<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Indonesia Gelap, Mahasiswa Bakar Poster Bergambar Mayor Teddy</title><description>Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, mulanya Mahasiswa membakar ban dan kayu di sekitar aksi. Pembakaran itu pun membuat asap putih membumbung tinggi ke atas.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/17/337/3114723/demo-indonesia-gelap-mahasiswa-bakar-poster-bergambar-mayor-teddy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/17/337/3114723/demo-indonesia-gelap-mahasiswa-bakar-poster-bergambar-mayor-teddy"/><item><title>Demo Indonesia Gelap, Mahasiswa Bakar Poster Bergambar Mayor Teddy</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/17/337/3114723/demo-indonesia-gelap-mahasiswa-bakar-poster-bergambar-mayor-teddy</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/17/337/3114723/demo-indonesia-gelap-mahasiswa-bakar-poster-bergambar-mayor-teddy</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2025 18:39 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/17/337/3114723/mahasiswa_bakar_poster_bergambar_mayor_teddy-KbUB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahasiswa Bakar Poster Bergambar Mayor Teddy. Foto: Okezone/Danandaya. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/17/337/3114723/mahasiswa_bakar_poster_bergambar_mayor_teddy-KbUB_large.jpg</image><title>Mahasiswa Bakar Poster Bergambar Mayor Teddy. Foto: Okezone/Danandaya. </title></images><description>JAKARTA - Mahasiswa yang tergabung dalam beberapa Kampus menggelar demonstrasi bertajuk &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). unjuk rasa ini pun diwarnai aksi bakar-bakar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, mulanya Mahasiswa membakar ban dan kayu di sekitar aksi. Pembakaran itu pun membuat asap putih membumbung tinggi ke atas.&#13;
&#13;
Tak berselang lama, salah satu Mahasiswa terlihat membawa bendera salah satu partai dan langsung membakarnya. Poster-poster yang bergambar Teddy Indra Wijaya alias Mayor Teddy juga juga ikut dibakar oleh Mahasiswa.&#13;
&#13;
Dalam aksi hari ini, Mahasiswa mengkritik kebijakan pemerintah soal efesiensi anggaran demi kelancaran program makan bergizi gratis (MBG).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;MGB katanya, siangnya anaknya dapat makan siang gratis tapi malamnya anaknya ga makan karena orang tuanya di pecat oleh negara,&amp;quot; kata orator.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia Seluruh Indonesia (BEM SI) mengungkap tema &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; ini karena menganggap seluruh kebijakan pemerintah yang dilaksanakan tanpa adanya transparansi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara umum &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; kita memaknai bahwa kebijakan-kebijakan hari ini yang selalu dikeluarkan dan dijanjikan gelap tanpa ada terangnya,&amp;rdquo; ucap Koordinator BEM SI Herianto saat dihubungi.&#13;
&#13;
Dalam aksi hari ini, mahasiswa membawa 5 tuntutan, di antaranya:&#13;
&#13;
1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.&#13;
&#13;
2. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.&#13;
&#13;
3. Melakukan pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokratis dan pemotongan yang merugikan.&#13;
&#13;
4. Mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.&#13;
&#13;
5. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mahasiswa yang tergabung dalam beberapa Kampus menggelar demonstrasi bertajuk &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). unjuk rasa ini pun diwarnai aksi bakar-bakar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, mulanya Mahasiswa membakar ban dan kayu di sekitar aksi. Pembakaran itu pun membuat asap putih membumbung tinggi ke atas.&#13;
&#13;
Tak berselang lama, salah satu Mahasiswa terlihat membawa bendera salah satu partai dan langsung membakarnya. Poster-poster yang bergambar Teddy Indra Wijaya alias Mayor Teddy juga juga ikut dibakar oleh Mahasiswa.&#13;
&#13;
Dalam aksi hari ini, Mahasiswa mengkritik kebijakan pemerintah soal efesiensi anggaran demi kelancaran program makan bergizi gratis (MBG).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;MGB katanya, siangnya anaknya dapat makan siang gratis tapi malamnya anaknya ga makan karena orang tuanya di pecat oleh negara,&amp;quot; kata orator.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia Seluruh Indonesia (BEM SI) mengungkap tema &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; ini karena menganggap seluruh kebijakan pemerintah yang dilaksanakan tanpa adanya transparansi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara umum &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; kita memaknai bahwa kebijakan-kebijakan hari ini yang selalu dikeluarkan dan dijanjikan gelap tanpa ada terangnya,&amp;rdquo; ucap Koordinator BEM SI Herianto saat dihubungi.&#13;
&#13;
Dalam aksi hari ini, mahasiswa membawa 5 tuntutan, di antaranya:&#13;
&#13;
1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.&#13;
&#13;
2. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.&#13;
&#13;
3. Melakukan pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokratis dan pemotongan yang merugikan.&#13;
&#13;
4. Mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.&#13;
&#13;
5. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
