<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Insiden Penembakan 5 WNI, Malaysia Masih Tutup Akses untuk Pemerintah RI Beri Pendampingan</title><description>Karding menyampaikan bahwa pada prinsipnya, pemerintah akan menyiapkan advokasi pendamping. Namun, hal itu belum bisa dilakukan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/28/337/3108298/insiden-penembakan-5-wni-malaysia-masih-tutup-akses-untuk-pemerintah-ri-beri-pendampingan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/28/337/3108298/insiden-penembakan-5-wni-malaysia-masih-tutup-akses-untuk-pemerintah-ri-beri-pendampingan"/><item><title>Insiden Penembakan 5 WNI, Malaysia Masih Tutup Akses untuk Pemerintah RI Beri Pendampingan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/28/337/3108298/insiden-penembakan-5-wni-malaysia-masih-tutup-akses-untuk-pemerintah-ri-beri-pendampingan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/28/337/3108298/insiden-penembakan-5-wni-malaysia-masih-tutup-akses-untuk-pemerintah-ri-beri-pendampingan</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2025 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/27/337/3108298/ilustrasi-fidT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/27/337/3108298/ilustrasi-fidT_large.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding mengaku jika sampai saat ini otoritas Malaysia masih belum membuka akses bagi pemerintah Indonesia untuk memberikan pendampingan terkait kasus penembakan 5 warga negara Indonesia (WNI) di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.&#13;
&#13;
Karding menyampaikan bahwa pada prinsipnya, pemerintah akan menyiapkan advokasi pendamping. Namun, hal itu belum bisa dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang memang oleh pemerintah Malaysia atau pihak kepolisian dan imigrasi Malaysia belum membolehkan untuk dibuka akses pada jenazah dan pada korban-korban lainnya yang dirawat di beberapa rumah sakit,&amp;quot; kata Karding kepada wartawan, Senin (27/1/2025).&#13;
&#13;
Kendati demikian, dia memastikan pemerintah terus berupaya agar bisa memberikan pendampingan terhadap para WNI yang menjadi korban penembakan tersebut. Upaya itu terus dilakukan hingga saat ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian luar negeri dalam hal ini kedutaan besar sekaligus kami di kementerian P2MI akan memastikan akan ada pendampingan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding mengaku jika sampai saat ini otoritas Malaysia masih belum membuka akses bagi pemerintah Indonesia untuk memberikan pendampingan terkait kasus penembakan 5 warga negara Indonesia (WNI) di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.&#13;
&#13;
Karding menyampaikan bahwa pada prinsipnya, pemerintah akan menyiapkan advokasi pendamping. Namun, hal itu belum bisa dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang memang oleh pemerintah Malaysia atau pihak kepolisian dan imigrasi Malaysia belum membolehkan untuk dibuka akses pada jenazah dan pada korban-korban lainnya yang dirawat di beberapa rumah sakit,&amp;quot; kata Karding kepada wartawan, Senin (27/1/2025).&#13;
&#13;
Kendati demikian, dia memastikan pemerintah terus berupaya agar bisa memberikan pendampingan terhadap para WNI yang menjadi korban penembakan tersebut. Upaya itu terus dilakukan hingga saat ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian luar negeri dalam hal ini kedutaan besar sekaligus kami di kementerian P2MI akan memastikan akan ada pendampingan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
