<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Damai Cartenz Buru Penyuplai Amunisi ke Pengkhianat Negara Aske Babel</title><description>Sebelumnya, petugas menangkap pecatan Polri Aske Mabel &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/22/340/3116265/satgas-damai-cartenz-buru-penyuplai-amunisi-ke-pengkhianat-negara-aske-babel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/22/340/3116265/satgas-damai-cartenz-buru-penyuplai-amunisi-ke-pengkhianat-negara-aske-babel"/><item><title>Satgas Damai Cartenz Buru Penyuplai Amunisi ke Pengkhianat Negara Aske Babel</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/22/340/3116265/satgas-damai-cartenz-buru-penyuplai-amunisi-ke-pengkhianat-negara-aske-babel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/22/340/3116265/satgas-damai-cartenz-buru-penyuplai-amunisi-ke-pengkhianat-negara-aske-babel</guid><pubDate>Sabtu 22 Februari 2025 08:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/22/340/3116265/kkb-N2MS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satgas Damai Cartenz Buru Penyuplai Amunisi ke Pengkhianat Negara Aske Babel</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/22/340/3116265/kkb-N2MS_large.jpg</image><title>Satgas Damai Cartenz Buru Penyuplai Amunisi ke Pengkhianat Negara Aske Babel</title></images><description>YALIMO - Satgas Damai Cartenz masih menyelidiki pemasok amunisi ke KKB Yalimo yang beroperasi di sekitar Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan. Sebelumnya, petugas gabungan menangkap pecatan Polri Aske Mabel&amp;nbsp;pada Rabu 19 Februari 2025.&#13;
&#13;
Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin mengatakan, penyelidikan itu terkait dengan keterangan anggota kelompok Aske Mabel atau KKB Yalimo bernama Nikson Matuan yang ditangkap pada tanggal 2 Februari lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika diamankan, terdapat dua pucuk senjata api organik Polri jenis AK 47 dan 46 butir peluru,&amp;quot; kata Irjen Pol Patrige Renwarin di Jayapura, dikutip, Sabtu (22/2/2025).&#13;
&#13;
Nikson Matuan kepada petugas, kata Kapolda Papua, sempat mengaku menerima bantuan berbagai&amp;nbsp;amunisi dari orang lain.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengakuannya itu saat ini masih diselidiki oleh penyidik,&amp;quot; ujar jenderal Polri Bintang dua tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, dari tangan Aske Mabel, selain dua pucuk senpi jenis AK 47, juga diamankan 71 butir amunisi.&#13;
&#13;
​​​Dijelaskan pula bahwa empat pucuk senpi jenis AK 47 yang merupakan organik Polri itu dicuri Aska Mabel dari Polres Yalimo pada tanggal 4 Juni 2024 saat yang bersangkutan masih berpangkat bripda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aske Mabel sudah dipecat dari anggota Polri sejak 27 Desember 2024,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Diungkapkan pula bahwa Aske ditangkap di Abenaho yang merupakan kampung halamannya. Penangkapan itu berkat informasi masyarakat yang melaporkan keberadaannya.&#13;
&#13;
Namun pada saat ditangkap, Aske Mabel melakukan perlawanan sehingga polisi melakukan tindakan tegas sesuai dengan SOP, apalagi saat ini yang bersangkutan membawa dua pucuk senpi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kedua anggota KKB Yalimo beserta empat pucuk senpi organik Polri milik Polres Yalimo,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, Bripda Aske Mabel mengambil empat pucuk senjata api jenis AK milik Polres Yalimo pada 9 Juni lalu sekitar pukul 04.00 WIT, setelah sebelumnya mengancam anggota yang berjaga di Mapolres Yalimo di Elelim, Papua Pegunungan.&#13;
&#13;
Sebelum melakukan aksinya, Bripda Aske yang berpakaian preman mendatangi Mapolres Yalimo di Elelim dan beralasan menumpang untuk melakukan charge handphone.&#13;
</description><content:encoded>YALIMO - Satgas Damai Cartenz masih menyelidiki pemasok amunisi ke KKB Yalimo yang beroperasi di sekitar Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan. Sebelumnya, petugas gabungan menangkap pecatan Polri Aske Mabel&amp;nbsp;pada Rabu 19 Februari 2025.&#13;
&#13;
Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin mengatakan, penyelidikan itu terkait dengan keterangan anggota kelompok Aske Mabel atau KKB Yalimo bernama Nikson Matuan yang ditangkap pada tanggal 2 Februari lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika diamankan, terdapat dua pucuk senjata api organik Polri jenis AK 47 dan 46 butir peluru,&amp;quot; kata Irjen Pol Patrige Renwarin di Jayapura, dikutip, Sabtu (22/2/2025).&#13;
&#13;
Nikson Matuan kepada petugas, kata Kapolda Papua, sempat mengaku menerima bantuan berbagai&amp;nbsp;amunisi dari orang lain.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengakuannya itu saat ini masih diselidiki oleh penyidik,&amp;quot; ujar jenderal Polri Bintang dua tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, dari tangan Aske Mabel, selain dua pucuk senpi jenis AK 47, juga diamankan 71 butir amunisi.&#13;
&#13;
​​​Dijelaskan pula bahwa empat pucuk senpi jenis AK 47 yang merupakan organik Polri itu dicuri Aska Mabel dari Polres Yalimo pada tanggal 4 Juni 2024 saat yang bersangkutan masih berpangkat bripda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aske Mabel sudah dipecat dari anggota Polri sejak 27 Desember 2024,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Diungkapkan pula bahwa Aske ditangkap di Abenaho yang merupakan kampung halamannya. Penangkapan itu berkat informasi masyarakat yang melaporkan keberadaannya.&#13;
&#13;
Namun pada saat ditangkap, Aske Mabel melakukan perlawanan sehingga polisi melakukan tindakan tegas sesuai dengan SOP, apalagi saat ini yang bersangkutan membawa dua pucuk senpi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kedua anggota KKB Yalimo beserta empat pucuk senpi organik Polri milik Polres Yalimo,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, Bripda Aske Mabel mengambil empat pucuk senjata api jenis AK milik Polres Yalimo pada 9 Juni lalu sekitar pukul 04.00 WIT, setelah sebelumnya mengancam anggota yang berjaga di Mapolres Yalimo di Elelim, Papua Pegunungan.&#13;
&#13;
Sebelum melakukan aksinya, Bripda Aske yang berpakaian preman mendatangi Mapolres Yalimo di Elelim dan beralasan menumpang untuk melakukan charge handphone.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
