<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Banjir Jakarta Tak Langsung Surut? Begini Pengakuan Dinas SDA</title><description>Sejumlah wilayah di Jakarta sempat dikepung banjir saat cuaca tergolong ekstrem dan tidak langsung surut pada Selasa 28 Januari silam akibat curah hujan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/02/338/3109914/kenapa-banjir-jakarta-tak-langsung-surut-begini-pengakuan-dinas-sda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/02/338/3109914/kenapa-banjir-jakarta-tak-langsung-surut-begini-pengakuan-dinas-sda"/><item><title>Kenapa Banjir Jakarta Tak Langsung Surut? Begini Pengakuan Dinas SDA</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/02/338/3109914/kenapa-banjir-jakarta-tak-langsung-surut-begini-pengakuan-dinas-sda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/02/338/3109914/kenapa-banjir-jakarta-tak-langsung-surut-begini-pengakuan-dinas-sda</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2025 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/02/338/3109914/banjir-deuU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi banjir Jakarta (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/02/338/3109914/banjir-deuU_large.jpg</image><title>Ilustrasi banjir Jakarta (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah wilayah di Jakarta sempat dikepung banjir saat cuaca tergolong ekstrem dan tidak langsung surut pada Selasa 28 Januari silam. Curah hujan tercatat mencapai 368 Mm/hari hampir serupa dengan 1 Januari 2020.&#13;
&#13;
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (Sekdis SDA) DKI Jakarta, Hendri mengatakan infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta hanya mampu maksimal 150 Mm/hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada 28 Januari 2024, intensitas hujan di Jakarta mencapai 368 mm/hari, mendekati rekor tertinggi pada 1 Januari 2020 yang mencapai 377 mm/hari,&amp;quot; kata Hendri saat dikonfirmasi, Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara itu, infrastruktur pengendali banjir di Jakarta dirancang untuk menampung curah hujan maksimal 150 mm/hari. Ketika hujan turun dengan intensitas ekstrem (melebihi 150 mm/hari), sistem drainase tidak mampu menampung volume air sebesar itu, sehingga banjir pun terjadi dan air lama surut,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hendri mengklaim bersama instansi terkait lainnya telah mengoperasikan pompa mobile dan apung untuk mempercepat proses surutnya banjir saat itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk mengatasi hal ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama instansi terkait telah mengerahkan satuan tugas (satgas) ke titik-titik terdampak. Mereka mengoperasikan pompa mobile dan pompa apung untuk mempercepat surutnya genangan, serta membersihkan saluran drainase agar air dapat mengalir lebih lancar,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, banjir baru dapat suruh setelah beberapa hari merendam rumah warga terutama di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Jumat 31 Januari malam.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah wilayah di Jakarta sempat dikepung banjir saat cuaca tergolong ekstrem dan tidak langsung surut pada Selasa 28 Januari silam. Curah hujan tercatat mencapai 368 Mm/hari hampir serupa dengan 1 Januari 2020.&#13;
&#13;
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (Sekdis SDA) DKI Jakarta, Hendri mengatakan infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta hanya mampu maksimal 150 Mm/hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada 28 Januari 2024, intensitas hujan di Jakarta mencapai 368 mm/hari, mendekati rekor tertinggi pada 1 Januari 2020 yang mencapai 377 mm/hari,&amp;quot; kata Hendri saat dikonfirmasi, Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara itu, infrastruktur pengendali banjir di Jakarta dirancang untuk menampung curah hujan maksimal 150 mm/hari. Ketika hujan turun dengan intensitas ekstrem (melebihi 150 mm/hari), sistem drainase tidak mampu menampung volume air sebesar itu, sehingga banjir pun terjadi dan air lama surut,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hendri mengklaim bersama instansi terkait lainnya telah mengoperasikan pompa mobile dan apung untuk mempercepat proses surutnya banjir saat itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk mengatasi hal ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama instansi terkait telah mengerahkan satuan tugas (satgas) ke titik-titik terdampak. Mereka mengoperasikan pompa mobile dan pompa apung untuk mempercepat surutnya genangan, serta membersihkan saluran drainase agar air dapat mengalir lebih lancar,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, banjir baru dapat suruh setelah beberapa hari merendam rumah warga terutama di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Jumat 31 Januari malam.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
