<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu Bantu Selesaikan Kasus Pemerasan 44 WN China oleh Petugas Imigrasi Bandara Soetta</title><description>Kemlu memastikan akan membantu memfasilitasi dengan seluruh kementerian-lembaga untuk penyelesaian laporan kasus pemerasan WN China di Bandara Soetta.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109868/kemlu-bantu-selesaikan-kasus-pemerasan-44-wn-china-oleh-petugas-imigrasi-bandara-soetta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109868/kemlu-bantu-selesaikan-kasus-pemerasan-44-wn-china-oleh-petugas-imigrasi-bandara-soetta"/><item><title>Kemlu Bantu Selesaikan Kasus Pemerasan 44 WN China oleh Petugas Imigrasi Bandara Soetta</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109868/kemlu-bantu-selesaikan-kasus-pemerasan-44-wn-china-oleh-petugas-imigrasi-bandara-soetta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/02/337/3109868/kemlu-bantu-selesaikan-kasus-pemerasan-44-wn-china-oleh-petugas-imigrasi-bandara-soetta</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2025 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/02/337/3109868/kemlu_bantu_selesaikan_kasus_pemerasan_44_wn_china_oleh_petugas_imigrasi_bandara_soetta-BKYf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemlu Bantu Selesaikan Kasus Pemerasan 44 WN China oleh Petugas Imigrasi Bandara Soetta (Foto: Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/02/337/3109868/kemlu_bantu_selesaikan_kasus_pemerasan_44_wn_china_oleh_petugas_imigrasi_bandara_soetta-BKYf_large.jpg</image><title>Kemlu Bantu Selesaikan Kasus Pemerasan 44 WN China oleh Petugas Imigrasi Bandara Soetta (Foto: Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia memastikan akan membantu memfasilitasi dengan seluruh kementerian-lembaga untuk penyelesaian laporan kasus pemerasan warga negara (WN) China yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) oleh petugas Imigrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Direktorat Konsuler Kemlu terus membantu memfasilitasi komunikasi dengan seluruh lembaga/instansi terkait di Indonesia dengan pihak Kedubes RRT,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah Soemirat dalam keterangannya, Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Roy sapaan Rolliansyah Soemirat mengatakan bahwa saat ini tengah dilakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak. &amp;ldquo;Mengingat tentunya masih banyak hal yang dilakukan dalam rangka mengklarifikasi hal-hal yang saat ini dibicarakan oleh publik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kedutaan Besar (Kedubes) China mengungkap adanya 44 warga menjadi korban pemerasan di Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta. Hal itu terungkap dari Surat Kedubes China yang ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun lalu, dengan bantuan dari Departemen Konsuler Kementerian yang terhormat, Kedutaan Besar Tiongkok telah menjaga kontak dan koordinasi erat dengan Kantor Imigrasi Bandara Internasional Jakarta, dan telah menyelesaikan setidaknya 44 kasus pemerasan,&amp;rdquo; tulis surat yang beredar.&#13;
&#13;
Dalam surat itu, Kedubes China turut melampirkan sebanyak 44 kasus pemerasan yang ada. Dari total 44 kasus itu terdapat 60 korban dengan total dugaan pemerasan mencapai Rp32.750.000.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan jumlah total sekitar Rp32.750.000 dikembalikan kepada lebih dari 60 warga negara Tiongkok,&amp;rdquo; tulis surat itu.&#13;
&#13;
Atas kejadian ini, Kedubes China juga meminta agar pemerintah memasang tanda untuk tidak memberikan tip apapun dalam bahasa China, Indonesia ataupun Inggris di pintu-pintu imigrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedubes China berharap terdapat tanda perintah tidak memberikan tip dapat dikeluarkan kepada agen perjalanan Tiongkok, sehingga mereka tidak menyarankan para pelancong Tiongkok untuk menyuap petugas Imigrasi,&amp;rdquo; tulis Kedubes China.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia memastikan akan membantu memfasilitasi dengan seluruh kementerian-lembaga untuk penyelesaian laporan kasus pemerasan warga negara (WN) China yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) oleh petugas Imigrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Direktorat Konsuler Kemlu terus membantu memfasilitasi komunikasi dengan seluruh lembaga/instansi terkait di Indonesia dengan pihak Kedubes RRT,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah Soemirat dalam keterangannya, Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Roy sapaan Rolliansyah Soemirat mengatakan bahwa saat ini tengah dilakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak. &amp;ldquo;Mengingat tentunya masih banyak hal yang dilakukan dalam rangka mengklarifikasi hal-hal yang saat ini dibicarakan oleh publik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kedutaan Besar (Kedubes) China mengungkap adanya 44 warga menjadi korban pemerasan di Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta. Hal itu terungkap dari Surat Kedubes China yang ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun lalu, dengan bantuan dari Departemen Konsuler Kementerian yang terhormat, Kedutaan Besar Tiongkok telah menjaga kontak dan koordinasi erat dengan Kantor Imigrasi Bandara Internasional Jakarta, dan telah menyelesaikan setidaknya 44 kasus pemerasan,&amp;rdquo; tulis surat yang beredar.&#13;
&#13;
Dalam surat itu, Kedubes China turut melampirkan sebanyak 44 kasus pemerasan yang ada. Dari total 44 kasus itu terdapat 60 korban dengan total dugaan pemerasan mencapai Rp32.750.000.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan jumlah total sekitar Rp32.750.000 dikembalikan kepada lebih dari 60 warga negara Tiongkok,&amp;rdquo; tulis surat itu.&#13;
&#13;
Atas kejadian ini, Kedubes China juga meminta agar pemerintah memasang tanda untuk tidak memberikan tip apapun dalam bahasa China, Indonesia ataupun Inggris di pintu-pintu imigrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedubes China berharap terdapat tanda perintah tidak memberikan tip dapat dikeluarkan kepada agen perjalanan Tiongkok, sehingga mereka tidak menyarankan para pelancong Tiongkok untuk menyuap petugas Imigrasi,&amp;rdquo; tulis Kedubes China.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
