<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pard Leadership Meeting 2025, Kemenag: Bahas Peran Agama dalam Pembangunan Global</title><description>Momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat diplomasi keagamaan&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109849/pard-leadership-meeting-2025-kemenag-bahas-peran-agama-dalam-pembangunan-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109849/pard-leadership-meeting-2025-kemenag-bahas-peran-agama-dalam-pembangunan-global"/><item><title>Pard Leadership Meeting 2025, Kemenag: Bahas Peran Agama dalam Pembangunan Global</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109849/pard-leadership-meeting-2025-kemenag-bahas-peran-agama-dalam-pembangunan-global</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109849/pard-leadership-meeting-2025-kemenag-bahas-peran-agama-dalam-pembangunan-global</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2025 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Patricia Leonard</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/02/337/3109849/kemenag-Qvor_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Ahmad Zayadi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/02/337/3109849/kemenag-Qvor_large.jpg</image><title>Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Ahmad Zayadi</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia didapuk menjadi tuan rumah International Partnership on Religion and Sustainable Development (Pard) Leadership Meeting 2025. Acara ini digelar bersamaan dengan Pard&amp;nbsp;Workshop of Strategic Religious Engagement Evidence Project di Jakarta pada 3-6 Februari 2025.&#13;
&#13;
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Zayadi mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat diplomasi keagamaan di tingkat global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia memiliki model praktik keberagamaan yang inklusif dan toleran. Dengan bergabung dalam kepemimpinan Pard, kita ingin memastikan bahwa agama memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat dialog antaragama di tingkat global,&amp;rdquo; ujar Zayadi di Jakarta, Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
Dikatakannya, keterlibatan Indonesia Pard mencerminkan peran aktif negara dalam mempromosikan moderasi beragama dan harmoni antarumat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia bergabung dalam Pard sejak Desember 2022 dan diangkat sebagai anggota Steering Board pada Agustus 2023. Posisi Indonesia semakin diperkuat dengan ditunjuknya Nuria Isna Asyar dari Kemenag sebagai Co-Chair perwakilan pemerintah sejak Oktober 2023.&#13;
&#13;
Pard sendiri merupakan forum yang mempertemukan berbagai entitas&amp;mdash;pemerintah, organisasi multilateral, organisasi berbasis agama serta akademisi untuk membahas dan mengimplementasikan peran agama dalam pembangunan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Indonesia menjadi negara pertama dari Global South yang bergabung dengan Pard, menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam diplomasi lintas agama dan pembangunan berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa keterlibatan ini selaras dengan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan moderasi beragama dan kerja sama lintas agama dalam mengatasi tantangan global,&amp;rdquo;tuturnya.&#13;
&#13;
Keterlibatan aktif Indonesia dalam Pard memperkuat perannya dalam forum internasional, mendorong kerja sama lintas agama, serta memberi manfaat konkret bagi masyarakat global dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Agama bukan hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan dan diplomasi internasional. Indonesia akan terus mengedepankan peran agama sebagai perekat sosial dan pendorong kemajuan,&amp;rdquo; tandas Zayadi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Co-Chair Pemerintah Nuria Isna Asyar mengatakan, Kemenag tengah mempersiapkan langkah strategis dengan menginisiasi pembentukan Pard Asia, sebuah sub-regional bagi anggota Pard yang berlokasi di wilayah Asia.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Upaya ini bertujuan untuk memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi agama di tingkat regional, terutama di kawasan ASEAN,&amp;rdquo;ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Antusiasme tinggi dari anggota kemitraan Pard di kawasan Asia menunjukkan bahwa inisiatif ini mendapat sambutan positif. Hal ini semakin menguatkan tekad Kemenag untuk segera merealisasikan langkah-langkah konkret dalam membangun Pard Asia,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Isna menyebut, pembentukan Pard Asia, Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam membangun kerja sama lintas agama di Asia.&amp;rdquo;Serta memperkuat posisinya sebagai pelopor diplomasi agama di tingkat global,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia didapuk menjadi tuan rumah International Partnership on Religion and Sustainable Development (Pard) Leadership Meeting 2025. Acara ini digelar bersamaan dengan Pard&amp;nbsp;Workshop of Strategic Religious Engagement Evidence Project di Jakarta pada 3-6 Februari 2025.&#13;
&#13;
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Zayadi mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat diplomasi keagamaan di tingkat global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia memiliki model praktik keberagamaan yang inklusif dan toleran. Dengan bergabung dalam kepemimpinan Pard, kita ingin memastikan bahwa agama memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat dialog antaragama di tingkat global,&amp;rdquo; ujar Zayadi di Jakarta, Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
Dikatakannya, keterlibatan Indonesia Pard mencerminkan peran aktif negara dalam mempromosikan moderasi beragama dan harmoni antarumat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia bergabung dalam Pard sejak Desember 2022 dan diangkat sebagai anggota Steering Board pada Agustus 2023. Posisi Indonesia semakin diperkuat dengan ditunjuknya Nuria Isna Asyar dari Kemenag sebagai Co-Chair perwakilan pemerintah sejak Oktober 2023.&#13;
&#13;
Pard sendiri merupakan forum yang mempertemukan berbagai entitas&amp;mdash;pemerintah, organisasi multilateral, organisasi berbasis agama serta akademisi untuk membahas dan mengimplementasikan peran agama dalam pembangunan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Indonesia menjadi negara pertama dari Global South yang bergabung dengan Pard, menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam diplomasi lintas agama dan pembangunan berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa keterlibatan ini selaras dengan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan moderasi beragama dan kerja sama lintas agama dalam mengatasi tantangan global,&amp;rdquo;tuturnya.&#13;
&#13;
Keterlibatan aktif Indonesia dalam Pard memperkuat perannya dalam forum internasional, mendorong kerja sama lintas agama, serta memberi manfaat konkret bagi masyarakat global dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Agama bukan hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan dan diplomasi internasional. Indonesia akan terus mengedepankan peran agama sebagai perekat sosial dan pendorong kemajuan,&amp;rdquo; tandas Zayadi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Co-Chair Pemerintah Nuria Isna Asyar mengatakan, Kemenag tengah mempersiapkan langkah strategis dengan menginisiasi pembentukan Pard Asia, sebuah sub-regional bagi anggota Pard yang berlokasi di wilayah Asia.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Upaya ini bertujuan untuk memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi agama di tingkat regional, terutama di kawasan ASEAN,&amp;rdquo;ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Antusiasme tinggi dari anggota kemitraan Pard di kawasan Asia menunjukkan bahwa inisiatif ini mendapat sambutan positif. Hal ini semakin menguatkan tekad Kemenag untuk segera merealisasikan langkah-langkah konkret dalam membangun Pard Asia,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Isna menyebut, pembentukan Pard Asia, Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam membangun kerja sama lintas agama di Asia.&amp;rdquo;Serta memperkuat posisinya sebagai pelopor diplomasi agama di tingkat global,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
