<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral, Emak-Emak Diduga Tewas Kelelahan Usai Antre Gas 3 Kg di Pamulang</title><description>Seorang ibu rumah tangga (IRT) meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat antre membeli gas elpiji 3 Kg di Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/03/338/3110261/viral-emak-emak-diduga-tewas-kelelahan-usai-antre-gas-3-kg-di-pamulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/03/338/3110261/viral-emak-emak-diduga-tewas-kelelahan-usai-antre-gas-3-kg-di-pamulang"/><item><title>Viral, Emak-Emak Diduga Tewas Kelelahan Usai Antre Gas 3 Kg di Pamulang</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/03/338/3110261/viral-emak-emak-diduga-tewas-kelelahan-usai-antre-gas-3-kg-di-pamulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/03/338/3110261/viral-emak-emak-diduga-tewas-kelelahan-usai-antre-gas-3-kg-di-pamulang</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2025 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/03/338/3110261/mayat-K2zm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/03/338/3110261/mayat-K2zm_large.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Seorang ibu rumah tangga (IRT) meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat antre membeli gas elpiji 3 Kg di Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Saat ini, masyarakat harus membeli langsung gas elpiji 3 Kg pangkalan resmi.&#13;
&#13;
Berdasarkan unggahan akun Instagram @viralciledug, disebutkan bahwa ibu tersebut meninggal dunia setelah antre selama berjam-jam sejak pagi pada Senin 3 Februari 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dia nyari gas muter dari pagi gak dapat, dia antre di agen berjam-jam,&amp;quot; bunyi keterangan unggahan akun Instagram tersebut.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi, sebelum meninggal, korban terlihat sedang duduk di rumah setelah capai memburu gas melon tersebut. &amp;quot;Sempat dibawa ke RS buat mastiin ternyata (korban) memang sudah meninggal,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Istana juga telah buka suara soal gas elpiji 3 kg yang sudah tidak bisa dijual pedagang eceran per 1 Februari 2025, dan pembelian hanya bisa dari pangkalan LPG resmi Pertamina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembelian gas elpiji 3 kg kini tidak bisa dilakukan di warung pengecer, melainkan sepenuhnya dari pangkalan LPG resmi. Meski demikian Pertamina Patra Niaga memastikan masyarakat akan mendapat harga lebih murah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengungkapkan, pembelian di pangkalan resmi LPG 3 kg lebih murah karena harga yang digunakan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagi masyarakat, pembelian di Pangkalan resmi LPG 3 kg tentu lebih murah harganya dibandingkan pengecer karena harga yang di jual sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing wilayah,&amp;quot; tutur Heppy dalam keterangan resmi, Senin 3 Januari 2025.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang ibu rumah tangga (IRT) meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat antre membeli gas elpiji 3 Kg di Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Saat ini, masyarakat harus membeli langsung gas elpiji 3 Kg pangkalan resmi.&#13;
&#13;
Berdasarkan unggahan akun Instagram @viralciledug, disebutkan bahwa ibu tersebut meninggal dunia setelah antre selama berjam-jam sejak pagi pada Senin 3 Februari 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dia nyari gas muter dari pagi gak dapat, dia antre di agen berjam-jam,&amp;quot; bunyi keterangan unggahan akun Instagram tersebut.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi, sebelum meninggal, korban terlihat sedang duduk di rumah setelah capai memburu gas melon tersebut. &amp;quot;Sempat dibawa ke RS buat mastiin ternyata (korban) memang sudah meninggal,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Istana juga telah buka suara soal gas elpiji 3 kg yang sudah tidak bisa dijual pedagang eceran per 1 Februari 2025, dan pembelian hanya bisa dari pangkalan LPG resmi Pertamina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembelian gas elpiji 3 kg kini tidak bisa dilakukan di warung pengecer, melainkan sepenuhnya dari pangkalan LPG resmi. Meski demikian Pertamina Patra Niaga memastikan masyarakat akan mendapat harga lebih murah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengungkapkan, pembelian di pangkalan resmi LPG 3 kg lebih murah karena harga yang digunakan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagi masyarakat, pembelian di Pangkalan resmi LPG 3 kg tentu lebih murah harganya dibandingkan pengecer karena harga yang di jual sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing wilayah,&amp;quot; tutur Heppy dalam keterangan resmi, Senin 3 Januari 2025.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
