<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswa Bertahan Demo hingga Malam, Arus Lalin Thamrin Macet Parah</title><description>Dampak ditutupnya jalan Medan Merdeka Barat, membuat jalur penghubung MH Thamrin mengalami kemacetan ke arah Bundaran Hotel Indonesia (HI). Arah sebaliknya pun juga terjadi kepadatan volume kendaraan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/17/338/3114744/mahasiswa-bertahan-demo-hingga-malam-arus-lalin-thamrin-macet-parah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/17/338/3114744/mahasiswa-bertahan-demo-hingga-malam-arus-lalin-thamrin-macet-parah"/><item><title>Mahasiswa Bertahan Demo hingga Malam, Arus Lalin Thamrin Macet Parah</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/17/338/3114744/mahasiswa-bertahan-demo-hingga-malam-arus-lalin-thamrin-macet-parah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/17/338/3114744/mahasiswa-bertahan-demo-hingga-malam-arus-lalin-thamrin-macet-parah</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2025 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/17/338/3114744/mahasiswa_gelar_demonstrasi_di_patung_kuda-sefl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Patung Kuda. Foto: Okezone/Aldhi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/17/338/3114744/mahasiswa_gelar_demonstrasi_di_patung_kuda-sefl_large.jpg</image><title>Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Patung Kuda. Foto: Okezone/Aldhi.</title></images><description>JAKARTA - Demonstrasi Mahasiswa bertajuk Indonesia Gelap masih berlangsung di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025) hingga malam hari. Adanya unjuk rasa itu, polisi menutup Jalan Medan Merdeka Barat arah Istana Negara.&#13;
&#13;
Dampak ditutupnya jalan Medan Merdeka Barat, membuat jalur penghubung MH Thamrin mengalami kemacetan ke arah Bundaran Hotel Indonesia (HI). Arah sebaliknya pun juga terjadi kepadatan volume kendaraan.&#13;
&#13;
Jalan Medan Merdeka Selatan pun ikut terdampak kemacetan. Terlihat di Bundaran air mancur dekat lokasi aksi, polisi pun terus berusaha melancarkan arus lalu lintas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun Mahasiswa memilih bertahan karena menunggu pihak Istana menemuinya. Mereka melakukan aksi duduk diam sambil menunggu perwakilan Pemerintah keluar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kawan-kawan setelah ini kita akan lakukan aksi duduk diam, untuk perempuan berada di depan laki-laki di barisan belakang,&amp;quot; kata orator dari atas mobil komando.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tetap di sini, menunggu pihak dari istana keluar, setuju kawan-kawan,&amp;quot; lanjut orator disambut teriakan setuju.&#13;
&#13;
Nampak para Mahasiswa duduk di Jalan Medan Merdeka Barat. Dari atas mobil pun orator mengajak peserta aksi menyanyikan Tanah Airku dan membacakan lima sila Pancasila.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada aksi hari ini, mahasiswa mengkritik kebijakan pemerintah soal efesiensi anggaran demi kelancaran program makan bergizi gratis (MBG).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;MGB katanya, siangnya anaknya dapat makan siang gratis tapi malamnya anaknya ga makan karena orang tuanya di pecat oleh negara,&amp;quot; kata orator.&#13;
&#13;
Dalam aksi hari ini, mahasiswa membawa 5 tuntutan, di antaranya:&#13;
&#13;
1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.&#13;
&#13;
2. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.&#13;
&#13;
3. Melakukan pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokratis dan pemotongan yang merugikan.&#13;
&#13;
4. Mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.&#13;
&#13;
5. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Demonstrasi Mahasiswa bertajuk Indonesia Gelap masih berlangsung di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025) hingga malam hari. Adanya unjuk rasa itu, polisi menutup Jalan Medan Merdeka Barat arah Istana Negara.&#13;
&#13;
Dampak ditutupnya jalan Medan Merdeka Barat, membuat jalur penghubung MH Thamrin mengalami kemacetan ke arah Bundaran Hotel Indonesia (HI). Arah sebaliknya pun juga terjadi kepadatan volume kendaraan.&#13;
&#13;
Jalan Medan Merdeka Selatan pun ikut terdampak kemacetan. Terlihat di Bundaran air mancur dekat lokasi aksi, polisi pun terus berusaha melancarkan arus lalu lintas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun Mahasiswa memilih bertahan karena menunggu pihak Istana menemuinya. Mereka melakukan aksi duduk diam sambil menunggu perwakilan Pemerintah keluar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kawan-kawan setelah ini kita akan lakukan aksi duduk diam, untuk perempuan berada di depan laki-laki di barisan belakang,&amp;quot; kata orator dari atas mobil komando.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tetap di sini, menunggu pihak dari istana keluar, setuju kawan-kawan,&amp;quot; lanjut orator disambut teriakan setuju.&#13;
&#13;
Nampak para Mahasiswa duduk di Jalan Medan Merdeka Barat. Dari atas mobil pun orator mengajak peserta aksi menyanyikan Tanah Airku dan membacakan lima sila Pancasila.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada aksi hari ini, mahasiswa mengkritik kebijakan pemerintah soal efesiensi anggaran demi kelancaran program makan bergizi gratis (MBG).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;MGB katanya, siangnya anaknya dapat makan siang gratis tapi malamnya anaknya ga makan karena orang tuanya di pecat oleh negara,&amp;quot; kata orator.&#13;
&#13;
Dalam aksi hari ini, mahasiswa membawa 5 tuntutan, di antaranya:&#13;
&#13;
1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.&#13;
&#13;
2. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.&#13;
&#13;
3. Melakukan pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokratis dan pemotongan yang merugikan.&#13;
&#13;
4. Mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.&#13;
&#13;
5. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
