<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekerja Khawatirkan Nasibnya, Pemerintah Diminta Tak Buru-Buru Hentikan PSN PIK 2</title><description>Banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/04/337/3110603/pekerja-khawatirkan-nasibnya-pemerintah-diminta-tak-buru-buru-hentikan-psn-pik-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/04/337/3110603/pekerja-khawatirkan-nasibnya-pemerintah-diminta-tak-buru-buru-hentikan-psn-pik-2"/><item><title>Pekerja Khawatirkan Nasibnya, Pemerintah Diminta Tak Buru-Buru Hentikan PSN PIK 2</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/04/337/3110603/pekerja-khawatirkan-nasibnya-pemerintah-diminta-tak-buru-buru-hentikan-psn-pik-2</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/04/337/3110603/pekerja-khawatirkan-nasibnya-pemerintah-diminta-tak-buru-buru-hentikan-psn-pik-2</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2025 18:48 WIB</pubDate><dc:creator>Sucipto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/04/337/3110603/pagar_laut-Gnkc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KKP saat segel pagar laut di Tangerang, Banten (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/04/337/3110603/pagar_laut-Gnkc_large.jpg</image><title>KKP saat segel pagar laut di Tangerang, Banten (Foto: Dok)</title></images><description>JAKARTA - Banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2). Kekhawatiran muncul setelah isu penghentian PSN PIK 2 mencuat setelah gaduh pagar laut, karena mereka dapat kehilangan pekerjaan jika proyek tersebut benar-benar dihentikan.&#13;
&#13;
Menurut Pakar Oseanografi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Denny Nugroho Sugianto, pemerintah sebaiknya tidak buru-buru menghentikan atau melanjutkan PSN. Pemerintah harus lebih dulu melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Merujuk dari nama PSN, kata Denny, maka proyek ini memiliki dampak strategis bagi negara maupun masyarakat. Sehingga dalam penentuan PSN, pemerintah tentu tidak asal-asalan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi pasti sudah melakukan kajian dari aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan,&amp;rdquo; kata Denny dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/2/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, dalam pelaksanaannya mungkin ada kaidah yang tidak sesuai dengan harapan pemerintah. &amp;ldquo;Dalam pelaksanaan di lapangan itu kan kadang-kadang ada dua hal yang berbeda, yang memunculkan tafsir yang berbeda,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Pengamat kelautan menegaskan, bahwa dalam konteks tersebut, sebaiknya pemerintah tidak buru-buru untuk menghentikan PSN atau melanjutkannya. Pemerintah bisa lebih dahulu melakukan evaluasi dan monitoring.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam implementasi atas regulasi pemerintah harus dilihat apakah sudah benar atau tidak. Karena PSN terkait dengan pembangunan berkelanjutan dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika tidak sesuai ya dihentikan, tapi kalau baik ya harus dilanjutkan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Salah seorang warga Pakuhaji, Tangerang, yang bekerja di PIK 2, Saepudin, mengatakan, banyak warga di pesisir pantai Tangerang yang menggantungkan nafkahnya di PIK.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan cuma saya, kalau saya ngomong sama orang-orang yang bekerja di sini, kami semua gelisah dan khawatir,&amp;rdquo; kata Saepudin, Selasa.&#13;
&#13;
Saepudin menyebut ada puluhan ribu orang Tangerang yang bekerja di sana. Mulai dari yang bekerja di kantoran, sopir, pedagang kaki lima, buruh bangunan, office boy, dan sebagainya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau sampai PSN dihentikan pasti akan berakibat pada kami juga. Bahkan, bisa saja kami kehilangan pekerjaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saepudin berharap pemerintah benar-benar memperhatikan nasib mereka, jika mau menghentikan PSN PIK2. &amp;ldquo;Tolong perhatikan nasib ratusan ribu orang seperti kami yang mencari nafkah di sini,&amp;rdquo; kata Saepudin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saepudin menambahkan, warga yang bekerja di kawasan PIK berharap persoalan politik ataupun persaingan bisnis terkait PSN, tidak menghancurkan kehidupan masyarakat kecil yang bekerja di PIK.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Janganlah urusan politik-politik atau bisnis sampai merugikan kami yang hanya orang kecil,&amp;rdquo; kata Saepudin.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2). Kekhawatiran muncul setelah isu penghentian PSN PIK 2 mencuat setelah gaduh pagar laut, karena mereka dapat kehilangan pekerjaan jika proyek tersebut benar-benar dihentikan.&#13;
&#13;
Menurut Pakar Oseanografi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Denny Nugroho Sugianto, pemerintah sebaiknya tidak buru-buru menghentikan atau melanjutkan PSN. Pemerintah harus lebih dulu melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Merujuk dari nama PSN, kata Denny, maka proyek ini memiliki dampak strategis bagi negara maupun masyarakat. Sehingga dalam penentuan PSN, pemerintah tentu tidak asal-asalan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi pasti sudah melakukan kajian dari aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan,&amp;rdquo; kata Denny dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/2/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, dalam pelaksanaannya mungkin ada kaidah yang tidak sesuai dengan harapan pemerintah. &amp;ldquo;Dalam pelaksanaan di lapangan itu kan kadang-kadang ada dua hal yang berbeda, yang memunculkan tafsir yang berbeda,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Pengamat kelautan menegaskan, bahwa dalam konteks tersebut, sebaiknya pemerintah tidak buru-buru untuk menghentikan PSN atau melanjutkannya. Pemerintah bisa lebih dahulu melakukan evaluasi dan monitoring.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam implementasi atas regulasi pemerintah harus dilihat apakah sudah benar atau tidak. Karena PSN terkait dengan pembangunan berkelanjutan dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika tidak sesuai ya dihentikan, tapi kalau baik ya harus dilanjutkan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Salah seorang warga Pakuhaji, Tangerang, yang bekerja di PIK 2, Saepudin, mengatakan, banyak warga di pesisir pantai Tangerang yang menggantungkan nafkahnya di PIK.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan cuma saya, kalau saya ngomong sama orang-orang yang bekerja di sini, kami semua gelisah dan khawatir,&amp;rdquo; kata Saepudin, Selasa.&#13;
&#13;
Saepudin menyebut ada puluhan ribu orang Tangerang yang bekerja di sana. Mulai dari yang bekerja di kantoran, sopir, pedagang kaki lima, buruh bangunan, office boy, dan sebagainya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau sampai PSN dihentikan pasti akan berakibat pada kami juga. Bahkan, bisa saja kami kehilangan pekerjaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saepudin berharap pemerintah benar-benar memperhatikan nasib mereka, jika mau menghentikan PSN PIK2. &amp;ldquo;Tolong perhatikan nasib ratusan ribu orang seperti kami yang mencari nafkah di sini,&amp;rdquo; kata Saepudin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saepudin menambahkan, warga yang bekerja di kawasan PIK berharap persoalan politik ataupun persaingan bisnis terkait PSN, tidak menghancurkan kehidupan masyarakat kecil yang bekerja di PIK.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Janganlah urusan politik-politik atau bisnis sampai merugikan kami yang hanya orang kecil,&amp;rdquo; kata Saepudin.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
