<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendagri Sebut Presiden Prabowo Ingin Pelantikan Kepala Daerah Digelar Serentak</title><description>Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto ingin pelantikan kepala daerah digelar serentak. Keserentakan pelantikan iti antara kepala daerah non-sengketa&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/31/337/3109541/mendagri-sebut-presiden-prabowo-ingin-pelantikan-kepala-daerah-digelar-serentak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/31/337/3109541/mendagri-sebut-presiden-prabowo-ingin-pelantikan-kepala-daerah-digelar-serentak"/><item><title>Mendagri Sebut Presiden Prabowo Ingin Pelantikan Kepala Daerah Digelar Serentak</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/31/337/3109541/mendagri-sebut-presiden-prabowo-ingin-pelantikan-kepala-daerah-digelar-serentak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/31/337/3109541/mendagri-sebut-presiden-prabowo-ingin-pelantikan-kepala-daerah-digelar-serentak</guid><pubDate>Jum'at 31 Januari 2025 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/31/337/3109541/mendagri_tito_karnavian-Yg7x_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tito Karnavian (foto: Okezone/Alfiqri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/31/337/3109541/mendagri_tito_karnavian-Yg7x_large.jpg</image><title>Mendagri Tito Karnavian (foto: Okezone/Alfiqri)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto ingin pelantikan kepala daerah digelar serentak. Keserentakan pelantikan iti antara kepala daerah non-sengketa dengan kepala daerah yang gugatannya ditolak Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan dismissal.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Tito usai menyambangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk bertanya perihal perubahan jadwal sidang PHPU Pilkada 2024 yang termaktub dalaM PMK Nomor 1 tahun 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kami sudah tanya kepada lapor kepada Bapak Presiden juga, yang prinsipnya beliau tidak beratkan kalau seandainya disatukan, karena waktunya pendek,&amp;quot; kata Tito di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025) malam.&#13;
&#13;
Ia berkata, jarak antara putusan dismissal MK dengan jadwal pelantikan kepala daerah non-sengkeya terbilang pendek. Untuk itu, Tito berkata, Presiden Prabowo tak ingin dua kali digelar pelantikan kepala daerah lantaran tidak efisien.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kalau seandainya dilaksanakan 2 kali pelantikan serentak ya mungkin kurang efisien. Bapak Presiden nyampaikan bagus kalau dilaksanakan serentak efisien,&amp;quot; terang Tito.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Mahkamah Konstitusi (MK) mempercepat penanganan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada 2024. Bahkan, putusan dismissal akan dilakukan pada 4 hingga 5 Februari 2025.&#13;
&#13;
Hal itu tertuang dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 1 tahun 2025. Kepala Biro Humas dan Protokol MK Pan Mohamad Faiz menjelaskan, aturan baru itu merupakan penyesuaian jadwal persidangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi di Peraturan Mahkamah Konstitusi, ini yang terbaru, nomor 1/2025, ini ada penyesuaian tahapan persidangan, terutama dari jadwalnya. Yang satu, itu ada jadwal yang dipercepat untuk pembacaan putusan dan ketetapan. Nah ini sekarang menjadi tanggal 4 dan 5 Februari,&amp;quot; terang Faiz saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025).&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto ingin pelantikan kepala daerah digelar serentak. Keserentakan pelantikan iti antara kepala daerah non-sengketa dengan kepala daerah yang gugatannya ditolak Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan dismissal.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Tito usai menyambangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk bertanya perihal perubahan jadwal sidang PHPU Pilkada 2024 yang termaktub dalaM PMK Nomor 1 tahun 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kami sudah tanya kepada lapor kepada Bapak Presiden juga, yang prinsipnya beliau tidak beratkan kalau seandainya disatukan, karena waktunya pendek,&amp;quot; kata Tito di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025) malam.&#13;
&#13;
Ia berkata, jarak antara putusan dismissal MK dengan jadwal pelantikan kepala daerah non-sengkeya terbilang pendek. Untuk itu, Tito berkata, Presiden Prabowo tak ingin dua kali digelar pelantikan kepala daerah lantaran tidak efisien.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kalau seandainya dilaksanakan 2 kali pelantikan serentak ya mungkin kurang efisien. Bapak Presiden nyampaikan bagus kalau dilaksanakan serentak efisien,&amp;quot; terang Tito.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Mahkamah Konstitusi (MK) mempercepat penanganan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada 2024. Bahkan, putusan dismissal akan dilakukan pada 4 hingga 5 Februari 2025.&#13;
&#13;
Hal itu tertuang dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 1 tahun 2025. Kepala Biro Humas dan Protokol MK Pan Mohamad Faiz menjelaskan, aturan baru itu merupakan penyesuaian jadwal persidangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi di Peraturan Mahkamah Konstitusi, ini yang terbaru, nomor 1/2025, ini ada penyesuaian tahapan persidangan, terutama dari jadwalnya. Yang satu, itu ada jadwal yang dipercepat untuk pembacaan putusan dan ketetapan. Nah ini sekarang menjadi tanggal 4 dan 5 Februari,&amp;quot; terang Faiz saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
