<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Ibu Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 1.500 Meter</title><description>Gunung Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik 1.500 meter di atas puncak. Letusan teramati pada Kamis (16/1/2025), pukul 15.44 waktu setempat atau WIT. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/16/340/3104972/gunung-ibu-kembali-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-1-500-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/16/340/3104972/gunung-ibu-kembali-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-1-500-meter"/><item><title>Gunung Ibu Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 1.500 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/16/340/3104972/gunung-ibu-kembali-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-1-500-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/16/340/3104972/gunung-ibu-kembali-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-1-500-meter</guid><pubDate>Kamis 16 Januari 2025 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/16/340/3104972/gunung_ibu_erupsi-Cqty_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ibu Erupsi (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/16/340/3104972/gunung_ibu_erupsi-Cqty_large.JPG</image><title>Gunung Ibu Erupsi (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik 1.500 meter di atas puncak. Letusan teramati pada Kamis (16/1/2025), pukul 15.44 waktu setempat atau WIT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Kamis, 16 Januari 2025, pukul 15:44 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1500 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2825 m di atas permukaan laut),&amp;quot; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ibu Rivaldi Hasan dalam keterangan resminya, Kamis (16/1/2025).&#13;
&#13;
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini otoritas kegunungapian atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status aktivitas vulkanik pada level IV atau &amp;lsquo;awas&amp;rsquo;. Status ini telah berlaku sejak 15 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan adanya status ini, PVMBG merekomendasikan tidak adanya aktivitas masyarakat, termasuk pendakian, di dalam radius 5 km dan perluasan sektoral berjarak 6 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),&amp;quot; imbaunya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik 1.500 meter di atas puncak. Letusan teramati pada Kamis (16/1/2025), pukul 15.44 waktu setempat atau WIT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Kamis, 16 Januari 2025, pukul 15:44 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1500 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2825 m di atas permukaan laut),&amp;quot; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ibu Rivaldi Hasan dalam keterangan resminya, Kamis (16/1/2025).&#13;
&#13;
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini otoritas kegunungapian atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status aktivitas vulkanik pada level IV atau &amp;lsquo;awas&amp;rsquo;. Status ini telah berlaku sejak 15 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan adanya status ini, PVMBG merekomendasikan tidak adanya aktivitas masyarakat, termasuk pendakian, di dalam radius 5 km dan perluasan sektoral berjarak 6 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),&amp;quot; imbaunya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
