<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Indonesia Gelap, BEM Seluruh Indonesia Akan Kepung Istana saat Pelantikan Kepala Daerah</title><description>Jumlah massa yang akan turun aksi Indonesia Gelap akan lebih besar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/19/337/3115173/demo-indonesia-gelap-bem-seluruh-indonesia-akan-kepung-istana-saat-pelantikan-kepala-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/19/337/3115173/demo-indonesia-gelap-bem-seluruh-indonesia-akan-kepung-istana-saat-pelantikan-kepala-daerah"/><item><title>Demo Indonesia Gelap, BEM Seluruh Indonesia Akan Kepung Istana saat Pelantikan Kepala Daerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/19/337/3115173/demo-indonesia-gelap-bem-seluruh-indonesia-akan-kepung-istana-saat-pelantikan-kepala-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/19/337/3115173/demo-indonesia-gelap-bem-seluruh-indonesia-akan-kepung-istana-saat-pelantikan-kepala-daerah</guid><pubDate>Rabu 19 Februari 2025 07:55 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/19/337/3115173/prabowo-pS2i_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo Indonesia Gelap, BEM Seluruh Indonesia Akan Kepung Istana saat Pelantikan Kepala Daerah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/19/337/3115173/prabowo-pS2i_large.jpg</image><title>Demo Indonesia Gelap, BEM Seluruh Indonesia Akan Kepung Istana saat Pelantikan Kepala Daerah</title></images><description>JAKARTA - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar puncak aksi Indonesia Gelap&amp;nbsp;saat pelantikan 481 Kepala Daerah terpilih secara serentak di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Kamis (20/2/2024) besok.&#13;
&#13;
Koordinator Pusat BEM SI, Herianto mengatakan puncak aksi digelar saat momentum yang tepat agar kepala daerah juga ada beban dan tanggungjawab dengan kebijakan pro kepada rakyat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya benar, kita mengambil momentum itu mau menegaskan bahwa kepala daerah ada beban dan tanggung jawab yang harus segera di jalankan untuk ke mensejahterakan rakyatnya yang bisa menghadirkan kebijakan yang pro rakyat,&amp;quot; kata Herianto saat dikonfirmasi, Rabu (19/2/2025).&#13;
&#13;
Herianto menambahkan, jumlah massa yang akan turun aksi Indonesia Gelap&amp;nbsp;akan lebih besar mengingat tuntutan mereka hingga kini tidak mendapatkan respon positif dari pemerintah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu pasti akan lebih besar kalok tuntutan kita kemarin tidak ada di respon sama pihak pemerintah. Kita berharap semoga sebelum hal itu terjadi pemerintah harus segera merespons hal tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia membeberkan tuntutan aksi dari aliansi BEM SI terdapat 13 poin bertajuk Indonesia Gelap&amp;nbsp;diantaranya cabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah hingga evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang hasilnya terjadi kesepakatan dengan membawa tajuk besar &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;quot; dengan beberapa isu dan tuntutan diantaranya cabut proyek strategis nasional (PSN): wujudkan reformasi agraria sejati; wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis; tolak revisi UU MINERBA; hapuskan Multifungsi ABRI; sahkan RUU Masyarakat Adat; Cabut INPRES No. 1 tahun 2025,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Evaluasi total MBG; Realisasikan anggaran tunjangan kinerja (Tukin) dosen; desak Prabowo keluarkan Perpu perampasan aset; tolak RUU TNI, Polri dan Kejaksaan; Efisiensi Kabinet Merah Putih; tolak revisi Peraturan DPR tentang Tata Tertib; dan reformasi Polri,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar puncak aksi Indonesia Gelap&amp;nbsp;saat pelantikan 481 Kepala Daerah terpilih secara serentak di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Kamis (20/2/2024) besok.&#13;
&#13;
Koordinator Pusat BEM SI, Herianto mengatakan puncak aksi digelar saat momentum yang tepat agar kepala daerah juga ada beban dan tanggungjawab dengan kebijakan pro kepada rakyat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya benar, kita mengambil momentum itu mau menegaskan bahwa kepala daerah ada beban dan tanggung jawab yang harus segera di jalankan untuk ke mensejahterakan rakyatnya yang bisa menghadirkan kebijakan yang pro rakyat,&amp;quot; kata Herianto saat dikonfirmasi, Rabu (19/2/2025).&#13;
&#13;
Herianto menambahkan, jumlah massa yang akan turun aksi Indonesia Gelap&amp;nbsp;akan lebih besar mengingat tuntutan mereka hingga kini tidak mendapatkan respon positif dari pemerintah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu pasti akan lebih besar kalok tuntutan kita kemarin tidak ada di respon sama pihak pemerintah. Kita berharap semoga sebelum hal itu terjadi pemerintah harus segera merespons hal tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia membeberkan tuntutan aksi dari aliansi BEM SI terdapat 13 poin bertajuk Indonesia Gelap&amp;nbsp;diantaranya cabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah hingga evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang hasilnya terjadi kesepakatan dengan membawa tajuk besar &amp;#39;Indonesia Gelap&amp;quot; dengan beberapa isu dan tuntutan diantaranya cabut proyek strategis nasional (PSN): wujudkan reformasi agraria sejati; wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis; tolak revisi UU MINERBA; hapuskan Multifungsi ABRI; sahkan RUU Masyarakat Adat; Cabut INPRES No. 1 tahun 2025,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Evaluasi total MBG; Realisasikan anggaran tunjangan kinerja (Tukin) dosen; desak Prabowo keluarkan Perpu perampasan aset; tolak RUU TNI, Polri dan Kejaksaan; Efisiensi Kabinet Merah Putih; tolak revisi Peraturan DPR tentang Tata Tertib; dan reformasi Polri,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
