<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelajar di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lintasi Jembatan Rusak Gegara Banjir</title><description>Jembatan gantung di Kampung Sukajaya, Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten kondisinya memprihatinkan, bahkan nyaris putus.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/06/340/3111215/pelajar-di-pandeglang-bertaruh-nyawa-lintasi-jembatan-rusak-gegara-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/06/340/3111215/pelajar-di-pandeglang-bertaruh-nyawa-lintasi-jembatan-rusak-gegara-banjir"/><item><title>Pelajar di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lintasi Jembatan Rusak Gegara Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/06/340/3111215/pelajar-di-pandeglang-bertaruh-nyawa-lintasi-jembatan-rusak-gegara-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/06/340/3111215/pelajar-di-pandeglang-bertaruh-nyawa-lintasi-jembatan-rusak-gegara-banjir</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2025 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/06/340/3111215/jembatan_rusak-S0gZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jembatan rusak di Pandeglang, Banten (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/06/340/3111215/jembatan_rusak-S0gZ_large.jpg</image><title>Jembatan rusak di Pandeglang, Banten (Foto: Ist)</title></images><description>PANDEGLANG - Jembatan gantung di Kampung Sukajaya, Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten kondisinya memprihatinkan, bahkan nyaris putus.&#13;
&#13;
Ironisnya, jembatan yang memiliki panjang kurang lebih 30 meter dengan lebar sekitar 1 meter itu menjadi akses utama untuk para pelajar pergi ke sekolah.&#13;
&#13;
Mereka bertaruh nyawa meski kondisi jembatan gantung itu rusak karena tergerus tanah longsor dan banjir sejak 1 tahun silam. Bukannya diperbaiki, kondisinya semakin parah setelah sebagian badan jembatan rapuh dan beberapa tali seling putus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagian badan jembatan sudah banyak yang rapuh, terus tali-tali selingnya juga sudah banyak yang putus. Kami khawatir jika tidak segera ditangani akan ambruk,&amp;quot; kata salah satu warga sekitar, Herman, Kamis, 6 Februari 2025.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kondisi jembatan gantung saat ini membuat ia dan warga lainnya khawatir. Ia takut ketika dilintasi warga, jembatan ini akan putus. &amp;quot;Kami khawatir putus saat jembatan ini dilintasi warga. Apalagi, banyak anak-anak sekolah yang hendak pergi ke sekolah atau pulang sekolah lewat jembatan ini,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, jembatan gantung tersebut merupakan akses utama bagi warga di kampungnya, bahkan jembatan itu juga menghubungkan ke beberapa desa di Kecamatan Cikeusik ini.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski keadaan jembatan gantung rusak parah dan nyaris ambruk, lanjut dia, warga dan anak-anak sekolah terpaksa harus melintas di jembatan itu. Tidak ada akses lain yang bisa dilalui warga ketika hendak melakukan aktivitas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, meski memprihatinkan dan bertaruh nyawa terpaksa kami lewat jembatan ini ketika hendak melakukan aktivitas sehari-hari. Karena tidak ada akses lain,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Salah seorang anak SDN Nanggala, Nisa mengaku, merasa was-was saat melintasi jembatan gantung ketika hendak pergi ke sekolah. Ia takut jembatan tibat-tiba putus dan jatuh ke sungai. Tapi karena tidak ada akses kain, ia dan teman-temannya pun terpaksa harus tetap melintasi jembatan itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap hari kami melintasi jembatan ini ketika hendak pergi sekolah. Iya takut jatuh, karena bangunannya sudah banyak yang rusak, semoga saja bisa cepat dibenerin,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan dari pihak Pemerintah Kabupaten Pandeglang.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>PANDEGLANG - Jembatan gantung di Kampung Sukajaya, Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten kondisinya memprihatinkan, bahkan nyaris putus.&#13;
&#13;
Ironisnya, jembatan yang memiliki panjang kurang lebih 30 meter dengan lebar sekitar 1 meter itu menjadi akses utama untuk para pelajar pergi ke sekolah.&#13;
&#13;
Mereka bertaruh nyawa meski kondisi jembatan gantung itu rusak karena tergerus tanah longsor dan banjir sejak 1 tahun silam. Bukannya diperbaiki, kondisinya semakin parah setelah sebagian badan jembatan rapuh dan beberapa tali seling putus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagian badan jembatan sudah banyak yang rapuh, terus tali-tali selingnya juga sudah banyak yang putus. Kami khawatir jika tidak segera ditangani akan ambruk,&amp;quot; kata salah satu warga sekitar, Herman, Kamis, 6 Februari 2025.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kondisi jembatan gantung saat ini membuat ia dan warga lainnya khawatir. Ia takut ketika dilintasi warga, jembatan ini akan putus. &amp;quot;Kami khawatir putus saat jembatan ini dilintasi warga. Apalagi, banyak anak-anak sekolah yang hendak pergi ke sekolah atau pulang sekolah lewat jembatan ini,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, jembatan gantung tersebut merupakan akses utama bagi warga di kampungnya, bahkan jembatan itu juga menghubungkan ke beberapa desa di Kecamatan Cikeusik ini.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski keadaan jembatan gantung rusak parah dan nyaris ambruk, lanjut dia, warga dan anak-anak sekolah terpaksa harus melintas di jembatan itu. Tidak ada akses lain yang bisa dilalui warga ketika hendak melakukan aktivitas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, meski memprihatinkan dan bertaruh nyawa terpaksa kami lewat jembatan ini ketika hendak melakukan aktivitas sehari-hari. Karena tidak ada akses lain,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Salah seorang anak SDN Nanggala, Nisa mengaku, merasa was-was saat melintasi jembatan gantung ketika hendak pergi ke sekolah. Ia takut jembatan tibat-tiba putus dan jatuh ke sungai. Tapi karena tidak ada akses kain, ia dan teman-temannya pun terpaksa harus tetap melintasi jembatan itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap hari kami melintasi jembatan ini ketika hendak pergi sekolah. Iya takut jatuh, karena bangunannya sudah banyak yang rusak, semoga saja bisa cepat dibenerin,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan dari pihak Pemerintah Kabupaten Pandeglang.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
