<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selain Foto Mayor Teddy, Mahasiswa Juga Bakar Bendera Partai Gerindra</title><description>Pembakaran itu pun membuat asap pekat membumbung tinggi ke atas.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/17/337/3114724/demo-indonesia-gelap-mahasiswa-bakar-foto-mayor-teddy-dan-bendera-partai-gerindra</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/17/337/3114724/demo-indonesia-gelap-mahasiswa-bakar-foto-mayor-teddy-dan-bendera-partai-gerindra"/><item><title>Selain Foto Mayor Teddy, Mahasiswa Juga Bakar Bendera Partai Gerindra</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/17/337/3114724/demo-indonesia-gelap-mahasiswa-bakar-foto-mayor-teddy-dan-bendera-partai-gerindra</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/17/337/3114724/demo-indonesia-gelap-mahasiswa-bakar-foto-mayor-teddy-dan-bendera-partai-gerindra</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2025 18:47 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/17/337/3114724/demo-UImd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahasiswa Bakar Foto Mayor Teddy dan Bendera Partai Gerindra</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/17/337/3114724/demo-UImd_large.jpg</image><title>Mahasiswa Bakar Foto Mayor Teddy dan Bendera Partai Gerindra</title></images><description>JAKARTA - Mahasiswa dari berbagai kampus melakukan aksi unjuk rasa bertajuk &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). Aksi sore ini pun diwarnai aksi bakar-bakar.&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di lokasi, awalnya mahasiswa membakar ban dan kayu di sekitar aksi. Pembakaran itu pun membuat asap&amp;nbsp;pekat membumbung tinggi ke atas.&#13;
&#13;
Namun tidak berselang lama, salah satu mahasiswa terlihat membawa bendera Partai Gerindra dan langsung membakarnya. Poster-poster yang bergambar Sekretaris Kabinet&amp;nbsp;Teddy Indra Wijaya alias Mayor Teddy juga juga ikut dibakar mahasiswa.&#13;
&#13;
Dalam aksi hari ini, mahasiswa mengkritik kebijakan pemerintah soal efesiensi anggaran demi kelancaran program makan bergizi gratis (MBG).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;MGB katanya, siangnya anaknya dapat makan siang gratis tapi malamnya anaknya ga makan karena orang tuanya di pecat oleh negara,&amp;quot; kata orator.&#13;
&#13;
Selain itu, mahasiswa juga mengkritik pemerintah ketika adanya kelangkaan Gas LPG 3 Kg.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oke gas oke gas, mana gasnya,&amp;quot; tulis poster yang dibawa mahasiswa Universitas Indonesia.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia Seluruh Indonesia (BEM SI) mengungkap tema &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; ini karena menganggap seluruh kebijakan pemerintah yang dilaksanakan tanpa adanya transparansi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara umum &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; kita memaknai bahwa kebijakan-kebijakan hari ini yang selalu dikeluarkan dan dijanjikan gelap tanpa ada terangnya,&amp;rdquo; ucap Koordinator BEM SI Herianto saat dihubungi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tema ini juga sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah yang selalu berharap terciptanya Indonesia emas 2045. Kata dia bagaimana mau mewujudkan Indonesia emas 2045 sedangkan beragam kebijakan saja tidak pro terhadap generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya jelas ini sindiran keras bagaimana mungkin mau indonesia emas sedangkan kebijakan yang dihadirkan tidak berpihak ke generasi-generasi muda yang menjadi pelopor emasnya. Contohnya lapangan pekerjaan, pendidikan yang belum memadai,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mahasiswa dari berbagai kampus melakukan aksi unjuk rasa bertajuk &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). Aksi sore ini pun diwarnai aksi bakar-bakar.&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di lokasi, awalnya mahasiswa membakar ban dan kayu di sekitar aksi. Pembakaran itu pun membuat asap&amp;nbsp;pekat membumbung tinggi ke atas.&#13;
&#13;
Namun tidak berselang lama, salah satu mahasiswa terlihat membawa bendera Partai Gerindra dan langsung membakarnya. Poster-poster yang bergambar Sekretaris Kabinet&amp;nbsp;Teddy Indra Wijaya alias Mayor Teddy juga juga ikut dibakar mahasiswa.&#13;
&#13;
Dalam aksi hari ini, mahasiswa mengkritik kebijakan pemerintah soal efesiensi anggaran demi kelancaran program makan bergizi gratis (MBG).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;MGB katanya, siangnya anaknya dapat makan siang gratis tapi malamnya anaknya ga makan karena orang tuanya di pecat oleh negara,&amp;quot; kata orator.&#13;
&#13;
Selain itu, mahasiswa juga mengkritik pemerintah ketika adanya kelangkaan Gas LPG 3 Kg.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oke gas oke gas, mana gasnya,&amp;quot; tulis poster yang dibawa mahasiswa Universitas Indonesia.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia Seluruh Indonesia (BEM SI) mengungkap tema &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; ini karena menganggap seluruh kebijakan pemerintah yang dilaksanakan tanpa adanya transparansi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara umum &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;#39; kita memaknai bahwa kebijakan-kebijakan hari ini yang selalu dikeluarkan dan dijanjikan gelap tanpa ada terangnya,&amp;rdquo; ucap Koordinator BEM SI Herianto saat dihubungi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tema ini juga sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah yang selalu berharap terciptanya Indonesia emas 2045. Kata dia bagaimana mau mewujudkan Indonesia emas 2045 sedangkan beragam kebijakan saja tidak pro terhadap generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya jelas ini sindiran keras bagaimana mungkin mau indonesia emas sedangkan kebijakan yang dihadirkan tidak berpihak ke generasi-generasi muda yang menjadi pelopor emasnya. Contohnya lapangan pekerjaan, pendidikan yang belum memadai,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
