<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angka Kelahiran di Korsel Naik untuk Pertama Kalinya dalam 9 Tahun</title><description>Ini menjadi pertanda krisis demografi di Korea Selatan mulai membaik.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/26/18/3117471/angka-kelahiran-di-korsel-naik-untuk-pertama-kalinya-dalam-9-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/26/18/3117471/angka-kelahiran-di-korsel-naik-untuk-pertama-kalinya-dalam-9-tahun"/><item><title>Angka Kelahiran di Korsel Naik untuk Pertama Kalinya dalam 9 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/26/18/3117471/angka-kelahiran-di-korsel-naik-untuk-pertama-kalinya-dalam-9-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/26/18/3117471/angka-kelahiran-di-korsel-naik-untuk-pertama-kalinya-dalam-9-tahun</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2025 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/26/18/3117471/ilustrasi-xrEh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/26/18/3117471/ilustrasi-xrEh_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>SEOUL - Angka kelahiran Korea Selatan naik pada tahun 2024 untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun, didukung oleh peningkatan jumlah pernikahan, data awal menunjukkan pada Rabu, (26/2/2025). Ini menjadi tanda bahwa krisis demografi di Negeri Ginseng mungkin telah membaik.&#13;
&#13;
Angka kelahiran negara itu, jumlah rata-rata bayi yang diharapkan dimiliki seorang wanita selama masa reproduksinya, berada pada angka 0,75 pada tahun 2024, menurut Statistik Korea.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada 2023, angka kelahiran turun untuk tahun kedelapan berturut-turut menjadi 0,72, yang merupakan angka terendah di dunia, dari 1,24 pada tahun 2015. Angka tersebut menimbulkan kekhawatiran atas guncangan ekonomi bagi masyarakat akibat laju yang begitu cepat.&#13;
&#13;
Sejak 2018, Korea Selatan menjadi satu-satunya anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dengan angka di bawah 1.&#13;
&#13;
Korea Selatan telah meluncurkan berbagai langkah untuk mendorong kaum muda menikah dan memiliki anak, setelah Presiden Yoon Suk Yeol yang kini dimakzulkan mengumumkan &amp;quot;krisis demografi nasional&amp;quot; dan rencana untuk membentuk kementerian baru yang dikhususkan untuk mengatasi angka kelahiran yang rendah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi perubahan dalam nilai sosial, dengan pandangan yang lebih positif tentang pernikahan dan kelahiran,&amp;quot; kata Park Hyun-jung, seorang pejabat di Statistik Korea, dalam sebuah pengarahan sebagaimana dilansir Reuters. Dia juga mengutip dampak dari peningkatan jumlah orang berusia awal 30-an dan penundaan akibat pandemi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sulit untuk mengukur seberapa besar kontribusi masing-masing faktor terhadap peningkatan kelahiran baru, tetapi faktor-faktor tersebut sendiri juga saling memengaruhi,&amp;quot; kata Park.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pernikahan, indikator utama kelahiran baru, melonjak 14,9% pada 2024, lonjakan terbesar sejak data mulai dirilis pada 1970. Perkawinan meningkat untuk pertama kalinya dalam 11 tahun pada 2023 dengan peningkatan 1,0% yang didorong oleh dorongan pascapandemi.&#13;
&#13;
Di negara Asia, terdapat korelasi tinggi antara pernikahan dan kelahiran, dengan jeda waktu satu atau dua tahun, karena pernikahan sering dianggap sebagai prasyarat untuk memiliki anak.&#13;
&#13;
Di seluruh negeri, angka kelahiran tahun lalu adalah yang terendah di ibu kota, Seoul, yaitu sebesar 0,58.&#13;
&#13;
Data terbaru menunjukkan ada 120.000 lebih orang yang meninggal tahun lalu dibandingkan mereka yang baru lahir, menandai tahun kelima berturut-turut populasi menyusut secara alami. Kota administratif Sejong adalah satu-satunya pusat utama di mana populasi tumbuh.&#13;
&#13;
Populasi Korea Selatan, yang mencapai puncaknya di angka 51,83 juta pada 2020, diperkirakan akan menyusut menjadi 36,22 juta pada 2072, menurut proyeksi terbaru oleh badan statistik.&#13;
</description><content:encoded>SEOUL - Angka kelahiran Korea Selatan naik pada tahun 2024 untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun, didukung oleh peningkatan jumlah pernikahan, data awal menunjukkan pada Rabu, (26/2/2025). Ini menjadi tanda bahwa krisis demografi di Negeri Ginseng mungkin telah membaik.&#13;
&#13;
Angka kelahiran negara itu, jumlah rata-rata bayi yang diharapkan dimiliki seorang wanita selama masa reproduksinya, berada pada angka 0,75 pada tahun 2024, menurut Statistik Korea.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada 2023, angka kelahiran turun untuk tahun kedelapan berturut-turut menjadi 0,72, yang merupakan angka terendah di dunia, dari 1,24 pada tahun 2015. Angka tersebut menimbulkan kekhawatiran atas guncangan ekonomi bagi masyarakat akibat laju yang begitu cepat.&#13;
&#13;
Sejak 2018, Korea Selatan menjadi satu-satunya anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dengan angka di bawah 1.&#13;
&#13;
Korea Selatan telah meluncurkan berbagai langkah untuk mendorong kaum muda menikah dan memiliki anak, setelah Presiden Yoon Suk Yeol yang kini dimakzulkan mengumumkan &amp;quot;krisis demografi nasional&amp;quot; dan rencana untuk membentuk kementerian baru yang dikhususkan untuk mengatasi angka kelahiran yang rendah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi perubahan dalam nilai sosial, dengan pandangan yang lebih positif tentang pernikahan dan kelahiran,&amp;quot; kata Park Hyun-jung, seorang pejabat di Statistik Korea, dalam sebuah pengarahan sebagaimana dilansir Reuters. Dia juga mengutip dampak dari peningkatan jumlah orang berusia awal 30-an dan penundaan akibat pandemi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sulit untuk mengukur seberapa besar kontribusi masing-masing faktor terhadap peningkatan kelahiran baru, tetapi faktor-faktor tersebut sendiri juga saling memengaruhi,&amp;quot; kata Park.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pernikahan, indikator utama kelahiran baru, melonjak 14,9% pada 2024, lonjakan terbesar sejak data mulai dirilis pada 1970. Perkawinan meningkat untuk pertama kalinya dalam 11 tahun pada 2023 dengan peningkatan 1,0% yang didorong oleh dorongan pascapandemi.&#13;
&#13;
Di negara Asia, terdapat korelasi tinggi antara pernikahan dan kelahiran, dengan jeda waktu satu atau dua tahun, karena pernikahan sering dianggap sebagai prasyarat untuk memiliki anak.&#13;
&#13;
Di seluruh negeri, angka kelahiran tahun lalu adalah yang terendah di ibu kota, Seoul, yaitu sebesar 0,58.&#13;
&#13;
Data terbaru menunjukkan ada 120.000 lebih orang yang meninggal tahun lalu dibandingkan mereka yang baru lahir, menandai tahun kelima berturut-turut populasi menyusut secara alami. Kota administratif Sejong adalah satu-satunya pusat utama di mana populasi tumbuh.&#13;
&#13;
Populasi Korea Selatan, yang mencapai puncaknya di angka 51,83 juta pada 2020, diperkirakan akan menyusut menjadi 36,22 juta pada 2072, menurut proyeksi terbaru oleh badan statistik.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
