<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Puluhan Oknum TNI Serang Mapolres Tarakan, 5 Polisi Jadi Korban</title><description>Setelah melakukan pemukulan, kelompok tersebut melanjutkan aksi pengerusakan di mako Polres Tarakan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/25/337/3117086/breaking-news-puluhan-oknum-tni-serang-mapolres-tarakan-5-polisi-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/25/337/3117086/breaking-news-puluhan-oknum-tni-serang-mapolres-tarakan-5-polisi-jadi-korban"/><item><title>Breaking News! Puluhan Oknum TNI Serang Mapolres Tarakan, 5 Polisi Jadi Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/25/337/3117086/breaking-news-puluhan-oknum-tni-serang-mapolres-tarakan-5-polisi-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/25/337/3117086/breaking-news-puluhan-oknum-tni-serang-mapolres-tarakan-5-polisi-jadi-korban</guid><pubDate>Selasa 25 Februari 2025 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/25/337/3117086/viral-Rpsn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Breaking News! Puluhan Oknum TNI Serang Mapolres Tarakan, 5 Polisi Jadi Korban</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/25/337/3117086/viral-Rpsn_large.jpg</image><title>Breaking News! Puluhan Oknum TNI Serang Mapolres Tarakan, 5 Polisi Jadi Korban</title></images><description>TARAKAN - Sebanyak 20 oknum anggota TNI melakukan penyerangan dan perusakan di Mapolres Tarakan Kalimantan Utara. Peristiwa tersebut terjadi Senin malam 24 Februari 2025 .&#13;
&#13;
Informasi yang diterima Okezone Selasa (25/2/2025), kejadian berawal saat sekelompok oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;tiba di lokasi menggunakan truk berwarna hijau pada pukul 22.45 WITA,&amp;nbsp;Mereka kemudian turun dan berjalan menuju Polres&amp;nbsp;Tarakan&amp;nbsp;dengan membawa batu, kayu, dan besi.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, mereka langsung menyerang anggota jaga bernama&amp;nbsp;Bripda Muhammad Nur Rizky dan Bripda Rahmat Kurniawan, dengan alat yang dibawa. Setelah melakukan pemukulan, kelompok tersebut melanjutkan aksi pengerusakan di Mapolres&amp;nbsp;Tarakan.&#13;
&#13;
Penyerangan ini menyebabkan lima anggota Polres Tarakan mengalami luka-luka dan kerusakan fasilitas Polres.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Beberapa saat kemudian, mobil patroli tiba di lokasi, dan oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;tersebut melanjutkan tindakan pengejaran terhadap anggota lainnya, termasuk Bripda I Putu Anugrah, yang mengalami pengeroyokan dan kehilangan senjata api.&#13;
&#13;
Dalam penyerangan ini, puluhan oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;diduga menggunakan senjata tajam seperti sangkur dan kerambit, serta senjata api laras pendek jenis airsoft gun.&#13;
&#13;
Fasilitas Polres&amp;nbsp;Tarakan&amp;nbsp;juga mengalami kerusakan, termasuk Meja dan kursi di depan SPKT, Kaca ruang SPKT dan ruang kapolres dan Pintu kaca ruangan ETLE sera jendela kaca ruang ETLE.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5 personil&amp;nbsp;Polres&amp;nbsp;Tarakan&amp;nbsp;mengalami luka yang mana saat ini masih dalam perawatan di RSUD Jusuf SK. Mereka adalah Muhammad Nur Rizky, I Putu Anugerah, Fauzan Hidayat, Rahmat Kurniawan dan Richard Pasambo&#13;
&#13;
Saat ini, Polda Kalimantan Utara&amp;nbsp;dan Polres Tarakan masih menyelidiki insiden ini dan menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;yang terlibat dalam penyerangan ini belum diketahui pemicu serangan yang dilakukan oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI.&#13;
</description><content:encoded>TARAKAN - Sebanyak 20 oknum anggota TNI melakukan penyerangan dan perusakan di Mapolres Tarakan Kalimantan Utara. Peristiwa tersebut terjadi Senin malam 24 Februari 2025 .&#13;
&#13;
Informasi yang diterima Okezone Selasa (25/2/2025), kejadian berawal saat sekelompok oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;tiba di lokasi menggunakan truk berwarna hijau pada pukul 22.45 WITA,&amp;nbsp;Mereka kemudian turun dan berjalan menuju Polres&amp;nbsp;Tarakan&amp;nbsp;dengan membawa batu, kayu, dan besi.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi, mereka langsung menyerang anggota jaga bernama&amp;nbsp;Bripda Muhammad Nur Rizky dan Bripda Rahmat Kurniawan, dengan alat yang dibawa. Setelah melakukan pemukulan, kelompok tersebut melanjutkan aksi pengerusakan di Mapolres&amp;nbsp;Tarakan.&#13;
&#13;
Penyerangan ini menyebabkan lima anggota Polres Tarakan mengalami luka-luka dan kerusakan fasilitas Polres.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Beberapa saat kemudian, mobil patroli tiba di lokasi, dan oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;tersebut melanjutkan tindakan pengejaran terhadap anggota lainnya, termasuk Bripda I Putu Anugrah, yang mengalami pengeroyokan dan kehilangan senjata api.&#13;
&#13;
Dalam penyerangan ini, puluhan oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;diduga menggunakan senjata tajam seperti sangkur dan kerambit, serta senjata api laras pendek jenis airsoft gun.&#13;
&#13;
Fasilitas Polres&amp;nbsp;Tarakan&amp;nbsp;juga mengalami kerusakan, termasuk Meja dan kursi di depan SPKT, Kaca ruang SPKT dan ruang kapolres dan Pintu kaca ruangan ETLE sera jendela kaca ruang ETLE.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5 personil&amp;nbsp;Polres&amp;nbsp;Tarakan&amp;nbsp;mengalami luka yang mana saat ini masih dalam perawatan di RSUD Jusuf SK. Mereka adalah Muhammad Nur Rizky, I Putu Anugerah, Fauzan Hidayat, Rahmat Kurniawan dan Richard Pasambo&#13;
&#13;
Saat ini, Polda Kalimantan Utara&amp;nbsp;dan Polres Tarakan masih menyelidiki insiden ini dan menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;yang terlibat dalam penyerangan ini belum diketahui pemicu serangan yang dilakukan oknum&amp;nbsp;TNI&amp;nbsp;ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
