diduga dilakukan oleh pria berinisial W (40) yang merupakan guru ngaji, terhadap empat muridnya di kawasan Sudimara Selatan&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/10/338/3103255/polisi-sebut-korban-cabul-guru-ngaji-di-tangerang-kebanyakan-cowok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/10/338/3103255/polisi-sebut-korban-cabul-guru-ngaji-di-tangerang-kebanyakan-cowok"/><item><title>Polisi Sebut Korban Cabul Guru Ngaji di Tangerang Kebanyakan Cowok</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/10/338/3103255/polisi-sebut-korban-cabul-guru-ngaji-di-tangerang-kebanyakan-cowok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/10/338/3103255/polisi-sebut-korban-cabul-guru-ngaji-di-tangerang-kebanyakan-cowok</guid><pubDate>Jum'at 10 Januari 2025 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/10/338/3103255/korban_pencabulan-GSIW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban pencabulan (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/10/338/3103255/korban_pencabulan-GSIW_large.jpg</image><title>Korban pencabulan (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi masih mendalami kasus pelecehan yang diduga dilakukan oleh pria berinisial W (40) yang merupakan guru ngaji, terhadap empat muridnya di kawasan Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang. Polisi menyebutkan, korban kebanyakan anak laki-laki.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebanyakan cowok, ini masih kita dalami,&amp;rdquo; kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho kepada wartawan, Jumat (10/1/2025).&#13;
&#13;
Zain menerangkan, terhadap W, pihak kepolisian sudah dua kali dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan. Namun, W mangkir dari panggilan polisi tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat penyelidikan, kami telah melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku berinisial W (40) sebanyak 2 kali, yakni ditanggal 27 Desember 2024 dan 30 Desember 2024, namun terduga pelaku tersebut tidak hadir,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan pelecehan ini. Kasus tersebut telah dinaikkan ke tahap penyidikan sejak 3 Januari 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Statusnya dinaikkan ke tahap penyidikan pada tanggal 3 Januari 2025, karena terdapat alat bukti yang cukup telah terjadi peristiwa pidana,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi masih mendalami kasus pelecehan yang diduga dilakukan oleh pria berinisial W (40) yang merupakan guru ngaji, terhadap empat muridnya di kawasan Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang. Polisi menyebutkan, korban kebanyakan anak laki-laki.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebanyakan cowok, ini masih kita dalami,&amp;rdquo; kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho kepada wartawan, Jumat (10/1/2025).&#13;
&#13;
Zain menerangkan, terhadap W, pihak kepolisian sudah dua kali dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan. Namun, W mangkir dari panggilan polisi tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat penyelidikan, kami telah melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku berinisial W (40) sebanyak 2 kali, yakni ditanggal 27 Desember 2024 dan 30 Desember 2024, namun terduga pelaku tersebut tidak hadir,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan pelecehan ini. Kasus tersebut telah dinaikkan ke tahap penyidikan sejak 3 Januari 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Statusnya dinaikkan ke tahap penyidikan pada tanggal 3 Januari 2025, karena terdapat alat bukti yang cukup telah terjadi peristiwa pidana,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
