<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa SMP di Bekasi Gagal Bawa Uang Palsu Segepok ke Sindikat, Ketahuan Usai Alami Kecelakaan</title><description>Kanit Reskrim Polsek Tambun Selatan, AKP Kukuh Setio Utomo mengatakan peristiwa bermula saat A bertemu kenalannya di sebuah media sosial. A diminta untuk mengantarkan benda dengan upah Rp50 ribu. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/12/338/3103638/siswa-smp-di-bekasi-gagal-bawa-uang-palsu-segepok-ke-sindikat-ketahuan-usai-alami-kecelakaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/12/338/3103638/siswa-smp-di-bekasi-gagal-bawa-uang-palsu-segepok-ke-sindikat-ketahuan-usai-alami-kecelakaan"/><item><title>Siswa SMP di Bekasi Gagal Bawa Uang Palsu Segepok ke Sindikat, Ketahuan Usai Alami Kecelakaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/12/338/3103638/siswa-smp-di-bekasi-gagal-bawa-uang-palsu-segepok-ke-sindikat-ketahuan-usai-alami-kecelakaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/12/338/3103638/siswa-smp-di-bekasi-gagal-bawa-uang-palsu-segepok-ke-sindikat-ketahuan-usai-alami-kecelakaan</guid><pubDate>Minggu 12 Januari 2025 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/12/338/3103638/polisi_sita_uang_palsu_dari_siswa_smp_korban_kecelakaan-nYs1_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Sita Uang Palsu dari Siswa SMP Korban Kecelakaan. Foto: Dok IST.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/12/338/3103638/polisi_sita_uang_palsu_dari_siswa_smp_korban_kecelakaan-nYs1_large.jpeg</image><title>Polisi Sita Uang Palsu dari Siswa SMP Korban Kecelakaan. Foto: Dok IST.</title></images><description>BEKASI - Siswa SMP berinisial A (14) tertangkap basah membawa duit palsu senilai Rp2,2 juta. Peristiwa bermula saat A mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Sultan Hasanudin, kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Sabtu, 11 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kanit Reskrim Polsek Tambun Selatan, AKP Kukuh Setio Utomo mengatakan peristiwa bermula saat A bertemu kenalannya di sebuah media sosial. A diminta untuk mengantarkan benda dengan upah Rp50 ribu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bocah kenalan di Facebook, dari situ ada yang nawarin&amp;nbsp;seseorang gitu siapa yang mau ngawal benda gua, gitu lah intinya,&amp;quot; kata Kukuh saat dikutip Minggu (12/1/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kukuh menyebut A dan kenalannya bertemu di Stasiun Tambun. Di sanalah A mendapatkan benda yang hendak diantarkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Di situ si A dikasih uang Rp50 ribu agar mengantarkan barang ini ke seseorang,&amp;quot; jelasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
A lantas menyanggupi permintaan kenalannya itu. A pun membawa benda itu seraya diikuti oleh kenalannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rupanya A saat itu terlibat kecelakaan dengan mobil yang tengah melintas. Di saat itu juga, terungkap benda yang diminta untuk diantarkan ternyata merupakan uang palsu sebesar Rp2,2 juta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Totalnya (uang palsu) ada sekitar Rp2,2 juta, pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu,&amp;quot; kata dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam pemeriksaan, polisi menyebut bahwa A tidak mengetahui apapun terkait uang palsu itu. Kini, polisi pun tengah mencari keberadaan sosok di balik penyuruh A.&#13;
</description><content:encoded>BEKASI - Siswa SMP berinisial A (14) tertangkap basah membawa duit palsu senilai Rp2,2 juta. Peristiwa bermula saat A mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Sultan Hasanudin, kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Sabtu, 11 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kanit Reskrim Polsek Tambun Selatan, AKP Kukuh Setio Utomo mengatakan peristiwa bermula saat A bertemu kenalannya di sebuah media sosial. A diminta untuk mengantarkan benda dengan upah Rp50 ribu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bocah kenalan di Facebook, dari situ ada yang nawarin&amp;nbsp;seseorang gitu siapa yang mau ngawal benda gua, gitu lah intinya,&amp;quot; kata Kukuh saat dikutip Minggu (12/1/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kukuh menyebut A dan kenalannya bertemu di Stasiun Tambun. Di sanalah A mendapatkan benda yang hendak diantarkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Di situ si A dikasih uang Rp50 ribu agar mengantarkan barang ini ke seseorang,&amp;quot; jelasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
A lantas menyanggupi permintaan kenalannya itu. A pun membawa benda itu seraya diikuti oleh kenalannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rupanya A saat itu terlibat kecelakaan dengan mobil yang tengah melintas. Di saat itu juga, terungkap benda yang diminta untuk diantarkan ternyata merupakan uang palsu sebesar Rp2,2 juta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Totalnya (uang palsu) ada sekitar Rp2,2 juta, pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu,&amp;quot; kata dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam pemeriksaan, polisi menyebut bahwa A tidak mengetahui apapun terkait uang palsu itu. Kini, polisi pun tengah mencari keberadaan sosok di balik penyuruh A.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
