<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serangan Besar-besaran Rakyat Sumbar ke Belanda Pecah Konsentrasi Hadapi Pangeran Diponegoro</title><description>Tuanku Pasaman dengan pasukannya melakukan operasi di sekitar hutan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/11/337/3103408/serangan-besar-besaran-rakyat-sumbar-ke-belanda-pecah-konsentrasi-hadapi-pangeran-diponegoro</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/11/337/3103408/serangan-besar-besaran-rakyat-sumbar-ke-belanda-pecah-konsentrasi-hadapi-pangeran-diponegoro"/><item><title>Serangan Besar-besaran Rakyat Sumbar ke Belanda Pecah Konsentrasi Hadapi Pangeran Diponegoro</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/11/337/3103408/serangan-besar-besaran-rakyat-sumbar-ke-belanda-pecah-konsentrasi-hadapi-pangeran-diponegoro</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/11/337/3103408/serangan-besar-besaran-rakyat-sumbar-ke-belanda-pecah-konsentrasi-hadapi-pangeran-diponegoro</guid><pubDate>Sabtu 11 Januari 2025 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/11/337/3103408/sejarah-GBid_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serangan Besar-besaran Rakyat Sumbar ke Belanda Pecah Konsentrasi Hadapi Pangeran Diponegoro</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/11/337/3103408/sejarah-GBid_large.jpg</image><title>Serangan Besar-besaran Rakyat Sumbar ke Belanda Pecah Konsentrasi Hadapi Pangeran Diponegoro</title></images><description>JAKARTA - Perlawanan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) terhadap Belanda dapat dibagi dalam tiga masa. Pertama perlawanan dilakukan pada 1821 - 1825 ditandai dengan meluasnya perlawanan rakyat ke seluruh daerah Minangkabau.&#13;
&#13;
Masa kedua adalah antara tahun 1825 -1830, ditandai dengan meredanya pertempuran, karena Belanda berhasil mengadakan perjanjian dengan gerakan kaum Padri yang mulai melemah.&#13;
&#13;
Saat itu, pihak Belanda memusatkan perhatiannya pada Perang Diponegoro di Jawa, sehingga serangan ini benar-benar membuat Belanda harus memecah fokusnya.&#13;
&#13;
Masa ketiga antara tahun 1830-1838, ditandai dengan perlawanan Padri yang meningkat dan penyerbuan Belanda secara besar - besaran, kemudian diakhiri dengan tertangkapnya pemimpin-pemimpin Padri, dikisahkan pada buku &amp;quot;Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia&amp;quot;.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kaum Padri mulai bergerak menyerang pos-pos Belanda dan melakukan pencegatan terhadap pasukan patroli mereka. Pos Belanda di Semarang menjadi sasaran penyerangan kaum Padri bulan September 1821. Soli Air Sipinang berkali-kali mendapat gangguan dari kaum Padri.&#13;
&#13;
Tuanku Pasaman dengan pasukannya melakukan operasi di sekitar hutan. Usaha pemimpin pasukan Belanda untuk berdamai dengan Tuanku Pasaman dengan perantaraan seorang pendeta Kristen tidak berhasil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, Tuanku Pasaman pada waktu itu telah mengerahkan sebanyak 20.000 hingga 25.000 orang pasukan Padri di sebelah timur Gurun.&#13;
&#13;
Pasukan ini dilengkapi dengan senjata-senjata tradisional, bendera-bendera pasukan, dan payung-payung besar sebagai tanda pengenal pasukan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perlawanan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) terhadap Belanda dapat dibagi dalam tiga masa. Pertama perlawanan dilakukan pada 1821 - 1825 ditandai dengan meluasnya perlawanan rakyat ke seluruh daerah Minangkabau.&#13;
&#13;
Masa kedua adalah antara tahun 1825 -1830, ditandai dengan meredanya pertempuran, karena Belanda berhasil mengadakan perjanjian dengan gerakan kaum Padri yang mulai melemah.&#13;
&#13;
Saat itu, pihak Belanda memusatkan perhatiannya pada Perang Diponegoro di Jawa, sehingga serangan ini benar-benar membuat Belanda harus memecah fokusnya.&#13;
&#13;
Masa ketiga antara tahun 1830-1838, ditandai dengan perlawanan Padri yang meningkat dan penyerbuan Belanda secara besar - besaran, kemudian diakhiri dengan tertangkapnya pemimpin-pemimpin Padri, dikisahkan pada buku &amp;quot;Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia&amp;quot;.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kaum Padri mulai bergerak menyerang pos-pos Belanda dan melakukan pencegatan terhadap pasukan patroli mereka. Pos Belanda di Semarang menjadi sasaran penyerangan kaum Padri bulan September 1821. Soli Air Sipinang berkali-kali mendapat gangguan dari kaum Padri.&#13;
&#13;
Tuanku Pasaman dengan pasukannya melakukan operasi di sekitar hutan. Usaha pemimpin pasukan Belanda untuk berdamai dengan Tuanku Pasaman dengan perantaraan seorang pendeta Kristen tidak berhasil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, Tuanku Pasaman pada waktu itu telah mengerahkan sebanyak 20.000 hingga 25.000 orang pasukan Padri di sebelah timur Gurun.&#13;
&#13;
Pasukan ini dilengkapi dengan senjata-senjata tradisional, bendera-bendera pasukan, dan payung-payung besar sebagai tanda pengenal pasukan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
