<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Nusron Geram Anak Buahnya Terlibat Penerbitan Sertifikat Pagar Laut Bekasi</title><description>Pagar laut di Bekasi saat ini menjadi sorotan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/30/337/3109010/menteri-nusron-geram-anak-buahnya-terlibat-penerbitan-sertifikat-pagar-laut-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/30/337/3109010/menteri-nusron-geram-anak-buahnya-terlibat-penerbitan-sertifikat-pagar-laut-bekasi"/><item><title>Menteri Nusron Geram Anak Buahnya Terlibat Penerbitan Sertifikat Pagar Laut Bekasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/30/337/3109010/menteri-nusron-geram-anak-buahnya-terlibat-penerbitan-sertifikat-pagar-laut-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/30/337/3109010/menteri-nusron-geram-anak-buahnya-terlibat-penerbitan-sertifikat-pagar-laut-bekasi</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2025 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/30/337/3109010/viral-Yz31_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Nusron Geram Anak Buahnya Terlibat Penerbitan Sertifikat Pagar Laut Bekasi/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/30/337/3109010/viral-Yz31_large.jpg</image><title>Menteri Nusron Geram Anak Buahnya Terlibat Penerbitan Sertifikat Pagar Laut Bekasi/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid menyebut ada keterlibatan oknum pegawainya dalam penerbitan sertifikat di pagar laut di Desa Secara Jaya, Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pagar laut di Bekasi saat ini menjadi sorotan.&#13;
&#13;
Demikian diutarakan Nusron dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini murni ulah oknum tanda petik ATR/BPN,&amp;quot; tegas Nusron Wahid.&#13;
&#13;
Nusron menjelaskan, kasus ini bermula pada tahun 2021, tepatnya berkaitan dengan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Semula, yang menerima sertifikat adalah 89 sertifikat hak milik diterbitkan tahun 2021 kepada 67 orang berupa tanah darat perkampungan dengan luas total 11,263 hektare.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tiba-tiba bulan Juli tahun 2022, terdapat perubahan data pendaftaran tanah yang tidak melalui prosedur kegiatan pendaftaran tanah menjadi penerimanya 11 orang berupa perairan laut luas totalnya 72,571 hektare,&amp;quot; ujar Nusron.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia memastikan, pihaknya melakukan investigasi oleh inspektorat Jenderal (Irjen) pada kasus ini. Tapi, dia mengakui jika ada keterlibatan oknum ATR/BPN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saya katakan, saya akui ini ulah oknum internal ATR/BPN setempat. Kami sedang usut,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid menyebut ada keterlibatan oknum pegawainya dalam penerbitan sertifikat di pagar laut di Desa Secara Jaya, Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pagar laut di Bekasi saat ini menjadi sorotan.&#13;
&#13;
Demikian diutarakan Nusron dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini murni ulah oknum tanda petik ATR/BPN,&amp;quot; tegas Nusron Wahid.&#13;
&#13;
Nusron menjelaskan, kasus ini bermula pada tahun 2021, tepatnya berkaitan dengan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Semula, yang menerima sertifikat adalah 89 sertifikat hak milik diterbitkan tahun 2021 kepada 67 orang berupa tanah darat perkampungan dengan luas total 11,263 hektare.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tiba-tiba bulan Juli tahun 2022, terdapat perubahan data pendaftaran tanah yang tidak melalui prosedur kegiatan pendaftaran tanah menjadi penerimanya 11 orang berupa perairan laut luas totalnya 72,571 hektare,&amp;quot; ujar Nusron.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia memastikan, pihaknya melakukan investigasi oleh inspektorat Jenderal (Irjen) pada kasus ini. Tapi, dia mengakui jika ada keterlibatan oknum ATR/BPN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saya katakan, saya akui ini ulah oknum internal ATR/BPN setempat. Kami sedang usut,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
