<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antrean Panjang di Pangkalan Gas Merdeka Kota Bogor, Warga: Nyiksa Ini Mah!</title><description>Antrean panjang warga yang hendak membeli gas subsidi 3 kilogram masih terus terjadi. Salah satunya di Pangkalan Gas Elpiji di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/04/338/3110439/antrean-panjang-di-pangkalan-gas-merdeka-kota-bogor-warga-nyiksa-ini-mah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/04/338/3110439/antrean-panjang-di-pangkalan-gas-merdeka-kota-bogor-warga-nyiksa-ini-mah"/><item><title>Antrean Panjang di Pangkalan Gas Merdeka Kota Bogor, Warga: Nyiksa Ini Mah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/04/338/3110439/antrean-panjang-di-pangkalan-gas-merdeka-kota-bogor-warga-nyiksa-ini-mah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/04/338/3110439/antrean-panjang-di-pangkalan-gas-merdeka-kota-bogor-warga-nyiksa-ini-mah</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2025 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/04/338/3110439/antre_beli_gas_di_bogor-4JnN_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Antre beli gas di Bogor</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/04/338/3110439/antre_beli_gas_di_bogor-4JnN_large.JPG</image><title>Antre beli gas di Bogor</title></images><description>BOGOR - Antrean panjang warga yang hendak membeli gas subsidi 3 kilogram masih terus terjadi. Salah satunya di Pangkalan Gas Elpiji di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.&#13;
&#13;
Warga rela antre berjam-jam untuk mendapatkan gas di pangkalan tersebut. Hal itu pun dikeluhkan warga yang merasa kesulitan dengan aturan baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menyiksa ini mah, rumah saya deket ngantrenya yang lama. Ke Cimanggu, Yasmin, ini ketiga kalinya di sini,&amp;quot; kata salah satu warga yang mengantre, Badri (71) kepada wartawan, Selasa (4/2/2025).&#13;
&#13;
Kata dia, niat pemerintah untuk membuat harga gas subsidi tidak melambungb tinggi ini justru terbalik. Karena, warga harus merogoh untuk ongkos dan lainnya dengan mendatangi pangkalan gas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi susah ini mah, ganti dah caranya nyiksa rakyat ini mah. Jadi naik, jadi tambah naik, belum antre 2 jam (habis) berapa duit,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dengan begitu, Badri mengaku tidak setuju dengan aturan yang baru ini. Diharapkan pemerintah bisa mengembalikan kondisi semula dimana masyarakat bisa mendapat gas dengan mudah di pengecer.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak setuju pokoknya mah, tolong diganti lagi (aturannya) lah,&amp;quot; pintanya.&#13;
&#13;
Warga lainnya, M. Yusuf (45) mengaku keberatan dengan aturan yang baru ini. Penjual gorengan itu kesulitan mencari gas untuk kebutuhannya berjualan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gorengan mah kan apinya harus nyala terus, gakaya masak biasa. Jadi, gasnya harus lebih dari satu gitu. Harapannya dipermudah aja gitu. Apalagi saya kan mata pencahariannya jualan gorengan,&amp;quot; ucap Yusuf.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>BOGOR - Antrean panjang warga yang hendak membeli gas subsidi 3 kilogram masih terus terjadi. Salah satunya di Pangkalan Gas Elpiji di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.&#13;
&#13;
Warga rela antre berjam-jam untuk mendapatkan gas di pangkalan tersebut. Hal itu pun dikeluhkan warga yang merasa kesulitan dengan aturan baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menyiksa ini mah, rumah saya deket ngantrenya yang lama. Ke Cimanggu, Yasmin, ini ketiga kalinya di sini,&amp;quot; kata salah satu warga yang mengantre, Badri (71) kepada wartawan, Selasa (4/2/2025).&#13;
&#13;
Kata dia, niat pemerintah untuk membuat harga gas subsidi tidak melambungb tinggi ini justru terbalik. Karena, warga harus merogoh untuk ongkos dan lainnya dengan mendatangi pangkalan gas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi susah ini mah, ganti dah caranya nyiksa rakyat ini mah. Jadi naik, jadi tambah naik, belum antre 2 jam (habis) berapa duit,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dengan begitu, Badri mengaku tidak setuju dengan aturan yang baru ini. Diharapkan pemerintah bisa mengembalikan kondisi semula dimana masyarakat bisa mendapat gas dengan mudah di pengecer.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak setuju pokoknya mah, tolong diganti lagi (aturannya) lah,&amp;quot; pintanya.&#13;
&#13;
Warga lainnya, M. Yusuf (45) mengaku keberatan dengan aturan yang baru ini. Penjual gorengan itu kesulitan mencari gas untuk kebutuhannya berjualan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gorengan mah kan apinya harus nyala terus, gakaya masak biasa. Jadi, gasnya harus lebih dari satu gitu. Harapannya dipermudah aja gitu. Apalagi saya kan mata pencahariannya jualan gorengan,&amp;quot; ucap Yusuf.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
