<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjual Nasi Goreng di Pandeglang Sodomi Anak di Bawah Umur Puluhan Kali</title><description>JR (47) penjual nasi goreng di Kabupaten Pandeglang diamankan pihak kepolisian setelah tersandung kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/23/340/3116520/penjual-nasi-goreng-di-pandeglang-sodomi-anak-di-bawah-umur-puluhan-kali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/23/340/3116520/penjual-nasi-goreng-di-pandeglang-sodomi-anak-di-bawah-umur-puluhan-kali"/><item><title>Penjual Nasi Goreng di Pandeglang Sodomi Anak di Bawah Umur Puluhan Kali</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/23/340/3116520/penjual-nasi-goreng-di-pandeglang-sodomi-anak-di-bawah-umur-puluhan-kali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/23/340/3116520/penjual-nasi-goreng-di-pandeglang-sodomi-anak-di-bawah-umur-puluhan-kali</guid><pubDate>Minggu 23 Februari 2025 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/23/340/3116520/penjual_nasi_goreng_cabul-VLwg_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">penjual nasi goreng cabul</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/23/340/3116520/penjual_nasi_goreng_cabul-VLwg_large.JPG</image><title>penjual nasi goreng cabul</title></images><description>PANDEGLANG&amp;nbsp;- JR (47) penjual nasi goreng di Kabupaten Pandeglang diamankan pihak kepolisian setelah tersandung kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korbannya adalah M pria berusia 12 tahun.&#13;
&#13;
Warga Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang itu dilaporkan telah berulangkali melakukan pencabulan atau sodomi terhadap M. &amp;quot;Pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan perbuatan cabul (sodomi-red) sebanyak lebih dari 20 kali,&amp;quot;kata Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, IPDA Robert Sangkala dalam keterangannya dikutip, Minggu (23/2/2025).&#13;
&#13;
Dari hasil pemeriksaan, terang Robert, pelaku melakukan perbuatan menyimpang itu sejak Juni 2024 hingga terakhir dilakukan pada 20 Februari 2025. Peristiwa ini terjadi karena memang M sempat ikut membantu pelaku berjualan nasi goreng.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku merayu korban dan mengiming-imingi uang sebesar Rp15 - Rp30 ribu. Alhasil, seiring berjalannya waktu korban berhasil disodomi oleh pelaku,&amp;quot;katanya.&#13;
&#13;
Kasus ini menurut Robert, terbongkar setelah pelaku mencoba berkenalan dengan seorang saksi dalam perkara ini. Disitu, dia melakukan panggilan video. &amp;quot;Saat itu pelaku sedang melakukan perbuatan tersebut, saksi yang melihat memutuskan untuk merekam layar dan dijadikan alat bukti untuk penyelidikan terhadap pelaku,&amp;quot;tuturnya.&#13;
&#13;
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, JR (47) mengaku telah melakukan perbuatannya terhadap korban sebanyak 35 kali. Ia berdalih awalnya hanya membantu korban yang sering membantunya berjualan. &amp;quot;Awalnya dia sering bantu-bantu saya jualan kerupuk, lama-kelamaan saya kenal dekat sama dia. Dari situ, tiba-tiba saya mulai suka. Sehari-hari saya jualan nasi goreng,&amp;quot; kata JR.&#13;
&#13;
Menurut JR, korban kerap diberi uang sebagai bentuk imbalan karena telah membantunya berjualan. &amp;quot;Tiap kali dia bantu, saya kasih uang. Tapi kalau saya minta, ya saya kasih juga. Bisa dibilang sebagai imbalan. Tapi cuma satu korban saja,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>PANDEGLANG&amp;nbsp;- JR (47) penjual nasi goreng di Kabupaten Pandeglang diamankan pihak kepolisian setelah tersandung kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korbannya adalah M pria berusia 12 tahun.&#13;
&#13;
Warga Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang itu dilaporkan telah berulangkali melakukan pencabulan atau sodomi terhadap M. &amp;quot;Pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan perbuatan cabul (sodomi-red) sebanyak lebih dari 20 kali,&amp;quot;kata Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, IPDA Robert Sangkala dalam keterangannya dikutip, Minggu (23/2/2025).&#13;
&#13;
Dari hasil pemeriksaan, terang Robert, pelaku melakukan perbuatan menyimpang itu sejak Juni 2024 hingga terakhir dilakukan pada 20 Februari 2025. Peristiwa ini terjadi karena memang M sempat ikut membantu pelaku berjualan nasi goreng.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku merayu korban dan mengiming-imingi uang sebesar Rp15 - Rp30 ribu. Alhasil, seiring berjalannya waktu korban berhasil disodomi oleh pelaku,&amp;quot;katanya.&#13;
&#13;
Kasus ini menurut Robert, terbongkar setelah pelaku mencoba berkenalan dengan seorang saksi dalam perkara ini. Disitu, dia melakukan panggilan video. &amp;quot;Saat itu pelaku sedang melakukan perbuatan tersebut, saksi yang melihat memutuskan untuk merekam layar dan dijadikan alat bukti untuk penyelidikan terhadap pelaku,&amp;quot;tuturnya.&#13;
&#13;
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, JR (47) mengaku telah melakukan perbuatannya terhadap korban sebanyak 35 kali. Ia berdalih awalnya hanya membantu korban yang sering membantunya berjualan. &amp;quot;Awalnya dia sering bantu-bantu saya jualan kerupuk, lama-kelamaan saya kenal dekat sama dia. Dari situ, tiba-tiba saya mulai suka. Sehari-hari saya jualan nasi goreng,&amp;quot; kata JR.&#13;
&#13;
Menurut JR, korban kerap diberi uang sebagai bentuk imbalan karena telah membantunya berjualan. &amp;quot;Tiap kali dia bantu, saya kasih uang. Tapi kalau saya minta, ya saya kasih juga. Bisa dibilang sebagai imbalan. Tapi cuma satu korban saja,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
