<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tokoh Agama Berharap Gaduh Pagar Laut Tak Bikin PSN Dibatalkan</title><description>Warga setempat berharap PSN bisa membawa kemajuan buat mereka.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/27/338/3108254/tokoh-agama-berharap-gaduh-pagar-laut-tak-bikin-psn-dibatalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/27/338/3108254/tokoh-agama-berharap-gaduh-pagar-laut-tak-bikin-psn-dibatalkan"/><item><title>Tokoh Agama Berharap Gaduh Pagar Laut Tak Bikin PSN Dibatalkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/27/338/3108254/tokoh-agama-berharap-gaduh-pagar-laut-tak-bikin-psn-dibatalkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/27/338/3108254/tokoh-agama-berharap-gaduh-pagar-laut-tak-bikin-psn-dibatalkan</guid><pubDate>Senin 27 Januari 2025 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Patricia Leonard</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/27/338/3108254/pagar_laut-nWeL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tokoh Agama Berharap Gaduh Pagar Laut Tak Bikin PSN Dibatalkan/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/27/338/3108254/pagar_laut-nWeL_large.jpg</image><title>Tokoh Agama Berharap Gaduh Pagar Laut Tak Bikin PSN Dibatalkan/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Tokoh agama Teluknaga, Fahmi Ardi, mengatakan, agar kontroversi pagar laut tidak mengganggu rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan pesisir utara Tangerang. Pasalnya, masyarakat berharap PSN bisa memperbaiki kehidupan mereka.&#13;
&#13;
Dikatakannya, warga setempat berharap PSN bisa membawa kemajuan buat mereka. Seperti wilayah&amp;nbsp;Serpong yang dahulu&amp;nbsp;disebut sebagai daerah tertinggal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi dengan adanya investor dan pembangunan di sana, Serpong menjadi maju. Padahal wilayah kita berdekatan dengan bandara internasional maupun memiliki laut,&amp;rdquo; ujar Fahmi, Senin (27/1/2025).&#13;
&#13;
Menurunya, jika PSN maupun pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dihentikan, maka akan muncul reaksi keras dari masyarakat setempat. Karena PIK 2 sudah memberikan manfaat besar bagi warga setempat. Khusunya dalam penyediaan lapangan kerja maupun bantuan lain.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap pagi ribuan orang mulai dari Tanjung Pasir masuk ke PIK. Ribuan orang menggantungkan hidupnya di PIK. Mereka berasal dari Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, dan lainnya&amp;rdquo; ujar Fahmi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada yang teriak tolak PSN, tolak PIK 2 mereka itu orang mana? Apa mereka itu orang pesisir Utara Tangerang atau orang luar?&amp;nbsp; Mereka tidak tahu kultur Pantura,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia mempertanyakan klaim pihak luar yang mengklaim memperjuangkan kepentingan masyarakat Pesisir Utara Tangerang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga yang bukan warga pribumi jangan teriak-teriak membela pribumi (warga asli pesisir utara Tangerang). Pribumi mana yang mereka bela?. Sejak kapan mereka membela pribumi,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Terlebih, kata dia, isu pagar laut yang membuat heboh kemudian berkembang menjadi penghentian proyek PSN maupun PIK 2. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PSN maupun PIK 2 sudah sangat ditunggu warga pantura khususnya. Kita sudah lama ingin wilayah kita bisa berkembang,&amp;rdquo; kata Fahmi.&#13;
&#13;
Pihak luar tersebut kata dia, tidak tergantung dengan kelanjutan PSN maupun PIK. Tapi warga setempat yang akan menjalaninya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka bisa pulang dan tidur enak. Bagaimana dengan kami yang punya ketergantungan lapangan kerja di sini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Warga Teluknaga lainnya, Saepudin, mengatakan, isu tentang pagar laut maupun penghentian proyek PSN dan PIK 2 meresahkan warganya. Hal ini karena banyak warga yang memiliki harapan atas keduanya. &amp;ldquo;Kalau PSN dihentikan, apakah pemerintah tidak kasihan dengan warga kami yang bekerja di PIK,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sementara mereka yang mempersoalkan pagar laut maupun meminta penghentian proyek PSN, adalah mayoritas orang luar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka orang luar yang tidak akan kena imbas kalau PSN dihentikan,&amp;rdquo; tutup Saepudin.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Tokoh agama Teluknaga, Fahmi Ardi, mengatakan, agar kontroversi pagar laut tidak mengganggu rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan pesisir utara Tangerang. Pasalnya, masyarakat berharap PSN bisa memperbaiki kehidupan mereka.&#13;
&#13;
Dikatakannya, warga setempat berharap PSN bisa membawa kemajuan buat mereka. Seperti wilayah&amp;nbsp;Serpong yang dahulu&amp;nbsp;disebut sebagai daerah tertinggal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi dengan adanya investor dan pembangunan di sana, Serpong menjadi maju. Padahal wilayah kita berdekatan dengan bandara internasional maupun memiliki laut,&amp;rdquo; ujar Fahmi, Senin (27/1/2025).&#13;
&#13;
Menurunya, jika PSN maupun pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dihentikan, maka akan muncul reaksi keras dari masyarakat setempat. Karena PIK 2 sudah memberikan manfaat besar bagi warga setempat. Khusunya dalam penyediaan lapangan kerja maupun bantuan lain.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap pagi ribuan orang mulai dari Tanjung Pasir masuk ke PIK. Ribuan orang menggantungkan hidupnya di PIK. Mereka berasal dari Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, dan lainnya&amp;rdquo; ujar Fahmi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada yang teriak tolak PSN, tolak PIK 2 mereka itu orang mana? Apa mereka itu orang pesisir Utara Tangerang atau orang luar?&amp;nbsp; Mereka tidak tahu kultur Pantura,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia mempertanyakan klaim pihak luar yang mengklaim memperjuangkan kepentingan masyarakat Pesisir Utara Tangerang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga yang bukan warga pribumi jangan teriak-teriak membela pribumi (warga asli pesisir utara Tangerang). Pribumi mana yang mereka bela?. Sejak kapan mereka membela pribumi,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Terlebih, kata dia, isu pagar laut yang membuat heboh kemudian berkembang menjadi penghentian proyek PSN maupun PIK 2. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PSN maupun PIK 2 sudah sangat ditunggu warga pantura khususnya. Kita sudah lama ingin wilayah kita bisa berkembang,&amp;rdquo; kata Fahmi.&#13;
&#13;
Pihak luar tersebut kata dia, tidak tergantung dengan kelanjutan PSN maupun PIK. Tapi warga setempat yang akan menjalaninya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka bisa pulang dan tidur enak. Bagaimana dengan kami yang punya ketergantungan lapangan kerja di sini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Warga Teluknaga lainnya, Saepudin, mengatakan, isu tentang pagar laut maupun penghentian proyek PSN dan PIK 2 meresahkan warganya. Hal ini karena banyak warga yang memiliki harapan atas keduanya. &amp;ldquo;Kalau PSN dihentikan, apakah pemerintah tidak kasihan dengan warga kami yang bekerja di PIK,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sementara mereka yang mempersoalkan pagar laut maupun meminta penghentian proyek PSN, adalah mayoritas orang luar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka orang luar yang tidak akan kena imbas kalau PSN dihentikan,&amp;rdquo; tutup Saepudin.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
