<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelantikan Kepala Daerah Ditunda, DPR Panggil Mendagri hingga KPU</title><description>Undangan ini dalam rangka meminta penjelasan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/31/337/3109412/pelantikan-kepala-daerah-ditunda-dpr-panggil-mendagri-hingga-kpu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/31/337/3109412/pelantikan-kepala-daerah-ditunda-dpr-panggil-mendagri-hingga-kpu"/><item><title>Pelantikan Kepala Daerah Ditunda, DPR Panggil Mendagri hingga KPU</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/31/337/3109412/pelantikan-kepala-daerah-ditunda-dpr-panggil-mendagri-hingga-kpu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/31/337/3109412/pelantikan-kepala-daerah-ditunda-dpr-panggil-mendagri-hingga-kpu</guid><pubDate>Jum'at 31 Januari 2025 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/31/337/3109412/pilkada-omYh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelantikan Kepala Daerah Ditunda, DPR Panggil Mendagri hingga KPU</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/31/337/3109412/pilkada-omYh_large.jpg</image><title>Pelantikan Kepala Daerah Ditunda, DPR Panggil Mendagri hingga KPU</title></images><description>JAKARTA- Komisi II DPR RI memanggil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, KPU RI, Bawaslu hingga DKPP pada hari Senin (3/2/2025). Undangan ini dalam rangka meminta penjelasan resmi terkait kabar ditundanya pelantikan kepala daerah pada 6 Februari mendatang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan mengundang Mendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP ke komisi II pada hari Senin yang akan datang tanggal 3 februari 2025,&amp;quot; kata Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).&#13;
&#13;
Rifqi menjelaskan, keputusan tanggal 6 Februari 2025 terkait dengan pelantikan kepala daerah serentak Gubernur, Bupati, Wali Kota, yang tidak berperkara di MK itu sudah diputuskan di Komisi II beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka secara etis, secara adab politik dan untuk menjaga kemitraan yang baik kami akan memutuskannya kembali jika terjadi usulan perubahan-perubahan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Secara pribadi, dia senang jika pelantikan baik meraka yang tidak berperkara maupun mereka yang berperkara namun ditolak karena dissimisal bisa dilaksanakan secara serentak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena, hal ini sesuai dengan keinginan pertimbangan hukum putusan MK nomor 27 dan 46 tahun 2024 yang mengisyaratkan bahwa Pilkada serentak harus juga dibarengi adanya pelantikan serentak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi bagaimana keputusannya, kita tunggu Senin tanggal 3 februari 2025 di RDP Komisi II DPR RI,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA- Komisi II DPR RI memanggil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, KPU RI, Bawaslu hingga DKPP pada hari Senin (3/2/2025). Undangan ini dalam rangka meminta penjelasan resmi terkait kabar ditundanya pelantikan kepala daerah pada 6 Februari mendatang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan mengundang Mendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP ke komisi II pada hari Senin yang akan datang tanggal 3 februari 2025,&amp;quot; kata Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).&#13;
&#13;
Rifqi menjelaskan, keputusan tanggal 6 Februari 2025 terkait dengan pelantikan kepala daerah serentak Gubernur, Bupati, Wali Kota, yang tidak berperkara di MK itu sudah diputuskan di Komisi II beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka secara etis, secara adab politik dan untuk menjaga kemitraan yang baik kami akan memutuskannya kembali jika terjadi usulan perubahan-perubahan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Secara pribadi, dia senang jika pelantikan baik meraka yang tidak berperkara maupun mereka yang berperkara namun ditolak karena dissimisal bisa dilaksanakan secara serentak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena, hal ini sesuai dengan keinginan pertimbangan hukum putusan MK nomor 27 dan 46 tahun 2024 yang mengisyaratkan bahwa Pilkada serentak harus juga dibarengi adanya pelantikan serentak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi bagaimana keputusannya, kita tunggu Senin tanggal 3 februari 2025 di RDP Komisi II DPR RI,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
