<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Derita Siswi SD Korban Pemerkosaan: Depresi hingga Meninggal, Pelaku Masih Berkeliaran</title><description>Sementara orang yang dilaporkan sebagai pelaku berinisial YS masih bebas berkeliaran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/13/340/3104010/derita-siswi-sd-korban-pemerkosaan-depresi-hingga-meninggal-pelaku-masih-berkeliaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/13/340/3104010/derita-siswi-sd-korban-pemerkosaan-depresi-hingga-meninggal-pelaku-masih-berkeliaran"/><item><title>Derita Siswi SD Korban Pemerkosaan: Depresi hingga Meninggal, Pelaku Masih Berkeliaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/13/340/3104010/derita-siswi-sd-korban-pemerkosaan-depresi-hingga-meninggal-pelaku-masih-berkeliaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/13/340/3104010/derita-siswi-sd-korban-pemerkosaan-depresi-hingga-meninggal-pelaku-masih-berkeliaran</guid><pubDate>Senin 13 Januari 2025 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Norman Syah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/13/340/3104010/ilustrasi-AxNI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/13/340/3104010/ilustrasi-AxNI_large.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>SAMPIT - Peristiwa tragis dialami seorang bocah sekolah dasar (SD), di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang diduga mengalami depresi setelah dirudapaksa hingga akhirnya meninggal dunia. Terduga pelaku adalah tetangga korban.&#13;
&#13;
Ironisnya, peristiwa perkosaan ini terjadi sudah cukup lama, yaitu pada 20 Mei 2023 lalu, dan kasus ini sudah ditangani oleh pihak Polres Kotawaringin Timur, namun hingga sekarang belum terungkap.&amp;nbsp; Sementara orang yang dilaporkan sebagai pelaku berinisial YS masih bebas berkeliaran.&#13;
&#13;
Hal ini membuat keluarga korban yang tinggal di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 18 ini, sangat menyesalkan penanganan dari aparat kepolisian yang mereka anggap sengaja mengabaikan kasus ini.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Katry (37), ibu kandung korban &amp;nbsp;sambil menangis menceritakan tentang penderitaan hidup yang dialami anaknya usai diperkosa pelaku, saat dirudapaksa, korban masih duduk di bangku kelas 5 SD.&amp;nbsp;&#13;
Dan tepat 3 bulan setelah kejadian korban akhirnya meninggal dunia akibat depresi.&#13;
&#13;
Menurut Katry, kejadian ini berawal saat korban dibawa oleh pelaku dengan alasan akan dipekerjakan di rumahnya di Sampit. Namun permintaan pelaku ditolak oleh ibu korban.&#13;
&#13;
Ternyata pelaku tetap nekad membawa korban ke rumahnya di jalan &amp;nbsp;Sungkai Ba&amp;#39;amang Sampit, dan di rumah itulah korban diperkosa, yang disertai dengan ancaman akan dibunuh.&#13;
&#13;
Korban berhasil kabur dari rumah pelaku dan bersembunyi di sebuah warung. Korban kemudian meminjam ponsel pemilik warung dan langsung memberi tahu ibunya kalau ia baru saja diperkosa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ibu korban lalu pergi ke Polres Kotawaringin Timur melaporkan kejadian ini, dan bersama polisi mereka menjemput korban, namun pelaku sudah lebih dulu kabur.&#13;
&#13;
Sejak saat itu, langsung terjadi perubahan drastis dari diri korban, yang nampak pendiam dan suka menyendiri, hingga akhirnya korban meninggal dunia.&#13;
&#13;
Ibu korban mengaku jika selama ini mereka sering mendapat teror baik dari pelaku maupun keluarganya. Bahkan rumah korban tiba-tiba terbakar, dan ibu korban menduga rumahnya itu dibakar pelaku.&#13;
&#13;
Atas kejadian ini, ibu koban menuntut keadilan dan berharap agar polisi segera bertindak menangkap agar pelaku serta menghukum pelaku seberat-beratnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SAMPIT - Peristiwa tragis dialami seorang bocah sekolah dasar (SD), di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang diduga mengalami depresi setelah dirudapaksa hingga akhirnya meninggal dunia. Terduga pelaku adalah tetangga korban.&#13;
&#13;
Ironisnya, peristiwa perkosaan ini terjadi sudah cukup lama, yaitu pada 20 Mei 2023 lalu, dan kasus ini sudah ditangani oleh pihak Polres Kotawaringin Timur, namun hingga sekarang belum terungkap.&amp;nbsp; Sementara orang yang dilaporkan sebagai pelaku berinisial YS masih bebas berkeliaran.&#13;
&#13;
Hal ini membuat keluarga korban yang tinggal di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 18 ini, sangat menyesalkan penanganan dari aparat kepolisian yang mereka anggap sengaja mengabaikan kasus ini.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Katry (37), ibu kandung korban &amp;nbsp;sambil menangis menceritakan tentang penderitaan hidup yang dialami anaknya usai diperkosa pelaku, saat dirudapaksa, korban masih duduk di bangku kelas 5 SD.&amp;nbsp;&#13;
Dan tepat 3 bulan setelah kejadian korban akhirnya meninggal dunia akibat depresi.&#13;
&#13;
Menurut Katry, kejadian ini berawal saat korban dibawa oleh pelaku dengan alasan akan dipekerjakan di rumahnya di Sampit. Namun permintaan pelaku ditolak oleh ibu korban.&#13;
&#13;
Ternyata pelaku tetap nekad membawa korban ke rumahnya di jalan &amp;nbsp;Sungkai Ba&amp;#39;amang Sampit, dan di rumah itulah korban diperkosa, yang disertai dengan ancaman akan dibunuh.&#13;
&#13;
Korban berhasil kabur dari rumah pelaku dan bersembunyi di sebuah warung. Korban kemudian meminjam ponsel pemilik warung dan langsung memberi tahu ibunya kalau ia baru saja diperkosa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ibu korban lalu pergi ke Polres Kotawaringin Timur melaporkan kejadian ini, dan bersama polisi mereka menjemput korban, namun pelaku sudah lebih dulu kabur.&#13;
&#13;
Sejak saat itu, langsung terjadi perubahan drastis dari diri korban, yang nampak pendiam dan suka menyendiri, hingga akhirnya korban meninggal dunia.&#13;
&#13;
Ibu korban mengaku jika selama ini mereka sering mendapat teror baik dari pelaku maupun keluarganya. Bahkan rumah korban tiba-tiba terbakar, dan ibu korban menduga rumahnya itu dibakar pelaku.&#13;
&#13;
Atas kejadian ini, ibu koban menuntut keadilan dan berharap agar polisi segera bertindak menangkap agar pelaku serta menghukum pelaku seberat-beratnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
