<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Erupsi Gunung Ibu, BNPB: Sebanyak 182 Orang Mengungsi&amp;nbsp;</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 182 orang mengungsi akibat erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/17/337/3105195/update-erupsi-gunung-ibu-bnpb-sebanyak-182-orang-mengungsi-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/17/337/3105195/update-erupsi-gunung-ibu-bnpb-sebanyak-182-orang-mengungsi-nbsp"/><item><title>Update Erupsi Gunung Ibu, BNPB: Sebanyak 182 Orang Mengungsi&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/17/337/3105195/update-erupsi-gunung-ibu-bnpb-sebanyak-182-orang-mengungsi-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/17/337/3105195/update-erupsi-gunung-ibu-bnpb-sebanyak-182-orang-mengungsi-nbsp</guid><pubDate>Jum'at 17 Januari 2025 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/17/337/3105195/evakuasi_imbas_erupsi_gunung_ibu-MA8i_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi imbas erupsi Gunung Ibu (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/17/337/3105195/evakuasi_imbas_erupsi_gunung_ibu-MA8i_large.JPG</image><title>Evakuasi imbas erupsi Gunung Ibu (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 182 orang mengungsi akibat erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, per Kamis (16/1/2025) sore.&#13;
&#13;
Tim BNPB yang dipimpin Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati pun telah bergerak cepat menuju Halmahera Barat pasca naiknya status aktivitas Gunung Ibu dari level III &amp;lsquo;Siaga&amp;rsquo; menjadi level IV &amp;lsquo;Awas&amp;rsquo; pada Rabu (15/1). Kedatangan tim BNPB ini sebagai respon cepat dari pemerintah pusat untuk memastikan penanganan darurat pascaerupsi berjalan baik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diperintah oleh Kepala BNPB, untuk memastikan bahwa masyarakat dalam kondisi aman,&amp;rdquo; ucap Raditya dalam keterangan resminya, Jumat (17/1/2025).&#13;
&#13;
BNPB turut akan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mendukung dan mendampingi pemerintah daerah. Apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat agar dapat terpenuhi, pemerintah pusat akan membantu melengkapi hal yang masih kurang,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada kesempatan ini dirinya juga telah berdialog dengan BPBD Provinsi Maluku Utara, Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, BPBD Kab. Halmahera Barat dan Forkopimda Kabupaten Halmahera Barat terkait langkah-langkah awal penanganan pascaerupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini telah diskusi apa yang harus disiapkan apabila status level IV ini masih terus berlanjut. Masyarakat juga akan mendapatkan pengungsian yang layak,&amp;rdquo; kata Raditya.&#13;
&#13;
Tim BNPB kemudian meninjau pos pengamatan GunungApi Ibu untuk mengetahui kondisi terkini dan penjelasan dari tim PVMBG yang bertugas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita selalu berkoordinasi dengan pos pengamatan ini, masyarakat jangan panik dan tetap ikuti informasi yang resmi dari PVMBG dan pemerintah,&amp;rdquo; ujar Raditya di pos pengamatan Gunung Ibu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tinjauan dilanjutkan dengan melihat fasilitas dan berdialog dengan pengungsi yang berada di Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, Kecamatan Ibu.&#13;
&#13;
Pada pos pengungsian itu, warga mengaku telah mendapatkan fasilitas yang cukup baik, seperti kebutuhan permakanan sudah terpenuhi dan tenaga kesehatan juga telah tersedia untuk melayani pengungsi.&#13;
&#13;
Gunung Ibu juga teramati masih terus erupsi dengan variasi ketinggian kolom 400 sampai 1.500 meter dari atas kawah. Adapun letusan tertinggi 1.500 m terjadi pada pukul 15:44 WIT. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.&#13;
&#13;
Mengingat masih tingginya aktivitas Gunung Ibu, pemerintah mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas pada radius 5 km dan perluasan sektoral berjarak 6 km ke arah bukaan kawah bagian utara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 182 orang mengungsi akibat erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, per Kamis (16/1/2025) sore.&#13;
&#13;
Tim BNPB yang dipimpin Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati pun telah bergerak cepat menuju Halmahera Barat pasca naiknya status aktivitas Gunung Ibu dari level III &amp;lsquo;Siaga&amp;rsquo; menjadi level IV &amp;lsquo;Awas&amp;rsquo; pada Rabu (15/1). Kedatangan tim BNPB ini sebagai respon cepat dari pemerintah pusat untuk memastikan penanganan darurat pascaerupsi berjalan baik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diperintah oleh Kepala BNPB, untuk memastikan bahwa masyarakat dalam kondisi aman,&amp;rdquo; ucap Raditya dalam keterangan resminya, Jumat (17/1/2025).&#13;
&#13;
BNPB turut akan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mendukung dan mendampingi pemerintah daerah. Apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat agar dapat terpenuhi, pemerintah pusat akan membantu melengkapi hal yang masih kurang,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada kesempatan ini dirinya juga telah berdialog dengan BPBD Provinsi Maluku Utara, Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, BPBD Kab. Halmahera Barat dan Forkopimda Kabupaten Halmahera Barat terkait langkah-langkah awal penanganan pascaerupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini telah diskusi apa yang harus disiapkan apabila status level IV ini masih terus berlanjut. Masyarakat juga akan mendapatkan pengungsian yang layak,&amp;rdquo; kata Raditya.&#13;
&#13;
Tim BNPB kemudian meninjau pos pengamatan GunungApi Ibu untuk mengetahui kondisi terkini dan penjelasan dari tim PVMBG yang bertugas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita selalu berkoordinasi dengan pos pengamatan ini, masyarakat jangan panik dan tetap ikuti informasi yang resmi dari PVMBG dan pemerintah,&amp;rdquo; ujar Raditya di pos pengamatan Gunung Ibu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tinjauan dilanjutkan dengan melihat fasilitas dan berdialog dengan pengungsi yang berada di Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, Kecamatan Ibu.&#13;
&#13;
Pada pos pengungsian itu, warga mengaku telah mendapatkan fasilitas yang cukup baik, seperti kebutuhan permakanan sudah terpenuhi dan tenaga kesehatan juga telah tersedia untuk melayani pengungsi.&#13;
&#13;
Gunung Ibu juga teramati masih terus erupsi dengan variasi ketinggian kolom 400 sampai 1.500 meter dari atas kawah. Adapun letusan tertinggi 1.500 m terjadi pada pukul 15:44 WIT. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.&#13;
&#13;
Mengingat masih tingginya aktivitas Gunung Ibu, pemerintah mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas pada radius 5 km dan perluasan sektoral berjarak 6 km ke arah bukaan kawah bagian utara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
