<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BPKH: Indonesia Butuh Banyak Pemimpin dan Agen Perubahan</title><description>Fadlul mengajak para wisudawan untuk berani bermimpi besar dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/22/337/3116414/kepala-bpkh-indonesia-butuh-banyak-pemimpin-dan-agen-perubahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/22/337/3116414/kepala-bpkh-indonesia-butuh-banyak-pemimpin-dan-agen-perubahan"/><item><title>Kepala BPKH: Indonesia Butuh Banyak Pemimpin dan Agen Perubahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/22/337/3116414/kepala-bpkh-indonesia-butuh-banyak-pemimpin-dan-agen-perubahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/22/337/3116414/kepala-bpkh-indonesia-butuh-banyak-pemimpin-dan-agen-perubahan</guid><pubDate>Sabtu 22 Februari 2025 22:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/22/337/3116414/pemerintah-PIyc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPKH: Indonesia Butuh Banyak Pemimpin dan Agen Perubahan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/22/337/3116414/pemerintah-PIyc_large.jpg</image><title>Kepala BPKH: Indonesia Butuh Banyak Pemimpin dan Agen Perubahan</title></images><description>DEPOK - Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah mengajak para wisudawan Universitas Indonesia (UI) untuk tidak hanya merayakan pencapaian.&amp;nbsp;Namun juga mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lembaran baru telah dimulai, tapi hari ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal menuju perjalanan baru yang lebih besar,&amp;quot; ujar Fadlul saat menghadiri Wisuda Semester Gasal 2024/2025 di Balairung UI, yang berlangsung di Kampus Depok, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2025).&#13;
&#13;
Sebagai lulusan dari Universitas yang satu-satunya menyandang nama Indonesia, para wisudawan diingatkan akan tanggung jawab besar yang mereka pikul.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalian tidak hanya dipersiapkan untuk mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi,&amp;quot; ujar alumnus UI sambil&amp;nbsp;memberi motivasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Fadlul mengajak para wisudawan untuk berani bermimpi besar dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin, inovator, dan agen perubahan. Pribadi yang unggul dan impactful, sejalan dengan visi Universitas Indonesia,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Menjadi unggul, berarti memiliki kompetensi, integritas, dan mentalitas pemenang dalam menghadapi tantangan dunia. Sedangkan pribadi yang impactful, mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.&#13;
&#13;
Mengenang perjalanan pribadinya, Fadlul menceritakan pengalamannya 25 tahun lalu saat pertama kali diwisuda sebagai lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, yang sebelumnya dikenal dengan nama FE UI.&#13;
&#13;
Cita-citanya saat itu adalah menjadi Warren Buffet versi Indonesia, tokoh pengelola dana terbesar di dunia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ternyata untuk sukses dalam mengelola dana, kata kuncinya adalah ikhlas, tidak punya kepentingan pribadi, bekerja keras dan cerdas demi kepentingan dan kemanfaatan investor,&amp;quot; bebernya.&#13;
&#13;
Namun kata &amp;nbsp;Fadlul yang tidak kalah penting, adalah totalitas di semua lahan pengabdian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika kalian memilih untuk berkarier sebagai akademisi, jadilah guru besar dengan temuan-temuan baru yang membawa penghargaan dunia. Jika ingin berkarier sebagai profesional, jadilah CEO perusahaan terbesar di bursa saham global,&amp;rdquo;terangnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika menjadi pengusaha, jadilah pengusaha sukses dengan aset terbesar. Bahkan, jika memilih menjadi politisi, jadilah politisi terbaik yang dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang paling dihormati di dunia,&amp;quot; tutupnya penuh semangat.&#13;
</description><content:encoded>DEPOK - Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah mengajak para wisudawan Universitas Indonesia (UI) untuk tidak hanya merayakan pencapaian.&amp;nbsp;Namun juga mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lembaran baru telah dimulai, tapi hari ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal menuju perjalanan baru yang lebih besar,&amp;quot; ujar Fadlul saat menghadiri Wisuda Semester Gasal 2024/2025 di Balairung UI, yang berlangsung di Kampus Depok, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2025).&#13;
&#13;
Sebagai lulusan dari Universitas yang satu-satunya menyandang nama Indonesia, para wisudawan diingatkan akan tanggung jawab besar yang mereka pikul.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalian tidak hanya dipersiapkan untuk mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi,&amp;quot; ujar alumnus UI sambil&amp;nbsp;memberi motivasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Fadlul mengajak para wisudawan untuk berani bermimpi besar dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin, inovator, dan agen perubahan. Pribadi yang unggul dan impactful, sejalan dengan visi Universitas Indonesia,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Menjadi unggul, berarti memiliki kompetensi, integritas, dan mentalitas pemenang dalam menghadapi tantangan dunia. Sedangkan pribadi yang impactful, mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.&#13;
&#13;
Mengenang perjalanan pribadinya, Fadlul menceritakan pengalamannya 25 tahun lalu saat pertama kali diwisuda sebagai lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, yang sebelumnya dikenal dengan nama FE UI.&#13;
&#13;
Cita-citanya saat itu adalah menjadi Warren Buffet versi Indonesia, tokoh pengelola dana terbesar di dunia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ternyata untuk sukses dalam mengelola dana, kata kuncinya adalah ikhlas, tidak punya kepentingan pribadi, bekerja keras dan cerdas demi kepentingan dan kemanfaatan investor,&amp;quot; bebernya.&#13;
&#13;
Namun kata &amp;nbsp;Fadlul yang tidak kalah penting, adalah totalitas di semua lahan pengabdian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika kalian memilih untuk berkarier sebagai akademisi, jadilah guru besar dengan temuan-temuan baru yang membawa penghargaan dunia. Jika ingin berkarier sebagai profesional, jadilah CEO perusahaan terbesar di bursa saham global,&amp;rdquo;terangnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika menjadi pengusaha, jadilah pengusaha sukses dengan aset terbesar. Bahkan, jika memilih menjadi politisi, jadilah politisi terbaik yang dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang paling dihormati di dunia,&amp;quot; tutupnya penuh semangat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
