<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peras WN China di Bandara Soetta, Sejumlah Petugas Imigrasi Dicopot</title><description>Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto merespon kasus dugaan pemerasan oleh petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta yang dilaporkan Kedutaan Besar China.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109846/peras-wn-china-di-bandara-soetta-sejumlah-petugas-imigrasi-dicopot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109846/peras-wn-china-di-bandara-soetta-sejumlah-petugas-imigrasi-dicopot"/><item><title>Peras WN China di Bandara Soetta, Sejumlah Petugas Imigrasi Dicopot</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109846/peras-wn-china-di-bandara-soetta-sejumlah-petugas-imigrasi-dicopot</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109846/peras-wn-china-di-bandara-soetta-sejumlah-petugas-imigrasi-dicopot</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2025 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/02/337/3109846/menteri_imigrasi_dan_pemasyarakatan_agus_andrianto-XMgd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/02/337/3109846/menteri_imigrasi_dan_pemasyarakatan_agus_andrianto-XMgd_large.jpg</image><title>Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto merespon kasus dugaan pemerasan oleh petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta yang dilaporkan Kedutaan Besar China. Kini, seluruh petugas yang diduga terlibat dalam pemerasan itu pun langsung dicopot.&#13;
&#13;
Dalam suratnya kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kedutaan Besar China melampirkan sebanyak 44 kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh petugas imigrasi. Dalam surat tersebut juga tercantum nama-nama petugas yang diduga melakukan pemerasan berdasarkan nama rekening penerima transfer.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah kami termia semua datanya, langsung kami tarik semua (petugas) yang (namanya) ada di data penugasan di Soetta, kami ganti,&amp;quot; kata Agus Andrianto kepada wartawan, dikutip Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
Meski demikian, Agus menegaskan, bahwa laporan Kedutaan Besar China ini berbeda dari kasus seorang TikToker China yang beberapa waktu silam pernah menggunggah video pungli.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau yang itu (TikToker China buat video pungli), itu benar (hoaks). Ini case yang berbeda, data yang berbeda,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seluru petugas imigrasi yang namanya diduga terlibat pemerassan pun langsung diperiksa secara internal. Agus meyakini Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berkomitmen untuk menguak dugaan pemerasan itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan internal,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia pun berterima kasih dengan Kedubes China yang memberikan informasi tersebut. Menteri Agus menuturkan hal ini menjadi momentum Direktorat Jenderal Imigrasi untuk berbenah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami terima kasih dengan informasi dari kedutaan RRC atas perilaku anggota di lapangan, dan kami akan terus berbenah demi kebaikan institusi Imigrasi khususnya, termasuk di permasyarakatan,&amp;quot; ujar Agus.&#13;
&#13;
Menteri Agus menuturkan Kementerian Imipas yang dipimpinnya akan selalu terbuka dengan saran, kritik dan masukan selama dapat dipertanggungjawabkan. Dia pun mengaku bersyukur dengan informasi dari Kedubes China.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau nggak diinformasikan kedutaan, kami kan gak tahu. Dengan begini kami bersyukur sehingga segera, tanpa tunggu lama dapat kami ambil langkah perbaikan. Dan ini menjadi perongatan untuk jajaran Unit Pelayanan, untuk amanah dam tak ceroboh dalam menjalankan tugasnya,&amp;quot; tegas Menteri Agus.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto merespon kasus dugaan pemerasan oleh petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta yang dilaporkan Kedutaan Besar China. Kini, seluruh petugas yang diduga terlibat dalam pemerasan itu pun langsung dicopot.&#13;
&#13;
Dalam suratnya kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kedutaan Besar China melampirkan sebanyak 44 kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh petugas imigrasi. Dalam surat tersebut juga tercantum nama-nama petugas yang diduga melakukan pemerasan berdasarkan nama rekening penerima transfer.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah kami termia semua datanya, langsung kami tarik semua (petugas) yang (namanya) ada di data penugasan di Soetta, kami ganti,&amp;quot; kata Agus Andrianto kepada wartawan, dikutip Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
Meski demikian, Agus menegaskan, bahwa laporan Kedutaan Besar China ini berbeda dari kasus seorang TikToker China yang beberapa waktu silam pernah menggunggah video pungli.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau yang itu (TikToker China buat video pungli), itu benar (hoaks). Ini case yang berbeda, data yang berbeda,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seluru petugas imigrasi yang namanya diduga terlibat pemerassan pun langsung diperiksa secara internal. Agus meyakini Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berkomitmen untuk menguak dugaan pemerasan itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan internal,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia pun berterima kasih dengan Kedubes China yang memberikan informasi tersebut. Menteri Agus menuturkan hal ini menjadi momentum Direktorat Jenderal Imigrasi untuk berbenah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami terima kasih dengan informasi dari kedutaan RRC atas perilaku anggota di lapangan, dan kami akan terus berbenah demi kebaikan institusi Imigrasi khususnya, termasuk di permasyarakatan,&amp;quot; ujar Agus.&#13;
&#13;
Menteri Agus menuturkan Kementerian Imipas yang dipimpinnya akan selalu terbuka dengan saran, kritik dan masukan selama dapat dipertanggungjawabkan. Dia pun mengaku bersyukur dengan informasi dari Kedubes China.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau nggak diinformasikan kedutaan, kami kan gak tahu. Dengan begini kami bersyukur sehingga segera, tanpa tunggu lama dapat kami ambil langkah perbaikan. Dan ini menjadi perongatan untuk jajaran Unit Pelayanan, untuk amanah dam tak ceroboh dalam menjalankan tugasnya,&amp;quot; tegas Menteri Agus.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
