<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M5,2 Yogyakarta Terasa di Pacitan hingga Trenggalek, Ternyata Ini Penyebabnya&amp;hellip;</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa berkekuatan 5,2 Magnitudo yang terjadi di Yogyakarta, tak berpotensi tsunami. Namun, guncangan terasa hingga sebagian daerah di Jawa Timur.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/01/337/3109628/gempa-m5-2-yogyakarta-terasa-di-pacitan-hingga-trenggalek-ternyata-ini-penyebabnya-hellip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/01/337/3109628/gempa-m5-2-yogyakarta-terasa-di-pacitan-hingga-trenggalek-ternyata-ini-penyebabnya-hellip"/><item><title>Gempa M5,2 Yogyakarta Terasa di Pacitan hingga Trenggalek, Ternyata Ini Penyebabnya&amp;hellip;</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/01/337/3109628/gempa-m5-2-yogyakarta-terasa-di-pacitan-hingga-trenggalek-ternyata-ini-penyebabnya-hellip</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/01/337/3109628/gempa-m5-2-yogyakarta-terasa-di-pacitan-hingga-trenggalek-ternyata-ini-penyebabnya-hellip</guid><pubDate>Sabtu 01 Februari 2025 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/01/337/3109628/ilustrasi_gempa_bumi-jG2A_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Gempa Bumi. Foto: Dok Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/01/337/3109628/ilustrasi_gempa_bumi-jG2A_large.jpeg</image><title>Ilustrasi Gempa Bumi. Foto: Dok Okezone.</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa berkekuatan 5,2 Magnitudo yang terjadi di Yogyakarta, tak berpotensi tsunami. Namun, guncangan terasa hingga sebagian daerah di Jawa Timur.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan analisa pihaknya menunjukan gempa bumi Yogyakarta terletak pada koordinat 8,82&amp;deg; LS -110,25&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 100 Km arah barat daya Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan kedalaman 73 Km.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah. Akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia (intra-slab). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),&amp;quot; kata Daryono dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/2/2025).&#13;
&#13;
Kendati demikian, Daryono menyampaikan, guncangan gempa ini dirasakan di daerah Yogyakarta bahkan sebagian daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. &amp;quot;Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Sleman, Kebumen, Purworejo dengan skala intensitas III MMI,&amp;quot; ujar Daryono.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Intensitas III MMI merupakan istilah getaran yang dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Daerah Klaten, Pacitan, Karangkates dan Trenggalek dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang),&amp;quot; ucap Daryono.&#13;
&#13;
Meski begitu, Daryono memastikan, gempa bumi ini tak berpotensi tsunami. Namun, kata dia, gempa bumi ini memicu adanya gempa susulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 08.02 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),&amp;quot; tandas Daryono.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa berkekuatan 5,2 Magnitudo yang terjadi di Yogyakarta, tak berpotensi tsunami. Namun, guncangan terasa hingga sebagian daerah di Jawa Timur.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan analisa pihaknya menunjukan gempa bumi Yogyakarta terletak pada koordinat 8,82&amp;deg; LS -110,25&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 100 Km arah barat daya Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan kedalaman 73 Km.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah. Akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia (intra-slab). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),&amp;quot; kata Daryono dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/2/2025).&#13;
&#13;
Kendati demikian, Daryono menyampaikan, guncangan gempa ini dirasakan di daerah Yogyakarta bahkan sebagian daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. &amp;quot;Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Sleman, Kebumen, Purworejo dengan skala intensitas III MMI,&amp;quot; ujar Daryono.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Intensitas III MMI merupakan istilah getaran yang dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Daerah Klaten, Pacitan, Karangkates dan Trenggalek dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang),&amp;quot; ucap Daryono.&#13;
&#13;
Meski begitu, Daryono memastikan, gempa bumi ini tak berpotensi tsunami. Namun, kata dia, gempa bumi ini memicu adanya gempa susulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 08.02 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),&amp;quot; tandas Daryono.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
