<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanah Longsor di Tapanuli Selatan, Sepasang Suami Istri Meninggal Dunia</title><description>Tanah longsong melanda Sisundung, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara pada Sabtu kemarin. Dua orang dilaporkan meninggal dunia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/23/337/3116566/tanah-longsor-di-tapanuli-selatan-sepasang-suami-istri-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/23/337/3116566/tanah-longsor-di-tapanuli-selatan-sepasang-suami-istri-meninggal-dunia"/><item><title>Tanah Longsor di Tapanuli Selatan, Sepasang Suami Istri Meninggal Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/23/337/3116566/tanah-longsor-di-tapanuli-selatan-sepasang-suami-istri-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/23/337/3116566/tanah-longsor-di-tapanuli-selatan-sepasang-suami-istri-meninggal-dunia</guid><pubDate>Minggu 23 Februari 2025 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/23/337/3116566/ilustrasi-zk63_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/23/337/3116566/ilustrasi-zk63_large.JPG</image><title>Ilustrasi</title></images><description>SUMUT - Tanah longsong melanda Sisundung, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara pada Sabtu kemarin. Dua orang dilaporkan meninggal dunia.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menerangkan, korban merupakan suami istri yang terjebak di dalam timbunan material longsor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korban merupakan sepasang suami istri yang terjebak dalam timbunan material longsor yang menimpa rumah mereka,&amp;rdquo; kata dia dalam keterangannya Minggu (23/2/2025).&#13;
&#13;
Pria yang disapa Aam itu menuturkan, korban ditemukan tim gabungan yang terdiri dari personil BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, TNI-POLRI, Forkopincam Angola Barat dan masyarakat sekitar pukul 21.30 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanah longsor ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu lama. Dua unit rumah warga yang berada di dekat tebing rusak berat tertimbun meterial longsor,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Dia menerangkan, saat ini masih dalam musim penghujan dan terdapat beberapa kejadian bencana hidrometeorologi basah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senantiasa mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaaan dan bersiaga menghadapi potensi bencana tersebut,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia meminta warga yang tinggal di wilayah perbukitan atau dekat dengan tebing hendaknya mengenali tanda-tanda terjadinya tanah longsor seperti munculnya retakan di lereng sejajar dengan tebing, air sumur berubah keruh, pepohonan atau tiang tampak miring, dan kerikil berjatuhan dari tebing.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika terjadi hujan intensitas tinggi lebih dari satu jam, warga sebaiknya mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SUMUT - Tanah longsong melanda Sisundung, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara pada Sabtu kemarin. Dua orang dilaporkan meninggal dunia.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menerangkan, korban merupakan suami istri yang terjebak di dalam timbunan material longsor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korban merupakan sepasang suami istri yang terjebak dalam timbunan material longsor yang menimpa rumah mereka,&amp;rdquo; kata dia dalam keterangannya Minggu (23/2/2025).&#13;
&#13;
Pria yang disapa Aam itu menuturkan, korban ditemukan tim gabungan yang terdiri dari personil BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, TNI-POLRI, Forkopincam Angola Barat dan masyarakat sekitar pukul 21.30 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanah longsor ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu lama. Dua unit rumah warga yang berada di dekat tebing rusak berat tertimbun meterial longsor,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Dia menerangkan, saat ini masih dalam musim penghujan dan terdapat beberapa kejadian bencana hidrometeorologi basah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senantiasa mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaaan dan bersiaga menghadapi potensi bencana tersebut,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia meminta warga yang tinggal di wilayah perbukitan atau dekat dengan tebing hendaknya mengenali tanda-tanda terjadinya tanah longsor seperti munculnya retakan di lereng sejajar dengan tebing, air sumur berubah keruh, pepohonan atau tiang tampak miring, dan kerikil berjatuhan dari tebing.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika terjadi hujan intensitas tinggi lebih dari satu jam, warga sebaiknya mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
