<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBNU Gandeng Polri Tangani Kekerasan dan Radikalisme di Pondok Pesantren</title><description>Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Alissa Wahid mengatakan, pihaknya ingin menurunkan angka kekerasan yang terjadi di ponpes, untuk itu dia melakukan audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/12/337/3113041/pbnu-gandeng-polri-tangani-kekerasan-dan-radikalisme-di-pondok-pesantren</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/12/337/3113041/pbnu-gandeng-polri-tangani-kekerasan-dan-radikalisme-di-pondok-pesantren"/><item><title>PBNU Gandeng Polri Tangani Kekerasan dan Radikalisme di Pondok Pesantren</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/12/337/3113041/pbnu-gandeng-polri-tangani-kekerasan-dan-radikalisme-di-pondok-pesantren</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/12/337/3113041/pbnu-gandeng-polri-tangani-kekerasan-dan-radikalisme-di-pondok-pesantren</guid><pubDate>Rabu 12 Februari 2025 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/12/337/3113041/kapolri_audiensi_dengan_pbnu_di_mabes_polri-7xpt_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Audiensi dengan PBNU di Mabes Polri. Foto: Dok IST.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/12/337/3113041/kapolri_audiensi_dengan_pbnu_di_mabes_polri-7xpt_large.jpeg</image><title>Kapolri Audiensi dengan PBNU di Mabes Polri. Foto: Dok IST.</title></images><description>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng Polri dalam menangani masalah kekerasan di dunia pendidikan, khususnya terhadap murid di Pondok Pesantren (Ponpes).&#13;
&#13;
Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Alissa Wahid mengatakan, pihaknya ingin menurunkan angka kekerasan yang terjadi di ponpes, untuk itu dia melakukan audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa isu utama yang tadi kami diskusikan ini adalah isu kekerasan di lembaga pendidikan, itu hal yang menjadi concern kami saat ini di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,&amp;quot; kata Alissa di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Di NU kami melakukan langkah-langkah konkret untuk segera meminimalisir menurunkan dan bahkan memberantas kekerasan di lingkungan pendidikan, sekolah, madrasah maupun pesantren,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena menurut Alissa, Polri Dapat membantu dalam langkah penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan kekerasan terhadap murid. Terlebih, kata dia, Polri memiliki direktorat yang fokus pada masalah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, kami membutuhkan bantuan dan kerja sama dari Kepolisian Republik Indonesia terkait hal ini,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Alissa mengungkap, pihaknya turut membahas isu lain seperti radikalisme, yang masih perlu diwaspadai karena merupakan ancaman, dan bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Radikalisme ternyata juga masih terjadi hal-hal yang sangat perlu untuk kita waspadai yang tentu saja itu berlawanan dengan semangat kalau di NU Hubbul Wathan Minal Iman,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah kami tadi disambut dengan diskusi yang sangat padat dan berbobot bersama Bapak Kapolri,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng Polri dalam menangani masalah kekerasan di dunia pendidikan, khususnya terhadap murid di Pondok Pesantren (Ponpes).&#13;
&#13;
Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Alissa Wahid mengatakan, pihaknya ingin menurunkan angka kekerasan yang terjadi di ponpes, untuk itu dia melakukan audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa isu utama yang tadi kami diskusikan ini adalah isu kekerasan di lembaga pendidikan, itu hal yang menjadi concern kami saat ini di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,&amp;quot; kata Alissa di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Di NU kami melakukan langkah-langkah konkret untuk segera meminimalisir menurunkan dan bahkan memberantas kekerasan di lingkungan pendidikan, sekolah, madrasah maupun pesantren,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena menurut Alissa, Polri Dapat membantu dalam langkah penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan kekerasan terhadap murid. Terlebih, kata dia, Polri memiliki direktorat yang fokus pada masalah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, kami membutuhkan bantuan dan kerja sama dari Kepolisian Republik Indonesia terkait hal ini,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Alissa mengungkap, pihaknya turut membahas isu lain seperti radikalisme, yang masih perlu diwaspadai karena merupakan ancaman, dan bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Radikalisme ternyata juga masih terjadi hal-hal yang sangat perlu untuk kita waspadai yang tentu saja itu berlawanan dengan semangat kalau di NU Hubbul Wathan Minal Iman,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah kami tadi disambut dengan diskusi yang sangat padat dan berbobot bersama Bapak Kapolri,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
