<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efisiensi Anggaran di Tangsel Capai Rp200 Miliar Tuai Apresiasi, Silpa Jadi Catatan</title><description>Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan efisiensi anggaran, sebagaimana intruksi Presiden Prabowo Subianto. Terbaru, nilai yang berhasil dihemat mencapai Rp200 miliar dari sejumlah sektor pengeluaran &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/20/338/3115514/efisiensi-anggaran-di-tangsel-capai-rp200-miliar-tuai-apresiasi-silpa-jadi-catatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/20/338/3115514/efisiensi-anggaran-di-tangsel-capai-rp200-miliar-tuai-apresiasi-silpa-jadi-catatan"/><item><title>Efisiensi Anggaran di Tangsel Capai Rp200 Miliar Tuai Apresiasi, Silpa Jadi Catatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/20/338/3115514/efisiensi-anggaran-di-tangsel-capai-rp200-miliar-tuai-apresiasi-silpa-jadi-catatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/20/338/3115514/efisiensi-anggaran-di-tangsel-capai-rp200-miliar-tuai-apresiasi-silpa-jadi-catatan</guid><pubDate>Kamis 20 Februari 2025 00:06 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/20/338/3115514/diskusi_bertajuk_membaca_arah_kebijakan_publik_baik_untuk_rakyat_di_serpong-GDhv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi bertajuk Membaca Arah Kebijakan Publik Baik untuk Rakyat di Serpong (foto: Okezone/Hambali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/20/338/3115514/diskusi_bertajuk_membaca_arah_kebijakan_publik_baik_untuk_rakyat_di_serpong-GDhv_large.jpg</image><title>Diskusi bertajuk Membaca Arah Kebijakan Publik Baik untuk Rakyat di Serpong (foto: Okezone/Hambali)</title></images><description>&#13;
&#13;
TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan efisiensi anggaran, sebagaimana intruksi Presiden Prabowo Subianto. Terbaru, nilai yang berhasil dihemat mencapai Rp200 miliar dari sejumlah sektor pengeluaran&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penghematan itu disisir dari alokasi belanja anggaran daerah berupa seremonial, makan-minum hingga perjalanan dinas dalam dan luar kota. Upaya tersebut mendapat banyak dukungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Inilah saya kira perpaduan antara pusat dan daerah itu penting, sehingga sebuah kebijakan itu tujuan utamanya adalah kemaslahatan masyarakat,&amp;quot; kata Pengamat dari Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Adib Miftahul, dalam diskusi bertajuk &amp;quot;Membaca Arah Kebijakan Publik, Baik untuk Rakyat?&amp;quot;di Serpong, Rabu (19/2/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan, agar dampak efisiensi yang dilakukan jangan sampai menyentuh urusan pokok masyarakat sebagaimana belakangan terjadi dalam polemik peredaran gas subsidi 3 kilo, sektor pendidikan dan kesehatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang terpenting satu syarat wajibnya, hukum wajibnya adalah jangan menyentuh soal hak prinsip rakyat. Jangan pak itu, kalau soal perut, kesehatan, bubar (gaduh) pak rakyat itu kalau ditarik-tarik,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di samping itu, dia meminta agar pemerintah daerah tidak terpaku pada efisiensi saja tapi juga mengevaluasi secara matang pada perencanaan penggunaan anggaran tahunan agar penyerapannya efektif dan tepat sasaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita bicara jujur, Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) di seluruh pemerintah daerah di Indonesia kalau dikumpulin berapa triliun? itu Silpa lho, itu belum ditambah efisiensi,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Adib mengkritik tingginya Silpa yang terjadi di seluruh Pemda, termasuk Kota Tangsel. Dalam data terakhir, Silpa Kota Tangsel tahun 2024 mencapai sekira Rp85 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya, kalau Silpa itu terjadi berarti ada perencanaan yang salah, perencanaan kurang matang, itu clear menurut saya,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menambahkan itu, akademisi dari Universitas Pamulang (Unpam), Suhendar, menyoroti soal belanja pengadaan barang tahunan di daerah yang lebih cenderung pada pemborosan. Padahal, barang yang tersedia masih layak digunakan bekerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya salah satu contoh saja soal pengadaan laptop, itu hampir tiap tahun selalu ada padahal belanja itu bisa ditekan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia pun meyakini, jika kebijakan efisiensi yang dimulai dari pusat hingga daerah ditetapkan kobsisten maka akan memberi dampak signifikan bagi ketersediaan anggaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dengan efisiensi itu program-program yang pokok bisa lebih diprioritaskan,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan efisiensi anggaran, sebagaimana intruksi Presiden Prabowo Subianto. Terbaru, nilai yang berhasil dihemat mencapai Rp200 miliar dari sejumlah sektor pengeluaran&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penghematan itu disisir dari alokasi belanja anggaran daerah berupa seremonial, makan-minum hingga perjalanan dinas dalam dan luar kota. Upaya tersebut mendapat banyak dukungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Inilah saya kira perpaduan antara pusat dan daerah itu penting, sehingga sebuah kebijakan itu tujuan utamanya adalah kemaslahatan masyarakat,&amp;quot; kata Pengamat dari Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Adib Miftahul, dalam diskusi bertajuk &amp;quot;Membaca Arah Kebijakan Publik, Baik untuk Rakyat?&amp;quot;di Serpong, Rabu (19/2/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan, agar dampak efisiensi yang dilakukan jangan sampai menyentuh urusan pokok masyarakat sebagaimana belakangan terjadi dalam polemik peredaran gas subsidi 3 kilo, sektor pendidikan dan kesehatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang terpenting satu syarat wajibnya, hukum wajibnya adalah jangan menyentuh soal hak prinsip rakyat. Jangan pak itu, kalau soal perut, kesehatan, bubar (gaduh) pak rakyat itu kalau ditarik-tarik,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di samping itu, dia meminta agar pemerintah daerah tidak terpaku pada efisiensi saja tapi juga mengevaluasi secara matang pada perencanaan penggunaan anggaran tahunan agar penyerapannya efektif dan tepat sasaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita bicara jujur, Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) di seluruh pemerintah daerah di Indonesia kalau dikumpulin berapa triliun? itu Silpa lho, itu belum ditambah efisiensi,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Adib mengkritik tingginya Silpa yang terjadi di seluruh Pemda, termasuk Kota Tangsel. Dalam data terakhir, Silpa Kota Tangsel tahun 2024 mencapai sekira Rp85 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya, kalau Silpa itu terjadi berarti ada perencanaan yang salah, perencanaan kurang matang, itu clear menurut saya,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menambahkan itu, akademisi dari Universitas Pamulang (Unpam), Suhendar, menyoroti soal belanja pengadaan barang tahunan di daerah yang lebih cenderung pada pemborosan. Padahal, barang yang tersedia masih layak digunakan bekerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya salah satu contoh saja soal pengadaan laptop, itu hampir tiap tahun selalu ada padahal belanja itu bisa ditekan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia pun meyakini, jika kebijakan efisiensi yang dimulai dari pusat hingga daerah ditetapkan kobsisten maka akan memberi dampak signifikan bagi ketersediaan anggaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dengan efisiensi itu program-program yang pokok bisa lebih diprioritaskan,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
