<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Gelar Perkara Kasus Pagar Laut Tangerang Besok</title><description>Polri bakal melakukan gelar perkara kasus pagar laut di perairan Tangerang, Banten, besok, Selasa 4 Februari 2025, guna menentukan apakah kasus tersebut dapat naik ke tahap penyidikan atau tidak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/03/337/3110297/polri-gelar-perkara-kasus-pagar-laut-tangerang-besok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/03/337/3110297/polri-gelar-perkara-kasus-pagar-laut-tangerang-besok"/><item><title>Polri Gelar Perkara Kasus Pagar Laut Tangerang Besok</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/03/337/3110297/polri-gelar-perkara-kasus-pagar-laut-tangerang-besok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/03/337/3110297/polri-gelar-perkara-kasus-pagar-laut-tangerang-besok</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2025 20:46 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/03/337/3110297/polri_gelar_pekara_kasus_pagar_laut_tangerang_besok-gnwm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polri gelar pekara kasus pagar laut Tangerang besok (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/03/337/3110297/polri_gelar_pekara_kasus_pagar_laut_tangerang_besok-gnwm_large.jpg</image><title>Polri gelar pekara kasus pagar laut Tangerang besok (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polri bakal melakukan gelar perkara kasus pagar laut di perairan Tangerang, Banten, besok, Selasa 4 Februari 2025, guna menentukan apakah kasus tersebut dapat naik ke tahap penyidikan atau tidak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akan gelar perkara, gelar perkara kemungkinan akan kami laksanakan besok,&amp;quot; kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Raharjo Puro di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2025).&#13;
&#13;
Djuhandani mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa tujuh saksi dalam kasus tersebut. Mulai dari Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB) Raden Lukman hingga Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Banten.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah memeriksa beberapa pihak, yaitu masyarakat pemohon hak, kemudian KJSB Raden Lukman, dari kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintahan daerah kabupaten Tangerang, serta Pemerintahan Daerah Provinsi Banten,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Djuhandani memerinci, ketujuh saksi itu adalah dari Inspektorat Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, mantan Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kabupaten Tangerang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian, dua orang panitia A, Kakantah Kabupaten Tangerang yang baru, Kasi Sengketa Kantah Kabupaten Tangerang, dan Kasi Penetapan Kantah Kabupaten Tangerang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasilnya ada tujuh yang kami periksa. Kami mengucapkan terima kasih ke Menteri ATR/BPN (Nusron Wahid) yang sudah mendukung sepenuhnya proses penyelidikan oleh Bareskrim Polri,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polri bakal melakukan gelar perkara kasus pagar laut di perairan Tangerang, Banten, besok, Selasa 4 Februari 2025, guna menentukan apakah kasus tersebut dapat naik ke tahap penyidikan atau tidak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akan gelar perkara, gelar perkara kemungkinan akan kami laksanakan besok,&amp;quot; kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Raharjo Puro di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2025).&#13;
&#13;
Djuhandani mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa tujuh saksi dalam kasus tersebut. Mulai dari Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB) Raden Lukman hingga Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Banten.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah memeriksa beberapa pihak, yaitu masyarakat pemohon hak, kemudian KJSB Raden Lukman, dari kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintahan daerah kabupaten Tangerang, serta Pemerintahan Daerah Provinsi Banten,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Djuhandani memerinci, ketujuh saksi itu adalah dari Inspektorat Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, mantan Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kabupaten Tangerang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian, dua orang panitia A, Kakantah Kabupaten Tangerang yang baru, Kasi Sengketa Kantah Kabupaten Tangerang, dan Kasi Penetapan Kantah Kabupaten Tangerang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasilnya ada tujuh yang kami periksa. Kami mengucapkan terima kasih ke Menteri ATR/BPN (Nusron Wahid) yang sudah mendukung sepenuhnya proses penyelidikan oleh Bareskrim Polri,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
