<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu : 30 WNI Pekerja Online Scammer&amp;nbsp;di Filipina Ditangkap</title><description>Sebelumnya, Otoritas Filipina melalui PAOCC telah menggerebek Kanlaon Tower, Pasay, Metro Manila, yang menjadi tempat tinggal para pekerja di perusahaan Philippine Offshore Gaming Operator (POGO). &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/14/337/3113942/kemlu-30-wni-pekerja-online-scammer-nbsp-di-filipina-ditangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/14/337/3113942/kemlu-30-wni-pekerja-online-scammer-nbsp-di-filipina-ditangkap"/><item><title>Kemlu : 30 WNI Pekerja Online Scammer&amp;nbsp;di Filipina Ditangkap</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/14/337/3113942/kemlu-30-wni-pekerja-online-scammer-nbsp-di-filipina-ditangkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/14/337/3113942/kemlu-30-wni-pekerja-online-scammer-nbsp-di-filipina-ditangkap</guid><pubDate>Jum'at 14 Februari 2025 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/14/337/3113942/ilustrasi_penangkapan-DWaI_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Penangkapan. Foto: Dok Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/14/337/3113942/ilustrasi_penangkapan-DWaI_large.jpeg</image><title>Ilustrasi Penangkapan. Foto: Dok Okezone.</title></images><description>JAKARTA - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha melaporkan 30 WNI pekerja&amp;nbsp;Online Scammer&amp;nbsp;ditangkap Otoritas Filipina melalui Presidential Anti-Organized Crime Commission (PAOCC).&#13;
&#13;
Sebelumnya, Otoritas Filipina melalui PAOCC telah menggerebek Kanlaon Tower, Pasay, Metro Manila, yang menjadi tempat tinggal para pekerja di perusahaan Philippine Offshore Gaming Operator (POGO).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam operasi ini, telah diamankan 34 orang yang terdiri dari 30 WNI dan 4 Warga Negara Asing lainnya. Dari 30 WNI tersebut, terdapat 8 perempuan dan 22 laki-laki. Atase Kepolisian RI di Manila juga turut serta dalam operasi tersebut,&amp;quot; kata Judha dalam keterangan resminya, Jumat (14/2/2025).&#13;
&#13;
Judha menyatakan bahwa para WNI ini diduga direkrut untuk bekerja sebagai&amp;nbsp;online scammer&amp;nbsp;di perusahaan tersebut. Hingga saat ini, paspor milik para WNI belum ditemukan di lokasi penggerebekan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan keterangan para WNI, mereka direkrut untuk bekerja sebagai online scammer di sebuah perusahaan. Hingga saat ini, paspor mereka belum ditemukan di lokasi tersebut,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Judha mengatakan para WNI saat ini ditampung di fasilitas detensi PAOCC dalam kondisi yang baik dan terpenuhi kebutuhannya. &amp;quot;PAOCC akan berkoordinasi dengan otoritas Imigrasi Filipina untuk penerbitan clearance dan dokumen pemulangan.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;KBRI Manila juga telah mengunjungi lokasi detensi untuk berkoordinasi dengan PAOCC serta melakukan pendataan guna penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi para WNI,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha melaporkan 30 WNI pekerja&amp;nbsp;Online Scammer&amp;nbsp;ditangkap Otoritas Filipina melalui Presidential Anti-Organized Crime Commission (PAOCC).&#13;
&#13;
Sebelumnya, Otoritas Filipina melalui PAOCC telah menggerebek Kanlaon Tower, Pasay, Metro Manila, yang menjadi tempat tinggal para pekerja di perusahaan Philippine Offshore Gaming Operator (POGO).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam operasi ini, telah diamankan 34 orang yang terdiri dari 30 WNI dan 4 Warga Negara Asing lainnya. Dari 30 WNI tersebut, terdapat 8 perempuan dan 22 laki-laki. Atase Kepolisian RI di Manila juga turut serta dalam operasi tersebut,&amp;quot; kata Judha dalam keterangan resminya, Jumat (14/2/2025).&#13;
&#13;
Judha menyatakan bahwa para WNI ini diduga direkrut untuk bekerja sebagai&amp;nbsp;online scammer&amp;nbsp;di perusahaan tersebut. Hingga saat ini, paspor milik para WNI belum ditemukan di lokasi penggerebekan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan keterangan para WNI, mereka direkrut untuk bekerja sebagai online scammer di sebuah perusahaan. Hingga saat ini, paspor mereka belum ditemukan di lokasi tersebut,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Judha mengatakan para WNI saat ini ditampung di fasilitas detensi PAOCC dalam kondisi yang baik dan terpenuhi kebutuhannya. &amp;quot;PAOCC akan berkoordinasi dengan otoritas Imigrasi Filipina untuk penerbitan clearance dan dokumen pemulangan.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;KBRI Manila juga telah mengunjungi lokasi detensi untuk berkoordinasi dengan PAOCC serta melakukan pendataan guna penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi para WNI,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
