<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tega! Mantan Anggota Satpol PP Cabuli Santriwati di Kamar Mandi</title><description>Mantan anggota Satpol PP kota Bandarlampung ditangkap lantaran nekat mencabuli santri di salah satu Pondok Pesantren wilayah Kedamaian, Bandarlampung. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/30/340/3109189/tega-mantan-anggota-satpol-pp-cabuli-santriwati-di-kamar-mandi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/30/340/3109189/tega-mantan-anggota-satpol-pp-cabuli-santriwati-di-kamar-mandi"/><item><title>Tega! Mantan Anggota Satpol PP Cabuli Santriwati di Kamar Mandi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/30/340/3109189/tega-mantan-anggota-satpol-pp-cabuli-santriwati-di-kamar-mandi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/30/340/3109189/tega-mantan-anggota-satpol-pp-cabuli-santriwati-di-kamar-mandi</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2025 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/30/340/3109189/kasus_pencabulan_santri-zivI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus Pencabulan Santri (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/30/340/3109189/kasus_pencabulan_santri-zivI_large.jpg</image><title>Kasus Pencabulan Santri (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
BANDARLAMPUNG - Mantan anggota Satpol PP kota Bandarlampung ditangkap lantaran nekat mencabuli santri di salah satu Pondok Pesantren wilayah Kedamaian, Bandarlampung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Enrico Donald Sidauruk mengatakan, pelaku berinisial SH (41) warga Kedamaian, Kota Bandarlampung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi pelaku ini merupakan penjaga keamanan di pondok pesantren tersebut, korban terdiri dari dua orang anak di bawah umur, yang juga santriwati salah satu pesantren Kedamaian,&amp;quot; ujarnya saat konferensi pers ungkap kasus di Mapolresta Bandarlampung, Kamis (30/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Enrico menjelaskan, pelaku nekat melakukan perbuatan asusila berawal korban sedang mencuci pakaian di kamar mandi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku mengetuk kamar mandi, lalu korban membuka untuk memastikan siapa yang mengetuk, seketika itu pelaku mendorong korban dan mencabuli hingga memperkosa korban,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah kejadian itu, kata Enrico, pelaku kerap melakukan perbuatan serupa terhadap korban. Perbuatan yang dilakukan sejak Oktober 2024 itu sudah terjadi sekitar 8 kali.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Perbuatan yang sama dilakukan pada korban lainnya. Korban ada dua orang. Kemudian ada satu korban lagi yang hampir mengalami kejadian serupa, tapi korban berhasil melakukan perlawanan,&amp;quot; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku nekat memperkosa korban karena nafsu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku ini sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Motifnya karena nafsu,&amp;quot; kata Enrico.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 penetapan perpu No 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU RI No 35 tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
BANDARLAMPUNG - Mantan anggota Satpol PP kota Bandarlampung ditangkap lantaran nekat mencabuli santri di salah satu Pondok Pesantren wilayah Kedamaian, Bandarlampung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Enrico Donald Sidauruk mengatakan, pelaku berinisial SH (41) warga Kedamaian, Kota Bandarlampung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi pelaku ini merupakan penjaga keamanan di pondok pesantren tersebut, korban terdiri dari dua orang anak di bawah umur, yang juga santriwati salah satu pesantren Kedamaian,&amp;quot; ujarnya saat konferensi pers ungkap kasus di Mapolresta Bandarlampung, Kamis (30/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Enrico menjelaskan, pelaku nekat melakukan perbuatan asusila berawal korban sedang mencuci pakaian di kamar mandi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku mengetuk kamar mandi, lalu korban membuka untuk memastikan siapa yang mengetuk, seketika itu pelaku mendorong korban dan mencabuli hingga memperkosa korban,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah kejadian itu, kata Enrico, pelaku kerap melakukan perbuatan serupa terhadap korban. Perbuatan yang dilakukan sejak Oktober 2024 itu sudah terjadi sekitar 8 kali.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Perbuatan yang sama dilakukan pada korban lainnya. Korban ada dua orang. Kemudian ada satu korban lagi yang hampir mengalami kejadian serupa, tapi korban berhasil melakukan perlawanan,&amp;quot; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku nekat memperkosa korban karena nafsu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku ini sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Motifnya karena nafsu,&amp;quot; kata Enrico.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 penetapan perpu No 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU RI No 35 tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
