<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Modus Guru Ngaji Cabuli Muridnya di Tangerang</title><description>Polisi membeberkan modus oknum guru ngaji inisial W (40) dalam melakukan aksi cabulnya itu di kediaman pelaku, di kawasan Kampung Dukuh, Ciledug, Tangerang Kota beberapa waktu lalu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/31/338/3109408/ini-modus-guru-ngaji-cabuli-muridnya-di-tangerang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/01/31/338/3109408/ini-modus-guru-ngaji-cabuli-muridnya-di-tangerang"/><item><title>Ini Modus Guru Ngaji Cabuli Muridnya di Tangerang</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/01/31/338/3109408/ini-modus-guru-ngaji-cabuli-muridnya-di-tangerang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/01/31/338/3109408/ini-modus-guru-ngaji-cabuli-muridnya-di-tangerang</guid><pubDate>Jum'at 31 Januari 2025 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/31/338/3109408/polda_metro_jaya_ungkap_kasus_cabul_guru_ngaji-CUtF_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Polda Metro Jaya ungkap kasus cabul guru ngaji (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/31/338/3109408/polda_metro_jaya_ungkap_kasus_cabul_guru_ngaji-CUtF_large.JPG</image><title>Polda Metro Jaya ungkap kasus cabul guru ngaji (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi membeberkan modus oknum guru ngaji inisial W (40) dalam melakukan aksi cabulnya itu di kediaman pelaku, di kawasan Kampung Dukuh, Ciledug, Tangerang Kota beberapa waktu lalu. Pelaku berpura-pura mendapatkan mimpi jika dia sakit, dan hanya bisa disembuhkan dengan air mani anak-anak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku berpura-pura mendapatkan mimpi bahwa tangan pelaku sakit, dan yang bisa menyembuhkan adalah air mani dari korban, anak-anak. Sehingga, pelaku melakukan pencabulan terhadap korban anak tersebut,&amp;quot; ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya pada wartawan, Jumat (31/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, pelaku berpura-pura tengah mengalami sakit dan hanya satu obatnya untuk menyembuhkan sakitnya itu. Caranya, dengan air mani anak-anak sehingga dia pun melakukan perbuatan bejatnya tersebut.&#13;
&#13;
Guna memuluskan aksinya itu, kata dia, pelaku berpura-pura menjadi ustadz sehingga bisa mengajari anak-anak mengaji. Bukan itu saja, pelaku juga mengimingi anak-anak untuk bisa ke rumahnya, dengan menyediakan handphone, wifi atau hotspot, hingga memberikan imbalan uang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tersangka W alias I menyediakan kurang lebih 8 unit HP dengan maksud agar korban anak bisa bermain handphone secara gratis di rumahnya, menyediakan hotspot secara gratis, makanan gratis, rokok pada anak-anak serta memberikan imbalan guna memperlancar perbuatan cabulnya itu,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi membeberkan modus oknum guru ngaji inisial W (40) dalam melakukan aksi cabulnya itu di kediaman pelaku, di kawasan Kampung Dukuh, Ciledug, Tangerang Kota beberapa waktu lalu. Pelaku berpura-pura mendapatkan mimpi jika dia sakit, dan hanya bisa disembuhkan dengan air mani anak-anak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku berpura-pura mendapatkan mimpi bahwa tangan pelaku sakit, dan yang bisa menyembuhkan adalah air mani dari korban, anak-anak. Sehingga, pelaku melakukan pencabulan terhadap korban anak tersebut,&amp;quot; ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya pada wartawan, Jumat (31/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, pelaku berpura-pura tengah mengalami sakit dan hanya satu obatnya untuk menyembuhkan sakitnya itu. Caranya, dengan air mani anak-anak sehingga dia pun melakukan perbuatan bejatnya tersebut.&#13;
&#13;
Guna memuluskan aksinya itu, kata dia, pelaku berpura-pura menjadi ustadz sehingga bisa mengajari anak-anak mengaji. Bukan itu saja, pelaku juga mengimingi anak-anak untuk bisa ke rumahnya, dengan menyediakan handphone, wifi atau hotspot, hingga memberikan imbalan uang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tersangka W alias I menyediakan kurang lebih 8 unit HP dengan maksud agar korban anak bisa bermain handphone secara gratis di rumahnya, menyediakan hotspot secara gratis, makanan gratis, rokok pada anak-anak serta memberikan imbalan guna memperlancar perbuatan cabulnya itu,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
