<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ombudsman Banten Ungkap Kerugian Nelayan Akibat Pagar Laut Capai Rp24 Miliar</title><description>Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten, Fadli Afriadi mengungkapkan, kerugian nelayan akibat pagar laut mencapai Rp24 miliar. Kerugian tersebut dialami 3.888 nelayan. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/03/338/3110246/ombudsman-banten-ungkap-kerugian-nelayan-akibat-pagar-laut-capai-rp24-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/03/338/3110246/ombudsman-banten-ungkap-kerugian-nelayan-akibat-pagar-laut-capai-rp24-miliar"/><item><title>Ombudsman Banten Ungkap Kerugian Nelayan Akibat Pagar Laut Capai Rp24 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/03/338/3110246/ombudsman-banten-ungkap-kerugian-nelayan-akibat-pagar-laut-capai-rp24-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/03/338/3110246/ombudsman-banten-ungkap-kerugian-nelayan-akibat-pagar-laut-capai-rp24-miliar</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2025 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/03/338/3110246/ombudsman-GqnW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten, Fadli Afriadi (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/03/338/3110246/ombudsman-GqnW_large.jpg</image><title>Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten, Fadli Afriadi (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten, Fadli Afriadi mengungkapkan, kerugian nelayan akibat pagar laut mencapai Rp24 miliar. Kerugian tersebut dialami 3.888 nelayan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu ia sampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Investigasi Atas Prakarsa Sendiri Ombudsman RI Permasalahan Pagar Laut di Kabupaten Tangerang Banten, di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Senin (3/2/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan perhitungan kami, minimal kerugian yang dialami oleh hampir 4 ribu nelayan itu mencapai sekurang-kurangnya Rp24 miliar, sekurang-kurangnya,&amp;quot; kata Fadli.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, jumlah kerugian tersebut berdasarkan perhitungan adanya kebutuhan solar tambahan bagi nelayan semenjak berdirinya pagar laut bambu itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahan bakar yang bertambah antara 4-6 liter solar per hari,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Unsur kerugian lainnya berupa berkurangnya hasil tangkapan dan kerusakan kapal yang disebabkan pagar laut. &amp;quot;Sehingga minimal itu angkanya Rp24 miliar sampai dengan dilakukannya pembongkaran. Jadi terhitung dari Agustus 2024-Januari 2025,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten, Fadli Afriadi mengungkapkan, kerugian nelayan akibat pagar laut mencapai Rp24 miliar. Kerugian tersebut dialami 3.888 nelayan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu ia sampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Investigasi Atas Prakarsa Sendiri Ombudsman RI Permasalahan Pagar Laut di Kabupaten Tangerang Banten, di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Senin (3/2/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan perhitungan kami, minimal kerugian yang dialami oleh hampir 4 ribu nelayan itu mencapai sekurang-kurangnya Rp24 miliar, sekurang-kurangnya,&amp;quot; kata Fadli.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, jumlah kerugian tersebut berdasarkan perhitungan adanya kebutuhan solar tambahan bagi nelayan semenjak berdirinya pagar laut bambu itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahan bakar yang bertambah antara 4-6 liter solar per hari,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Unsur kerugian lainnya berupa berkurangnya hasil tangkapan dan kerusakan kapal yang disebabkan pagar laut. &amp;quot;Sehingga minimal itu angkanya Rp24 miliar sampai dengan dilakukannya pembongkaran. Jadi terhitung dari Agustus 2024-Januari 2025,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
